RSS Feed

TTT

TUMBUHAN BERMANFAAT YANG ADA DI AL-QUR’AN

Dosen pengampuh:

Drs. Sulisetjono, M,Si

Ainun Nikmatul laiy M,Si

Oleh kelompok: I

Hariyanti 10620088

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

FAKULTAS SAINS DAN TEGNOLOGI

JURUSAN BIOLOGI

2012


BAB I

PENDAHULUAN

 

 

I.I LATAR BELAKANG

Kesehatan gigi merupakan hal yang sangat penting, bahkan sejak zaman dahulu perhatian terhadap kesehatan gigi sudah berlangsung di Mesir 1500 tahun SM . Untuk menjaga kesehatan gigi, kebersihan mulut harus dijaga, karena pada daerah mulut terdapat berbagai macam bakteri. Penyebab utama penyakit gigi yaitu plak, yang menyebabkan karies maupun radang periodonsium. Akibat dari penyakit gigi ini tidak hanya kehilangan gigi, namun bakteri dapat menyebar melalui aliran darah ke organ-organ tubuh yang penting lainnya. Karies dan penyakit pada periodonsium merupakan penyakit gigi dengan prevalensi tinggi, bahkan di negara-negara maju sampai mencapai 50%. Di Indonesia, survei Direktorat Kesehatan Gigi tahun 1994/1995 pada anak usia 12 tahun mendapatkan angka prevalensi karies dan radang periodontal 74.41% dengan DMF-T (Decayed Missing, Filled-Teeth) rata-rata sebesar 2.5%. Jadi penyakit diatas membutuhkan penanganan yang serius 2. Penanganan penyakit gigi, lebih ditujukan pada tindakan pencegahan.

Tindakan yang paling utama menjaga kebersihan mulut adalah mencegah terbentuknya plak. Tindakan pencegahan mahal dan menimbulkan dampak yang merugikan; contoh: penambalan menggunakan amalgam. Amalgam mengandung merkuri, dapat masuk ke aliran darah dan mengakibatkan menurunnya fungsi motorik. Oleh sebab itu pencegahan yang terbaik adalah menjaga kebersihan mulut yang tidak identik dengan menggosok gigi. Beberapa abad yang lalu, di Timur Tengah, Afrika dan beberapa negara Asia, pada umumnya kaum muslim telah menggunakan bagian tanaman yang disebut siwak. Umumnya diambil dari pohon arak (Salvadora persica) untuk membersihkan mulut. Siwak mudah digunakan. Dapat menyikat dengan baik, memberi busa pada mulut, meningkatkan air liur dan ramah lingkungan. Siwak mengandung kurang lebih 19 zat, yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan mulut. Kandungan siwak antara lain: bahan antiseptik, asam tanat yang bersifat astringensia dan minyak atsiri meningkatkan air liur. Menurut World Health Organization Report Series (826), siwak dapat menghilangkan plak tanpa menyebabkan luka pada gigi. Karies gigi sering disebabkan oleh S. mutans. Bakteri ini mampu melekat pada permukaan gigi; memproduksi enzim glukuronil transferase. Enzim tersebut menghasilkan glukan yang tidak larut dalam air dan berperan dalam menimbulkanplak dan koloni pada permukaan gigi. Sedangkan B. melaninogenicus bersifat patogen pada  mulut dan infeksi gigi. Bakteri ini dijumpai pada retakan gigi, permukaan korona gigi, dan sebagai flora pada periodontitis lanjut. Penelitian ini menguji aktivitas antibakteri

I.2 RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dari penulisan makalah ini adalah:

  1. Apa manfaat dari Siwak, Miswak Atau kayu sugi?
  2. Zat zat apa saja yang terkandung dalam siwak, miswak atau kayu sugi?
  3. Bagaimana siwak ditinjau dari perspektif ilmiah dengan perspective islami?

 

I.3 TUJUAN

Tujuan penulisan makalah ini adalah:

  1. Untuk mengetahui manfaat dari Siwak, Miswak Atau kayu sugi
  2. Untuk mengetahui zat zat yang terkandung dalam siwak, miswak atau kayu sugi
  3. Untuk mengetahui kebenaran relasi siwak ditinjau dari perspektif ilmiah dengan perspective islami

BAB II

PEMBAHASAN

 

SIWAK, MISWAK, KAYU SUGI ( Salvadora persica )

 

A.   PERSPEKTIF ISLAM

Tumbuhan yang mempunyai nama latin Salvadora persica ini, telah berabad- abad yang lalu di sebutkan namanya dalam hadist mulia oleh Rasulullah Muhammad Sallallahu alaihi wassalam. Beliau sendiri pun, juga terbiasa membersihkan giginya dengan siwak setiap bangun dari tidur, seperti di riwayatkan oleh Aisyah radiyahallohu ‘anha, “Kami biasa menyiapkan sebuah siwak dan air untuk wudhu bagi Rasulullah sallallahu alaihi wassalam kapan pun Allah menghendaki beliau bangun dari tidur malam, beliau akan membersihkan giginya dengan siwak, mengambil wudhu, dan lalu mendirikan shalat”. (HR Muslim).

Anjuran untuk bersiwak atau menggunakan miswak, siwak ataua kayu sugi juga termaktub dalam al Qur’an Surat ke 34 ayat 16 yang berbunyi seperti dibawah ini:

فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ

ARTINYA

Tetapi mereka berpaling, Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr[2].

TAFSIR

Namun, mereka berpaling, sebab itu Kami Mengirimkan banjir besar kepada mereka, dan Kami Gantikan kedua kebun mereka itu dengan dua kebun (yang ditumbuhi pepohonan) yang berbuah pahit, pohon atsl, dan sedikit dari pohon sidr.

Fa a‘radlū

(namun, mereka berpaling), yakni tidak beriman, tidak merespons para rasul, dan tidak mensyukuri nikmat tersebut.

Fa arsalnā

(sebab itu Kami Mengirimkan), yakni Kami Memerintahkan. ‘Alaihim sailal ‘arimi (banjir besar kepada mereka), yakni banjir yang membinasakan, hingga rusaklah semua kebun, rumah, dan harta benda yang mereka miliki. Al-‘arim adalah sebuah lembah yang terdapat di Yaman, yang juga suka disebut wādisy syajar (lembah pepohonan). Di lembah itu terdapat saringan yang menahan aliran air. Pada saringan itu terdapat tiga pintu yang bersusun. Maka Allah Ta‘ala Menghancurkan saringan itu serta membinasakan mereka dengan air tersebut.

Wa baddalnāhum bi jannataihim (dan Kami Gantikan kedua kebun mereka itu), yakni kedua kebun yang telah Kami Binasakan itu.

Jannataini dzawātai ukulin khamthin

Dengan dua kebun [yang ditumbuhi pepohonan] yang berbuah pahit), yakni buah-buahan yang rasanya pahit.

Wa atsliw wa syai-im miη sidring qalīl

Pohon atsl dan sedikit dari pohon sidr), yakni sejenis pohon yang berbuah sedikit tapi berduri banyak.

CARA BERSUGI MISWAK

. Bersugi atau bersiwak adalah suatu perbuatan bagi membersihkan mulut dan gigi. Bersugi hukumnya adalah sunat dan masanya ialah bila masa tetapi masa yang paling dituntut ialah setelah bangun dari tidur, ketika hendak mendirikan sembahyang, ketika hendak membaca Al-Quraan dan ketika berubah bau mulut. Dihukumkan makruh bersugi apabila telah gelincir matahari ( masuk waktu Zohor ) bagi orang yang berpuasa , sebagaimana sabda Rasulullah saw yang bermaksud : ” Dari Abu Hurairah rah dari Nabi saw sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu disisi Allah swt itu lebih harum daripada kasturi “.

( Riwayat Muslim ) Pada pendapat Imam Nawawi r.a bahwa tidak makruh bersugi bagi orang yang berpuasa sama ada telah gelincir matahari atau belum gelincir matahari. Alat untuk bersugi ialah tiap-tiap sesuatu yang suci dan kesat seperti beruas gigi , kayu arak ( siwak ) , rotan manggar kelapa dan lain-lain.

Hadith Rasulullah saw tentang bersugi :

  1. Dari Aisyah rah ” Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda bersugi itu membersihkan mulut dan mendapat redha dari Tuhannya ” ( Riwayat Baihaqi ).
  2. Dari Abu Hurairah rah dari Nabi saw telah bersabda : ” Kalau tidaklah akan menyusahkan umatku akan aku suruh mereka bersugi pada tiap-tiap waktu ketika berwuduk “. ( Riwayat Ahmad )
  3. Cara perlaksanaan bersugi hendaklah dengan tangan kanan dan dimulakan dengan sebelah kanan mulut dan terus dilakukan atas langit-langit mulut

SAHIH BUKHARI BAB TENTANG GIGI YG BASAH & YG KERING UNTUK ORANG YG BERPUASA

gabungan terdapat dua pendapat mengenai bab ini aalah diantaranya adalah

1. Imam Malik membedakan antara kayu sugi yg kering dan yg basah/lembab, beliau berpendapat makruh jika     lembab/basah dan tidak jika sebaliknya Imam Syafie dan Ahmad mengatakan makruh sama ada kering atau basah selepas gelincir matahari

2. Imam Abu Hanifah, Imam an-Nawawi dan Imam Bukhari berpendapat tidak makruh sama ada basah atau kering pada bila-bila masa pagi maupun petang.

 

KEAJAIBAN SUNNAH NABI, Baginda bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnahku, sehingga para manusia mengamalkannya, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala yang mengamalkannya, tidak berkurang walau sedikitpun pahala mereka.” ( Hadis Riwayat Ibnu Majah). Kelebihan Bersugi @ Bersiwak adalah:

  1. Solat dengan bersugi lebih baik daripada 70 rakaat solat yang tidak bersugi.
  2. Menyucikan mulut dan gigi
  3. Mendapat keredaan Allah
  4. Mencergaskan otak
  5. Mencerahkan mata
  6. Melambatkan tumbuh uban
  7. Mengurangkan bongkok dan sakit buah pinggang
  8. Melipatgandakan pahala
  9. Mengingatkan dua kalimah shahadat ketika hampir mati
  10. Enzim zat pada kayu sugi mengharumkan gigi & baik untuk mulut
  11. .Syaitan tidak gemar berada dalam mulut orang yang bersugi (Mulut terpelihara)
  12. Memberi Nur kepada wajah yang selalu menggunakannya
  13. Mengelakkan gigi dari mudah reput Wasiat Baginda bersabda: “Sesungguhnya, barang siapa di antara kalian yang hidup nanti akan melihat. Banyak perselisihan.Maka, hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnahku & sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Berpegang eratlah kepadanya dan gigitlah dengan gigi geraham.” ( Hadis Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah). Tanamkan Keyakinan Yg Mendalam: “SETIAP PENYAKIT ITU ADA UBATNYA” Penyampai Hamba Allah, Leena Penterapi/Perawat Islam PUSRAPI Pusat Rawatan An-Naafi’u Pengubatan Islam Al-Quran & As-Sunnah DULU-KINI.

Beratus tahun yang lalu, nabi Muhammad telah mencangkan program kebersihan dan kesehatan gigi. Jauh sebelum para dokter gigi berkampanye tentang  hal tersebut. Nah, alat yang beliau gunakan untuk menggosok gigi adalah kayu siwak. Dalam sebuah sabdanya, Rasulullah bersabda,”Kalau seandainya tidak memberatkan ummatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk berziwak setiap akan shalat. “

Keajaiban Sunnah Nabi Muhammad dalam perintah menyikat gigi dengan “siwaak”:
Artikel yang ditulis dalam sebuah majalah Jerman (No.4, 1961) (4) oleh ilmuwan Rodat, pemimpin dari lembaga penelitian khusus kuman di Universitas Rostok”saya membaca tentang kayu untuk membersihkan gigi di Arab yang digunakan sebagai sikat gigi dalam sebuah buku yang ditulis oleh sebuah perjalanan yang pernah berkunjung ke Negara mereka, berpikir bahwa tindakan ini menunjukkan bahwa ada usaha untuk dimana orang-orang yang membersihkan gigi dengan menggunakan kayu

Pada Hadits riwayat Abu Hurairah, meriwayatkan: Rasul Allah (may peace be upon him) berkata: “adalah bahwa saya ( Nabi Muhammad S.A.W bila tidak menjadi beban atau kewajiban saya akan memerintahkan mereka untuk menggunakan siwak (tooth-stick) di setiap waktu sholat, dan riwayat lain menceritakan Hadist dari dua imam pada riwayat oleh Abdullah ibn Abbas, bahwa Rasulullah “menyarankan” : agar melakukan penyikatan gigi dengan siwak dikarenakan dapat membersihkan mulut dan mendapatkan kenikmatan Allah yaitu “ pahala “ Riwayat oleh Al Baihaky dan Al Bukhari. Dan menurut riwayat siti Aisyah R.A berkata penyikatan dengan siwak dapat membersihkan gigi dan mulut dan mendapat kenikmatan Allah atau Pahala “diriwayatkan oleh ibn Majah dari abi umamah, Pendapat Islam terhadap penyikatan gigi dengan siwak An-Nawawi berkata ia adalah Sunnah dan tidak wajib dalam kondisi apapun melalui konsensus dari ulama Ibnu al kayyin berkata: Penyikatan gigi dianjurkan untuk bertindak baik pada saat puasa dan tidak puasa didalam setiap waktu karena tidak ditetapkan dalam hadist, juga dibutuhkan untuk orang yang berpuasa penyikatan gigi dengan siwak dan pengaruhnya pada kesehatan makanan dan minuman yang masuk kedalam mulut. Menghubungkan mulut dengan udara luar sehingga banyak resiko banyak kuman masuk dan kuman jenis orogerminal grup seperti staphylococci,bacilli dan spirochaeta.

Siwak adalah nama untuk dahan atau akar pohon yang digunakan untuk bersiwak. Oleh karena itu semua dahan atau akar apa saja boleh kita gunakan untuk bersiwak jika telah memenuhi persyaratan. Dimana persyaratanya adalah

1. Lembut

Sehingga akar atau batang kayu yang keras tidak boleh digunakan untuk bersiwak karena dapat merusak gusi dan email gigi, Bisa membersihkan dan berserat.

2. Bersifat basah

Sehingga akar atau batang yang tidak berserat tidak bisa digunakan untuk bersiwak, seratnya tersebut tidak berjatuhan ketika digunakan untuk bersiwak sehingga bisa mengotori mulut.

Sebagian ulama berpendapat tidaklah dikatakan bersiwak dengan sikat gigi adaah sunnah Nabi Saw, karena siwak berbeda dengan sikat gigi. Sikat memiliki banyak kelebihan bila dibandingkan dengan pasta gigi. Namun pendapat yang benar bahwasannya jika tidak terdapat akar atau dahan pohon untuk bersiwak maka boleh kita bersiwak dengan menggunakan sikat gigi karena illah ( sebab ) disyhariatkannya siwak adalah untuk membersihkan gigi.

“ Bahwa nabi Saw pernah bersiwak dengan jarinya ketika berwudhu’, sebagaimana yang diriwayatkan oleh ali bahwsannya “ Beliau memasukkan jarinya ( kedalam mulutnya ) ketika berwudhu dan menggerak gerakkannya “ ( HR. Ahmad )

“ keutamaan shalat dengan memakai siwak itu, sebanding dengan 70 kali shalat dengan tidak memmakai siwak.” ( HR. Ahmad ).

Dalam riwayat lain oleh Al Bukhari dan Al Muslim juga:

“ Rasulluallah Saw apabilah bangun malam maka beliau menyikat giginya dengan siwak “

Dalam Shahih Al Bukhori secara Muallaq disebutkn

“ Bersiwak itu adalah cara mensucikan mulut dan mendapatkan ke Ridhoan Allah”

            Sementara dalam shahih muslim disebutkan bahwa rasuluallah apabilah masuk rumah, yang pertama kali yang dilakukannya adalah Bersiwak.

Dalam penemuan ini terdapat dua mu’jizat bagi Rasuluallah Saw. Mukjizat yang pertama adalah manfaat manfaat yang tampak pada siwak. Dengan ini berrti Rasuluallah Saw adalah orang pertama yang memerintahkan melindungi mulut dari berbagai macam penyakit, Mukjizat yang kedua yaitu bagaimana nabi Saw bisa mengetahui dari sekian juta jenis pohon pohonan, bahwa pohon Siwak ( Salvadora persica ) mengandung banyak manfaat bagi manusia.

Bayangkan, jika kita pada saat shalat shubuh kita shalat berjamaah masjid, lalu kita shalat shubuh dengan bersiwak terlebih dahulu. Kita tahu bahwa shalat subuh berjamaah pahalanya sama dengan pahala shalat sunnah sepanjang satu malam penuh. Jika didahului dengan bersiwak maka shalat shubuh berjamaah kita akan berpahala seperti pahala shalat 70 semalam penuh. Sedangkan shalat isya berjamaah tanpa bersiwak sama pahalanya dengan pahala shalat sunnah setengah malam. Bagaimana pula jika dengan didahului bersiwak ? dan bagaimana dengan shalat shalat lain yang didahului dengan bersiwak? Tentunya kita akan meraih pahala yang sangat besar dengan bersiwak.

Jika kita pergi kemasjid untuk shalat berjamaah dizaman ini, mungkin kita melihat sedikit sekali diantara jama’ah yang bersiwak sebelum shalat. Maka ketika kita bersiwak sebelum shalat di zaman ini, berarti telah menghidupkan kembali sunnah rasul Saw, dan pahalanya itu seperti pahalanya Syuhada. Setidaknya kita akan dapat pahala seperti orang orang yang mengikuti kita dalam berswak, tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

Bersiwak dengan menggunakan akar atau dahan pohon adalah lebih baik dan lebih mengikuti sunnah nabi Saw karena memiliki faedah yang banyak dan dapat digunakan setiap saat dan dapat dibawa kemana mana. Namun anehnya banyak kaum muslimin yang merasa tudak senang jika melihat orang yang bersiwak dengan menggunakan akar atau dahan pohon, padahal tidak diragukan lagi akan kesunnahannya. Mereka memandang mereka yang bersiwak dengan akar kayu dengan pandangan sinis atau pandangan mengejek. Apakah mereka membenci sunnah yang sering dilakukan dan dicintai oleh nabi Saw bahkan ketika akhir hayat beliau? Tidak cukup dengan hanya membenci, merekapun memberikan olok olokan yang tidak layak sampai sampai mereka mengatakan orang yang bersiwak adalah orang yang jorok.

 B.   PERSPEKTIF ILMIAH

 

SISTEMATIKA

Kingdom Plantae

Divisi Manoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Brassicales

Famili Salvadoraceae

Genus Salvadora

Spesies Salvadora persica

( www.plantamorf.com )

DESKRIPSI TUMBUHAN

Siwak atau miswak merupakan bagian dari batang akar dan ranting tumbhan Salvadora persica yang kebanyakan tumbuh didaerah timur tengah, Asia dan Afrika. Siwak berbentuk batang yang diambl dari akar dan ranting tanaman Arak ( Salvadora persica ) yang berdiamter mulai dari 0.1 cm sampai 5 cm. Pohon arak adalah pohon yang kecil seperti belukar dengan batang yang bercabang cabang, Berdiameter lebih dari 1kaki. Jika kulitnya dikelupas berwarna agak keputihan dan memiliki banyak juntaian serat. Akarnya berwarna cokelat dan bagian dalamnya berwarna putih. Aromanya seperti seledri dan rasanya agak peda.

Siwak adalah alat pembersih gigi yang memiliki keunggulan karena terbukti mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi. Siwak juga berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut.

           Salvadora persica (pohon Siwak, pohon sikat gigi, bangsa Arab menyebutnya pohon Arak ( Galenia asiatica, Pilu, Salvadora indica ) adalah sejenis pohon yang termasuk ke dalam spesies Salvadora.

Siwak berasal dari bahasa arab ‘yudlik’ yang artinya adalah memijat (massage). Siwak lebih dari sekedar sikat gigi biasa, karena selain memiliki serat batang yang elastis dan tidak merusak gigi walaupun di bawah tekanan yang keras, siwak juga memiliki kandungan alami antimikrobial dan antidecay system.

          Salvadora persica memiliki fungsi anti-urolithiatik. Dahan dan akar pohon ini selama berabad-abad digunakan sebagai pembersih gigi alamiah, sebagai mana dahan ranting yang berserat dan lembut telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membersihkan gigi dan mulut secara alami. Penelitian menunjukkan bahwa di dalam serat pohon ini mengandung bermacam-macam zat yang sangat bermanfaat, seperti fluoride, abrasive, antiseptik, astringent, deterjen, dan enzyme inhibitor.

Batang siwak yang berdiameter kecil, memiliki kemampuan fleksibilitas yang tinggi untuk menekuk ke daerah mulut secara tepat dan dapat mengikis plak pada gigi. Siwak juga aman dan sehat bagi perkembangan gusi.

Kesehatan gigi merupakan hal yang sangat penting, bahkan sejak zaman dahulu perhatian terhadap kesehatan gigi sudah berlangsung di Mesir 1500 tahun SM . Untuk menjaga kesehatan gigi, kebersihan mulut harus dijaga, karena pada daerah mulut terdapat berbagai macam bakteri. Penyebab utama penyakit gigi yaitu plak, yang menyebabkan karies maupun radang periodonsium. Akibat dari penyakit gigi ini tidak hanya kehilangan gigi, namun bakteri dapat menyebar melalui aliran darah ke organ-organ tubuh yang penting lainnya. Karies dan penyakit pada periodonsium merupakan penyakit gigi dengan prevalensi tinggi, bahkan di negara-negara maju sampai mencapai 50%. Di Indonesia, survei Direktorat Kesehatan Gigi tahun 1994/1995 pada anak usia 12 tahun mendapatkan angka prevalensi karies dan radang periodontal 74.41% dengan DMF-T (Decayed Missing, Filled-Teeth) rata-rata sebesar 2.5%. Jadi penyakit diatas membutuhkan penanganan yang serius 2. Penanganan penyakit gigi, lebih ditujukan pada tindakan pencegahan.

Tindakan yang paling utama menjaga kebersihan mulut adalah mencegah terbentuknya plak. Tindakan pencegahan mahal dan menimbulkan dampak yang merugikan; contoh: penambalan menggunakan amalgam. Amalgam mengandung merkuri, dapat masuk ke aliran darah dan mengakibatkan menurunnya fungsi motorik. Oleh sebab itu pencegahan yang terbaik adalah menjaga kebersihan mulut yang tidak identik dengan menggosok gigi. Beberapa abad yang lalu, di Timur Tengah, Afrika dan beberapa negara Asia, pada umumnya kaum muslim telah menggunakan bagian tanaman yang disebut siwak. Umumnya diambil dari pohon arak (Salvadora persica) untuk membersihkan mulut. Siwak mudah digunakan. Dapat menyikat dengan baik, memberi busa pada mulut, meningkatkan air liur dan ramah lingkungan. Siwak mengandung kurang lebih 19 zat, yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan mulut. Kandungan siwak antara lain: bahan antiseptik, asam tanat yang bersifat astringensia dan minyak atsiri meningkatkan air liur. Menurut World Health Organization Report Series (826), siwak dapat menghilangkan plak tanpa menyebabkan luka pada gigi. Karies gigi sering disebabkan oleh S. mutans. Bakteri ini mampu melekat pada permukaan gigi; memproduksi enzim glukuronil transferase. Enzim tersebut menghasilkan glukan yang tidak larut dalam air dan berperan dalam menimbulkanplak dan koloni pada permukaan gigi. Sedangkan B. melaninogenicus bersifat patogen pada  mulut dan infeksi gigi. Bakteri ini dijumpai pada retakan gigi, permukaan korona gigi, dan sebagai flora pada periodontitis lanjut. Penelitian ini menguji aktivitas antibakteri

Perlu diketahui bahwa sisa sisa makanan yang ada pada sela sela gigi, menjadikan lingkungan mulut yang sangat baik untuk aktivitas pembusukan yang dilakukan oleh berjuta juta bakteri yang dapat menyebabkan gigi belubang, gusi berdarah dan munculnya kista, selain itu  bakteri juga menghasilkan enzim yang fungsinya sebagai perusak yang memakan kalsium gigi sehingga menyebabkan gigi menjadi keropos dan berlubang bahkan pada beberapa keadaan bakteri juga menghasilkan gas sisa aktivitas pembusukan yang menyebabkan bau mulut tak sedap.

KANDUNGAN KIMIA SIWAK

fluoride, abrasive, antiseptik, astringent, deterjen, dan enzyme inhibitor

Penelitian kimiawi terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke-19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin dan resin. Kemudian ditemukan juga kandungan silika, sulfur dan vitamin C. Kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana trimetilamin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi. Klorida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silika dapat bereaksi sebagai penggosok. Kemudian keberadaan sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, adapun fluorida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan email dan mengurangi larutnya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri.

  1. Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluorida, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimetilamin, Salvadorin, Tannin dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi.
  2. Antibacterial Acids, seperti astringents, abrasive dan detergent yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi, menghentikan pendarahan pada gusi. Bahan bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
  3. Enzim yang mencegah pembentukan plak yang merupakan penyebab radang gusi dan penyebab utama tanggalnya gigi secara prematur.
  4.  Anti Decay Agent (Zat anti pembusukan) dan Antigermal System, yang bertindak seperti Penicilin menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah terjadinya proses pembusukan.
  5. Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.

Riset terakhir pada tahun 2007 yang dilakukan oleh para peneliti di perusahaan Wrigley dalam laporannya di Jurnal Agrikultur dan Kimia Bahan Pangan membuktikan bahwa batang kayu tanaman Magnolia (satu divisi dengan siwak, yaitu Magnoliofita) memiliki efek anti bakteri yang tinggi terhadap bakteri penyebab bau mulut.

Kayu siwak mempunyai kandungan zat antibakterial seperti nitrat, klorida, sulfat, tiosianat, trimetilamin, fluoride, vitamin C, mineral alami dan beberapa penelitian menyebutkan manfaat dari kayu siwak yang aman sebagai clean oral device (alat pembersih mulut) yang higienis.

Dari penelitian menunjukkan bahwa kayu siwak ( Salvadora persica ) mengandung bahan bahan kimia yang bermanfaat untuk menekan Aktifitas Mikrobial dan juga menghambat pertumbuhannya. Penelitian daya hambat kayu Siwak ( Salvadora persica ) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococus mutans yang pathogen terhadao mulut, dapat menunjukkan kemampuan kayu siwak sebagai salah satu Alternatif zat Antibakterial yang memang seharusnya dikembangkan sebagai komoditas oral Cleaner device ( Alat pembersih mulut ) yang higinis dan efektif dalam mencegah Periodontal disease. Penelitian terhadap Staphylococcus yang merupakan pathogen pada saluran pernafasan, kulit dan luka dapat pula menunjukkan bahwa kayu siwak bukan hanya efektif sebagai komponen Antibakterial mulut, namun juga efektif sebagai Antibakterial yang memiliki spectrum lebih halus.

Dari penelitian yang bertujuan untuk mengetahui potensi perasan kayu siwak sebagai antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Escherichia coli. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan yang terdiri dari satu faktor yaitu konsentrasi perasan siwak 0%, 0,20%, 0,19%, 0,18%, 0,17%. Perasan kayu siwak direndam selama 24 jam kemudian diujikan kepada Streptococcus mutans dan Escherichia coli. Pegujian antibakteri ini di Laboratorium Bilogi UMS bulan Oktober sampai Desember 2011. Hasil penelitian ternyata perasan kayu siwak tidak menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan Escherichia coli. Selanjutnya penelitian I dievaluasi dan dilakukan penelitian ulang dengan perlakuan berbeda sebanyak empat kali penelitian. Hasilnya perasan kayu siwak tetap tidak menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan Escherichia coli.

Kuman ini tidak aktif dalam orang yang sehat, namun dapat menular dan berbahaya jika sisa makanan berada di mulut dan antara gigi sampai terjadi fermentasi kuman yang dimana dapat menyebabkan bau busuk, gigi busuk atau garam pertumbuhan sekitar gigi yang dapat berakibat ( dental calculus ) atau radang gusi dan penyakit pada gusi.  Selain itu, kuman ini dapat berpindah ke daerah-daerah yang jauh di tubuh membuat berbagai infeksi, seperti radang perut, sinusitis atau tracheitis dan dapat menimbulkan abscess di berbagai tempat di dalam tubuh , apalagi ia dapat mengakibatkan pyotoxinemia penuh dengan darah atau kuman yang dapat menyebabkan panas ditubuh. Diketahui bahwa yang paling penting untuk menjaga dalam mulut adalah gigi, sehingga mereka mempunyai fungsi penting dan mereka dapat menjadi penyakit yang besar terhadap kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, gigi dilakukan penyikatan “siwaak” dapat mencegah penyakit ini, air liur yang sebenarnya memiliki kandungan garam kental dan jika mereka di permukaan yang jauh dari alam seperti pembersihan gerakan gerakan lidah atau tidak wajar seperti penyikatan gigi, garam ini akan deposit terutama di daerah yang mungkin menjadi pembentukan plak gigi.

Kemudian kuman bereaksi dengan sisa makanan, sugars terutama yang ada di mulut, pembentukan asam organik yang larut dengan glazur maka resiko dentine. Membusukkan gigi menjadi lebih besar ketika kelupaan membersihkan mulut dan gigi tetap dalam sunnah itu disebutkan bahwa nabi Mohammad menggunakan sikat dari kayu yang terbuat dari “al-araak” dan araak adalah pohon dari keluarga araakic yang selalu hijau.

Pada abad ke 20, mungkin ada yang ilmiah rahasia dibalik ini sepotong kayu. Jika orang Mulai menggunakan sikat gigi sejak seratus tahun yang lalu, umat Islam telah menggunakan gigi sticks yaitu siwak lebih dari 24 abad Dalam penelitian terhadap chemosynthesis jenis kayu araak yang digunakan untuk gigi kita tetap akan memakainya dengan memahami alasan di balik pilihan kenapa Nabi memakai dan menyarankan memakai kayu arak untuk siwak karena juga nabi yang mendapat wahyu Allah dalam setiap dia bicara konfirmasi kandungan yang diambil dari kayu Al-araak yaitu mengandung turf dimana berisi sejumlah empedu dan merupakan zat antiseptik yang dapat membersihkan diteruskan sampai di ulemorrhagia dan memperkuat lambung , juga Kandungan Sinnigrin, sebuah bahan yang sangat kuat dengan bau khas dari kayu yang membantu menghilangkan kuman Pemeriksaan Mikroskopi yang terdapat pada bagian kayu siwak hasil yang didapatkan yaitu silika kristal dan acidosis kapur yang berguna dalam menghilangkan noda gigi dan kalkulus.

Selain itu, Al-Dr.Tariq Korey menyatakan bahwa ada kandungan khlorida dan silika; ini adalah zat yang merupakan ekstra whitening atau zat khusus untuk memutihkan gigi secara alami, juga kandungan subtansi gummatous yang melindungi email gigi dan dapat mencegah dan melindungi gigi terhadap cariosity atau caries . ini menunjukkan bahwa kandungan vitamin C dan amine mencegah kerusakan pada bagian gigi , dan bahan sulfuric mencegah proses membusukkan gigi atau pengeroposan tulang.

KHASIAT DAN MANFAAT

Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi dengan camouran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran butiran bubuk siwak, karena butiran butiran tersebut mampu menjangkau sela sela gigi sempurna dan mengeluarkan sisa sisa makanan yang masih bersarang pada sela sela gigi. Sehingga banyak perusahaan perusahaan didunia menyertakan bubuk siwak kedalam produk pasta gigi mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan.

Menurut Lewis ( 1982 ) penelitian kimia terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke 19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, flour, Trimetilanin, dan uga resin. Kemudian dari hasil penelitian ditemukan silica, sulfur, dan vitamin C. kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana Trimetilanin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi. Korida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silica dapat bereaksi sebagai penggosok. Kemudian keberadaan Sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, Adapun Florida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan Email dan mengurangi larutnya tehadap Asam yang dihasilkan oleh Bakteri.

SIWAK SEBAGAI ZAT ANTIBAKTERIAL

Darout ( 2000 ) melaporkan bahwa Anti Mikrobial dan efek pembersih pada miswak telah ditunjukkan oleh variasi kandungan kimiawi yang dapat terdeteksi pada ekstraknya. Effek ini dipercaya berhubungan dengan tingginya kandungan Sodium klorida dan Pottasium klorida seperti Salvadourea dan Salvadorine, saponin, tannin, Vitamin C silica dan resin juga Cynogenik glycoside dan Benzylsothio cyanate. Hal ini diloporkan bahwa komponen anionic alami terdapat pada spesies tanaman ini yang mengandung agen Antimikrobial yang melawan bakteri. Nitrat ( No3) dilaporkan dapat mempengaruhi transportasi proline pada Echerichia coli seperti juga pada aldosa dari E.coli. Nitratjuga mempengaruhi transport aktif oksidatif fosforilasi dan pengambilan oksigen oleh Pseudomonas sehingga dapat terhambat.

 

 

  

BAB III

PENUTUP

 

3.1  KESIMPULAN

Dari pembahasan makalah diatas dapat disimpulkan beberapa hal penting diantaranya yaitu:

  1. Bersugi atau bersiwak adalah suatu perbuatan bagi membersihkan mulut dan gigi. Bersugi hukumnya adalah sunat
  2. Siwak adalah alat pembersih gigi yang memiliki keunggulan karena terbukti mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi. Siwak juga berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut.
  3. Kandungan Kimia Siwak diantaranya fluoride, abrasive, antiseptik, astringent, deterjen, dan enzyme inhibitor
  4. Beberapa Siwak, Miswak ata kayu Sugi Solat dengan bersugi lebih baik daripada 70 rakaat solat yang tidak bersugi, Menyucikan mulut dan gigi, Mendapat keredaan Allah, Mencergaskan otak, Mencerahkan mata, Melambatkan tumbuh uban, Mengurangkan bongkok dan sakit buah pinggang, Melipatgandakan pahala, Mengingatkan dua kalimah shahadat ketika hampir mati, Enzim zat pada kayu sugi mengharumkan gigi & baik untuk mulut, Syaitan tidak gemar berada dalam mulut orang yang bersugi (Mulut terpelihara), Memberi Nur kepada wajah yang selalu menggunakannya

 

3.2  SARAN

Dibutuhkannya bimbingan yang lebih dari bapak atau ibu dosen guna penulisan makalah  yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Materia Medika

Indonesia. Ed.

Dunning JM. Principle of Dental Public Health. 2nd ed. Massachussetts:

Harvard

Evika, Sandi Savitri. 2008. Rahasia tumbuhan berkhasiat obat Perspektif

Islam. Malang: UIN press

G, John. 1996. Hasil Hutan Dan Ilmu Kayu , suatu pengantar. Yogyakarta.

UGM. Press

Hariana, arief. 2007. Tumbuhan obat dan khasiatnya seri 3 .Jakarta: Penebar

Swadaya

Hoowink B, et. al. Ilmu kedokteran Gigi Pencegahan. Yogyakarta: Gajah Mad

University

Jakarta: Departemen Kesehatan, 1969: 513-540. Philadelphia: W.B.Saunders Company, 1992: 110-116. Press, 1993: 275-76.

Shulman, et. al. The Biological and Clinical Basis of Infectious Disease. 5th ed.

University Press, 1975: 40.

Zaenab1, Mardiastuti HW2, VP Anny3, B Logawa2. 2004. UJI ANTIBAKTERI

SIWAK (Salvadora persica Linn.) TERHADAP Streptococcus mutans (ATC31987) DAN Bacteroides melaninogenicus. MAKARA, KESEHATAN, VOL. 8, NO. 2, DESEMBER 2004: 37-40 37

TUGAS TANAMAN BERDASARKAN FUNGSI

( SEBAGAI TANAMAN PELINDUG DAN PENEDUH JALAN )


Dosen pengampuh:

Drs. Sulisetjono, M,Si

Ainun Nikmatul laiy M,Si

Oleh kelompok: I

Hariyanti 10620088

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

FAKULTAS SAINS DAN TEGNOLOGI

JURUSAN BIOLOGI

2012

MACAM TANAMAN BERDASARKAN FUNGSI ( SEBAGAI TANAMAN PELINDUG DAN PENEDUH JALAN )

Ada beberapa jenis tanaman yang berfungsi sebagai pelindung dan peneduh jalan yaitu diantaranya akan dijelaskan dibawah ini yaitu:

                                                                        

                                                                                   POHON MANGGA

       DESKRIPSI

Mangga (Mangifera indica) merupakan adalah meru[akan tanaman buah yang termasuk tanaman anggota kelas Magnoliopsida, Dengan ordo Sapindales, Dan Famili Anacardinaceae, Genus Mangifera. Marga Mangifera terdiri dari 30 sampai 45 anggota dan suku Anacardiaceae. Tanaman magga berasal dari daerah perbatasan antara India dan Birma ( myanmar ) sekitar 1500 tahun yang lalu (Komandoko. 2008 )

 

 

                                                                         Lumbang, pasuruan. Jawa timur

 

Batang taman mangga tinggi dan besar. Dengan ketinggian dapat mencapai 40 meter bahkan lebih. Batang kulit pohon ini berwarna cokelat muda, Cokelat tua, kelabu hingga kehitam hitaman. Bertajuk rimbun yang melebar hingga 10 meter.  Daunnya bertangkai panjang dan berbentuk jorog yang agak liat. Warnanya hijau tua berkilat. Daun mudanya berwarna kemerah merahan, keungu unguan atau kekuning kuningan.

Buahnya[1] berdaging dengan ukuran dan bentuk yang berbeda beda tergantung dengan jenisnya. Kulit buah agak tebal dan berbitik bintik, Dan warnanya hijau kekuning kuningan ketika masih muda dan kuning kemerah merahan jika telah masak. Daging buah berwarna merah jingga, kuning atau krem jika telah masak. Daging buahnya ada yang berserabut dan ada yang tidak. Rasa buahnya sebagian besar berasa manis namun juga ada yang berasa masam. Biji buahnya berwarna keputih putihan, gepeng memanjang, Mengayu dan berserat.

Mangga biasanya bisa langsung dimakan, baik yang telah masak maupun yang belum masak atau yang masih muda, yang biasanya dirujak. Biji buah dan daun bisa digunakan untuk pakan ternak, sementara daunnya yang masih muda bisa juga dijadikan lalap bagi yang menyukainya. Kayu tanaman ini bisa dijadikan bahan pembuatan perabotan rumah tangga namun tidak baik digunakan untuk bahan bangunan, Alternatif lainnya adalah bahwasannya kayu tanaman ini juga dapat dijadikan kayu bakar atau dijadikan arang.[1]

Sedangkan beberapa Deskripsi pohon mangga yang disebutkan dalam buku FLORA karangan steeniis menyebutkan bahwa mangga termasuk kedalam jenis pohon dengan ketinggian antara 8-30 meter. daunnya bertangkai dan berbentuk lanset memanjang, dengan ujung runcing dan pangkalnya tumpul atau membulat. Pada kedua sisi tulang daun tengah terdapat 12-25 tulang daun samping, yang muda dan menggantung lemas, berwarna ungu tua. Bunga berkelamin campuran dan berumah satu. Malai panjang 6-40 cm, dan kerakali berambut rapat. Dan anak tangkainya berukuran 2-4 mm. Bunganya kerap kali berbilangan 5. Daun kelopaknya bulat telur memanjang, dengan panjang 2-3 mm. daun mahkota bula telur memanjang, Gundul, putih kemudian kerap kali berwarna keunguan dengan 3 tulang daunnya berwarna kekuningan atau ungu, panjangnya 3-5 mm. Benang sarinya sama panjagnya dengan mahkota, Sta[2]minodianya sangat pendek seperti benang sari yang tertancap pada tonjolan dasar bunga. Tonjolan berbentuk bantal. Buah sangat berubah ubah bentuk, besar dan warnanya, bentuk bola sampai Ellipsoid, dengan pangkal yang miring, panjang 4-25 cm. daging buah kuning atau orange, berserabut atau tidak. Biji batu berdinding tebal dengan masa perbuahan antara juni-oktober. 1-500 terutama didaerah dengan musim kemarau yang kuat, ditanam untuk buahnya.

Nama umum

Indonesia: Mangga, pelem, buah, pelem kecik

Inggris       : Mango

Melayu      : Ampelam, Mangga,

Vietnam    : Xoài

Thailand    : Mamuang (Ma muang, Mak mouang)

Pilipina      : Mangang kalabau, Mangga
(www. Plantamor.com)

KLASIFIKASI
Kingdom  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom   Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi   Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas   Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas   Rosidae
Ordo  Sapindales
Famili: Anacardiaceae
Genus: Mangifera
Spesies: Mangifera indica L.

KERABAT DEKAT

Kemang, Embacang, Kuweni, Embacang, Mangga Kasturi, Gedebe

SEJARAH MANGGA

Sejarah pohon mangga yang telah lama tumbuh di berbagai pulau di Indonesia ini, menurut perkiraan para ahli berasal dari daerah sekitar Bombay dan daerah di sekitar gunung Himalaya, kemudian dari daerah tersebut menyebar keluar daerah, diantaranya ada yang sampai di Amerika Latin, terutama Brasil, sebagian ke benua Afrika, juga negeri-negeri di kawasan Asia Tenggara, seperti Vietnam, kepulauan Filipina dan Pulau Jawa.
Di India, buah mangga kadang-kadang dijadikan makanan pokok jika terjadi musim paceklik atau kekurangan bahan makanan. Kebiasaan ini sudah berpuluh-puluh abad lalu, oleh sebab itu orang India gemar menanam pohon mangga. Bagi bangsa Hindu pohon mangga sering dianggap pohon suci, penjelmaan Prajapati yang menjadikan langit dan bumi. Cerita-cerita suci yang demikian merupakan bukti sejarah bahwa pohon mangga telah lama dibudidayakan dan dihargai orang.
Tidak semua pohon mangga yang tumbuh di kepulauan Indonesia memberikan hasil yang baik, akan tetapi yang bisa tumbuh baik hanya di beberapa daerah saja, misalnya pulau Jawa dan Madura. Menurut Terra (1932) jumlah pohon mangga (terhitung juga kuweni, kebembam, kemang, dan embacang) di seluruh pulau Jawa kira-kira 5 juta. Diantara sekian banyak ini kira-kira 2,5 juta pohon mangga yang sebenarnya (Magnifera indica). Namun pada saat ini, jumlah tersebut tinggal 30% – 40% saja. Hal ini disebabkan oleh menyempitnya ladang dan banyaknya pohon tua yang mati dan usaha untuk meremajakan kembali begitu lambat.

pohon mangga ialah pohon yang menghasilkan buah mangga, dimana buah mangga ialah produk penting dari hortikultura..
untuk itu, perlu juga mengetahui sejarah pohon manggA.

                                                                                 POHON MAHONI

NAMA LOKALMAHONI ( Swietenia mahagoni (L.) Jacq. )

Mahagoni, Maoni, Moni

Indonesia: Mahoni

Pilipina: mahogany

PEMANFAATAN

Bagian yang dipakai: Biji, dikeringkan lalu digilig halus[3]

 

 

KLASIFIKASI
Kingdom   Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi   Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi   Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas   Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas  Rosidae
Ordo  Sapindales
Famili   Meliaceae
Genus   Swietenia
Spesies   Swietenia mahagoni (L.) Jacq.

(www. Plantamor.com)

DESKRIPSI

Mahoni[4] adalah anggota suku Meliaceae yang mencakup 50 genera dan 550 spesies tanaman kayu. Mahoni merupakan tanaman yang berasal dari Hindia Barat dan Afrika dapat tumbuh subur bila tumbuh di pasir payau dekat dengan pantai. Mahoni dikelompokkan menjadi dua, mahoni berdaun kecil (Swietenia mahagoni Jacg.) dan mahoni berdaun besar (Swietenia macrophylla King). Keduanya termasuk dalam keluarga Meliaceae. Mahoni dapat tumbuh dengan subur di pasir payau dekat dengan pantai dan menyukai tempat yang cukup sinar matahari langsung. Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang mampu bertahan hidup di tanah gersang sekalipun. Walaupun tidak disirami selama berbulan-bulan, mahoni masih mampu untuk bertahan hidup. Syarat lokasi untuk budi daya mahoni diantaranya adalah ketinggian lahan maksimum 1.500 meter dpl, curah hujan 1.524-5.085 mm/tahun, dan suhu udara 11-36 C.

Mahoni termasuk pohon besar dengan tinggi pohon mencapai 35-40 m dan diameter mencapai 125 cm. Batang lurus berbentuk silindris dan tidak berbanir. Kulit luar berwarna cokelat kehitaman, beralur dangkal seperti sisik, sedangkan kulit batang berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda, berubah menjadi cokelat tua, beralur dan mengelupas setelah tua. Mahoni baru berbunga setelah berumur 7 tahun, mahkota bunganya silindris, kuning kecoklatan, benang sari melekat pada mahkota, kepala sari putih, kuning kecoklatan. Buahnya buah kotak, bulat telur, berlekuk lima, warnanya cokelat. Biji pipih, warnanya hitam atau cokelat. Mahoni dapat ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-ternpat lain yang dekat dengan pantai, atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung. Tanaman yang asalnya dari Hindia Barat ini, dapat tumbuh subur bila tumbuh di pasir payau dekat dengan pantai.

Mahoni tumbuh liar dihutan jati dan ditempat tempat lain yang dekat dengan pantai atau ditepi jalan sebagai pohon pelindung. Tanaman ini berasal dari hindia bagian barat dan tumbuh subur dipasir payau dekat pantai. Merupakan pohon tahunan dengan tinggi 5-25 m, dan berakar tunggang yang juga tergolong kelas dicotyledon. Batangnya bulat dan banyak bercabang dan kayunya bergetah. Daunnya majemuk menyirip genap dengan helaian daun bentuknya bulat telur, dimana ujung dan pangkalnya meruncing, tepi rata, tulang menyirip dengan panjang 3-15 cm. Daun mudanya berwarna merah dan setelah tua berwarna hijau. Bunganya bunga merupakan tersusun dalam karangan yang keluar dari ketik daun. Ibu tangkainya silindris dengan warnanya cokelat muda. Kelopak bunga lepas satu sama lain, bentunya seperti sendok, warnanya hijau, Mahkotnya berbentuk Silindris, Berwarna kecoklatan, dan benang sarinya melekat pada mahkota, kepala sari putih, kuning kecokelatan. Mahoni baru berbunga setelah berumur 7 tahun. Buahnya merupakan buah kotak, bulat telur, berlekuk lima berwarna cokelat, Bijinya pipih berwarna hitam atau cokelat. Mahoni merupakan penghasil kayu keras dan digunakan untuk keperluan perabot rmah tangga serta barang ukiran. Untuk perbanyakannya yaitu dengan menggunakan Biji.

KANDUNGAN KIMIA

Mahoni mengandung saponin dan flvonoida

KEGUNAAN

Tekanan darah tinggi ( Hipetensi ), Kencing manis, kurang nafsu makan, Reumatik, Demam Masuk angin, Ekzema

MANFAAT SECARA UMUM

Buah mahoni yang telah matang.

Struktur buah mahoni[5] di bagian luar tertutup oleh kulit yang bisa terbelah menjadi lima bagian. Saat buah matang di pohon maka kulit terbelah sendiri dan jatuh terbawa angin. Kulit yang terbuang ini berserakan menjadi sampah. Melihat struktur kulit buah yang menyerupai tempurung dan bersifat keras, maka sangat mungkin untuk dijadikan bahan baku karbon aktif atau arang karbon. Hanya saja permasalahannya mungkin jumlahnya hanya tersedia pada saat musim berbuah saja sekitar setahun dua kali.

Pada masa pertumbuhan pohon ini sebenarnya ada beberapa produk yang bisa diambil dari pohon mahoni ini. Kalau saat saya kecil, yang menarik dari pohon mahoni ini adalah bermain-main dengan bagian biji buah yang terlindung tempurung keras. Biji buah mahoni memiliki struktur yang unik dengan bagian kelopak memanjang. Kalau buah matang di pohon dan tempurungnya terbelah menjadi lima, maka sebagian biji akan jatuh dengan gerakan berputas seperti baling-baling helikopter. Hal ini tentu saja menarik anak-anak untuk mencoba sendiri untuk dijadikan mainan, caranya adalah dengan jalan dilemparkan ke ketinggian dan setelah itu akan jatuh berputar-putar kembali. Asal tangkai tidak patah biasanya dapat digunakan kembali.

Kulit batang pohon mahoni[6]

Masih ada bagian tanaman lagi yang dapat diambil dari pohon mahoni ini yakni kulit batang pohonnya. Kulit batang pohon mahoni dalam periode waktu tertentu akan mengelupas dan dapat dilepas dari batang kayunya. Jika diintensifkan maka pengambilan bagian kulit kayu ini akan merupakan satu komoditi yang bernilai tinggi. Dari bagian serpihan kulit kayu ini dapat digunakan sebagai sumber pewarna alami misal untuk batik. Bahan ini dapat diekstrak untuk menghasilkan perwarna dengan rona coklat kemerahan.

Terakhir sendiri adalah pada saat memasuki pertengahan musim kemarau, pohon mahoni seperti juga pohon jati sering merontokkan daun-daun yang ada sehingga habis sama sekali. Setelah memasuki musim hujan maka tunas daun akan bermunculan kembali seperti biasa sehingga membesar dengan lebat. Saat rontok inilah akan dihasilkan sampah daun dalam jumlah yang cukup besar. Seringkali orang membakarnya karena membikin kotor halaman atau jalan. Kalau mau diolah, sebenarnya sampah daun mahoni yang rontok ini dapat dikumpulkan untuk dijadikan kompos. Proses pengomposan dedaunan ini mungkin jauh lebih mudah karena ukuran daun yang relatif sudah kecil sehingga tidak perlu dicacah dan juga daun sudah dalam keadaan kering.

                    Kersen (Muntingia calabura .L)

NAMA LOKAL
Muntingia calabura L.  capulin blanco, cacaniqua, nigua, niguito (bahasa Spanyol); Jamaican cherry, Panama berry, Singapore cherry (Inggris) dan nama yang tidak tepat, Japanse kers (Belanda), yang lalu dari sini diambil menjadi kersen dalam bahasa Indonesia. Nama ilmiahnya adalah Muntingia calabura L. Nama-nama lainnya di beberapa negara adalah: datiles, aratiles, manzanitas (Filipina), mât sâm (Vietnam); khoom sômz, takhôb (Laos); takhop farang (Thailand); krâkhôb barang (Kamboja); dan kerukup siam (Malaysia)[7]

KLASIFIKASI
Kingdom  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom   Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi   Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas   Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas  Dilleniidae
Ordo  Malvales
Famili   Elaeocarpaceae
Genus  Muntingia
Spesies  Muntingia calabura L.

(www. Plantamor.com)

DISKRIPSI

Kersen atau talok adalah nama sejenis pohon dan buahnya yang kecil dan manis. Di beberapa daerah, seperti di Jakarta, buah ini juga dinamai ceri (untuk buah bernama ceri yang lain, lihat pada: ceri). Di Lumajang, anak-anak menyebutnya baleci.

Perdu atau pohon kecil, tinggi sampai 12 m, meski umumnya hanya sekitar 3-6 m saja. Selalu hijau dan terus menerus berbunga dan berbuah sepanjang tahun.

Cabang-cabang mendatar, menggantung di ujungnya; membentuk naungan yang rindang. Ranting-ranting berambut halus bercampur dengan rambut kelenjar; demikian pula daunnya.

DAUN

Daun-daun terletak mendatar, berseling; helaian daun tidak simetris, bundar telur lanset, tepinya bergerigi dan berujung runcing, 1-4 × 4-14 cm, sisi bawah berambut kelabu rapat; bertangkai pendek. Daun penumpu yang sebelah meruncing bentuk benang, lk. 0,5 cm, agak lama lalu mengering dan rontok, sementara sebelah lagi rudimenter.

BUAH

Buah kersen atau talok sering dijumpai di pinggir-pingir jalan dan digunakan sebagai tumbuhan peneduh. Secara ilmiah, buah kersen disebut dengan Muntingia calabura L., yang termasuk dalam keluarga tanaman Elaeocarpaceae. Selain di Indonesia, kersen juga banyak dibudidayakan di daerah hangat di seluruh dunia, seperti India, Asia Tenggara, Malaya, Indonesia, Filipina dan di banyak tempat lain.

Buah buni bertangkai panjang, bulat hampir sempurna, diameter 1-1,5 cm, hijau kuning dan akhirnya merah apabila masak, bermahkota sisa tangkai putik yang tidak rontok serupa bintang hitam bersudut lima. Berisi beberapa ribu biji yang kecil-kecil, halus, putih kekuningan; terbenam dalam daging dan sari buah yang manis sekali. Buahnya yang merah dan manis tersembunyi di bawah daun

BUNGA

Bunga dalam berkas, berisi 1-3(-5) kuntum, terletak di ketiak agak di sebelah atas tumbuhnya daun; bertangkai panjang; berkelamin dua dan berbilangan 5; kelopak berbagi dalam, taju meruncing bentuk benang, berambut halus; mahkota bertepi rata, bundar telur terbalik, putih tipis, gundul, lk. 1 cm. Benang sari berjumlah banyak, 10 sampai lebih dari 100 helai. Bunga yang mekar menonjol keluar, ke atas helai-helai daun; namun setelah menjadi buah menggantung ke bawah, tersembunyi di bawah helai daun. Umumnya hanya satu-dua bunga yang menjadi buah dalam tiap berkasnya.

POHON TALOK

Pohon kersen khususnya berguna sebagai pohon peneduh di pinggir jalan. Pohon kecil ini awalnya sering tumbuh sebagai semai liar di tepi jalan, selokan, atau muncul di tengah retakan tembok lantai atau pagar, dan akhirnya tumbuh dengan cepat –biasanya dibiarkan saja– membesar sebagai pohon naungan. Sebab itulah pohon kersen ditemukan di wilayah perkotaan yang ramai dan padat, di tepi trotoar dan lahan parkir, di tepi sungai yang tidak terurus atau di tempat-tempat yang biasa kering berkepanjangan..

MANFAAT
BATANG
Kayu kersen lunak dan mudah kering, sangat berguna sebagai kayu bakar. Kulit kayunya yang mudah dikupas digunakan sebagai bahan tali dan kain pembalut. Daunnya dapat dijadikan semacam teh.

POHON RANDU  (Ceiba petandra)

 KLASIFIKASI

Kingdom     Plantae
Divisi         Magnoliophyta
Class         Magnoliopsida
Ordo          Malvales
Famili        Malvaceace (Bombaceae)
Genus         Ceiba
Spesies        Ceiba petandra

                                                                                                          (Tjitrosoepomo,2005)

                               

DESKRIPSI

Kapuk randu atau kapuk (Ceiba pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae (sebelumnya dikelompokkan ke dalam famili terpisah Bombacaceae), berasal dari bagian utara dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia, dan (untuk varitas C. pentandra var. guineensis) berasal dari sebelah barat Afrika. Kata “kapuk” atau “kapok” juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan dari bijinya. Pohon ini juga dikenal sebagai kapas Jawa atau kapok Jawa, atau pohon kapas-sutra. Juga disebut sebagai Ceiba, nama genusnya, yang merupakan simbol suci dalam mitologi bangsa Maya(Stenis,1976)

Randu juga merupakan tumbuhan yang meranggas atau menggugurkan daunnya begitu musim kemarau tiba. Uniknya pohon yang berkayu lunak ini, begitu daunnya habis justru bunganya mulai bermunculan. Munculnya bunga randu (juga untuk bunga dhadhap dan turi) sering dijadikan sebagai pertanda datangnya musim dingin (bhs. Jawa: mbedhidhing) oleh orang Jawa. Tentu musim dingin di Indonesia, khususnya di Jawa tidak sama (tidak sedingin) dengan musim dingin di daerah lintang sedang dan kutub (Tampubolon, A.S., 1967).

Pohon randu sering juga disebut kapuk randu. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia (Ensiklopedia Bebas) bahwa randu termasuk kerajaan: Plantae, divisi: Magnoliophyta, kelas: Magnoliopsida, Ordo: Malvales, famili: Malvaceae (Bombacaceae), genus: Ceiba, spesies: C. pentandra. Masih menurut Wikipedia bahasa Indonesia, bahwa tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan, Amerika Tengah, Karibia, Afrika bagian barat. Tumbuhan ini kemudian tersebar di Jawa, Malaysia, dan Philipina. Tinggi pohonnya bisa mencapai antara 60m–70m dengan diameter batang bisa mencapai 3m. Menurut kelas-kelas vegetasi dalam biosfer, randu termasuk dalam biocycle daratan, biochore (bioma) hutan, khususnya hutan (tumbuhan) musim. Artinya, ketika musim kemarau tumbuhan ini akan menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan melalui daunnya. Berdasarkan hal tersebut, pohon randu sering dikelompokkan pada kelompok vegetasi tropofit. Sedangkan berdasarkan klasifikasi tumbuhan berdasarkan kebutuhan airnya, pohon randu termasuk kelompok vegetasi mesofit. Perbanyakan tumbuhan ini bisa melalui biji atau stek batang (Tjitrosoepomo,2005)

MANFAAT

(1) Kayunya dapat digunakan untuk kotak/peti untuk mengemas buah-buahan, dan barang-barang lainnya. (2) Daunnya bisa untuk pakan ternak. (3) Buahnya yang masih sangat muda oleh sebagian orang Jawa digunakan untuk rujak. Sedang buah yang sudah tua dan kering berisi serat yang berwarna putih sampai putih kusam. Serat ini sering dipakai untuk bahan pengisi bantal dan kasur, serta untuk keperluan-keperluan sejenis. Di antara serat-serat tersebut terdapat biji randu yang berbentuk bulat kasar berwarna hitam. Biji ini pada masa lalu oleh sebagian orang Jawa digoreng tanpa minyak untuk penganan/camilan. Biji randu ini bila digoreng akan mengeluarkan minyak dalam jumlah kecil(Syamsuhidayat,1991)

POHON ASAM JAWA  ( Tamarindus indica)

A.Klasifikasi


Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus: Tamarindus
Spesies: Tamarindus indica L     

                                                                                                                              (Tjitrosoepomo,2005)   

                                                             

                                              

Deskripsi

tangkai anak daun T. indica

anak daun T. indica

 Ibu tangkai daun

                                                                                                                (Tjitrosoepomo,2005)

A. DAUN (FOLIUM)

Daun pada tanaman Tamarindus indica ini termasuk ke dalam daun majemuk, yang lebih spesifik lagi merupakan daun majemuk menyirip genap karena saling berhadapan.. Duduk daun bergantian, daun majemuk dengan 8 – 18 pasang anak daun, panjang anak daun 1 – 3,5 cm.

Dalam tanaman T. indica ini termasuk ke dalam daun bertangkai yang memiliki bagian tangkai dan helaian daun saja, yaitu (Von Maydell 1986 ):

1.       Tangkai daun (petioulus)

Tangkai daun T. indica memiliki penampang melintang yang bulat dan kecil. Tangkainya juga memiliki panjang ± 0,2 cm dan berwarna hijau.

2.       Helaian daun (lamina)

Bangun Daun (Circumscriptio)

Memiliki bagian daun terlebar di tengah-tengah helaian daun, yaitu bangun memanjang (oblongus), yaitu perbandingan panjang dan lebar daunnya 2,5-3:1. Dimana T. indica memiliki panjang daun sampai 15 cm, lebarnya 0,5-1 cm.

Ujung Daun (Apex Folii)

Memiliki ujung daun yang tumpul atau obtusus.

Pangkal Daun (Basis Folii)

Termasuk ke dalam jenis pangkal daun membulat atau rotundatus.

Susunan tulang-tulang daun (Nervatio atau Vernatio)

Memiliki susunan pertulangan daun yang meyirip (penninervis), jadi biasanya disebut daun majemuk menyirip.

Tepi Daun (Margo Folii)

Termasuk ke dalam tepi daun yang rata (integer).

Daging Daun (Intervenium)

Memiliki daging daun yang tipis lunak.

Warna Daun : Hijau

Permukaan Daun : Halus

B. BATANG (CAULIS)

Tamarindus indica merupakan tanaman yang berbatang jelas, dengan batang yang biasanya keras dan kuat yang disebut dengan batang berkayu (lignosus). Bentuk batang bulat (teres), dengan pohon yang selalu tegak (fastigiatus) karena jika sudut antara batang dan cabang amat kecil, sehingga arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja sedikit serong ke atas, tetapi selanjutnya hampir sejajar dengan batang pokoknya, dan pada permukaan banyak memperlihatkan adanya lenti sel (Stenis,1976)

Pohonnya selalu hijau, tinggi sampai 30 m dengan lebat dan menyebar, serta memiliki cabang  yang pendek (virgula atau virgula sucrescens). Serta termasuk kedalam percabangan simpodial yaitu batang pokok sukar dibedakan karena perkembangan selanjutnya mungkin lalu menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibanding dengan cabangnya, serta memiliki warna coklat muda (Stenis,1976)

C. AKAR (RADIX)

Akar dari tanaman Tamarindus indica ini termasuk ke dalam golongan akar tunggang (radix primaria) yang menembus ke dalam tanah. Biasanya pada akar terdapat bagian-bagian seperti : leher akar (collum), ujung akar (apex radicis), batang akar (corpus rasicis), cabang-cabang akar (radix lateralis), serabut akar (fibrilla radicalis), rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis), dan tudung akar (calyptra)(Tjitrosoepomo,2005).

 

D. BUNGA (FLOS)

 tangkai bunga (pedicellus)

dasar bunga (receptacullum)

putik (pistillUM)

benang sari (stamen)

mahkota (petala)

kelopak(sepala)

Bunga T. indica

Termasuk ke dalam bunga majemuk (Anthotaxis, Inflorescentia) yang terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut(Arisandi,2008):

1.  Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu : ibu tangkai bunga (pendiculus, pendunculus communis atau rachis), tangkai bunga (pedicellus), dan dasar bunga (receptacullum).

2.  Bagian- bagian yang bersifat seperti daun, yaitu : daun-daun kelopak (sepala), daun-daun mahkota (petala), benang sari (stamen), dan daun-daun buah (carpella) penyusun putik (pistillum).

Bunga termasuk bunga lengkap karena memiliki daun kelopak, daun mahkota, benang sari dan putik sebagai alat kelamin, dengan demikian juga disebut sebagai bunga hermaphrodite karena memiliki 2 alat kelamin bunga yaitu benang sari sebagai alat kelamin jantan dan putik sebagai alat kelamin betina. Bunga T. indica ini berukuran kecil. Selain itu bersimetri banyak (polysimetris), memiliki kelopak yang termasuk ke dalam polysepalus atau antara kelopak yang satu dengan yang lainnya saling lepas.

Pada mahkotanya saling lepas atau disebut polypetalus dengan warna kekuning-kuningan  dan coretan merah muda, berjumlah 5 – 10 dalam tangkai sepanjang 3 – 5 cm dengan umumnya bermahkota kecil. Benang sarinya duduk di atas kelopak yang dinamakan Calyciflorae. Putiknya termasuk putik tunggal (simplex).

BUAH (FRUCTUS)

Termasuk ke dalam buah sejati tunggal (buah sungguh) dan kering. Dimana mengandung banyak atau lebih dari satu biji dan jika masak dapat pecah menjadi beberapa bagian buah (mericarpia). Lebih spesifik lagi T. indica termasuk buah kotak yang digolongkan ke buah polong (legumen), yang mempunyai daging dan jika masak juga tidak pecah. Buahnya yang berbentuk seperti polong itu tidak merekah dan ketika kering akan rapuh, panjangnya mencapai 5 – 15 cm dengan tebal 2,5 cm, agak melengkung dan membungkus biji. Kulit cangkang luar lunak dan daging buahnya asam. Daging buahnya asam sedap dan kulit buahnya coklat. Terdapat 1 – 10 biji setiap polong, dibungkus oleh daging buah yang lengket. Waktu muda daging buahnya berwarna putih kehijauan dan sesudah tua menjadi coklat. Daging buah tersebut biasa dipakai untuk mengasamkan makanan, dibuat sirup, bahkan bisa dipakai untuk membersihkan barang-barang logam yang warnanya berubah kehitaman. Daging buah yang sudah tua kadang-kadang diolah (ditanak) agar tahan lama. Karena warnanya menjadi kehitam- hitaman, maka disebut asam kawak (Stenis,1976)

BIJI (SEMEN)

Dalam satu kilogram terdapat 1.800 – 2.600 benih. Dimana memiliki panjang sampai 18 mm, bentuk tidak teratur, warna : kemerah-merahan, coklat tua atau hitam mengkilat.

Ada 3 bagian utama biji (Stenis,1976) :

  1. Kulit biji (spermodermis)

Memiliki kulit luar (testa) keras yang halus sedangkan lapisan tengah (sclerotesta) yang kuat dan keras, serta lapisan kulit dalam (endotesta) yang biasanya tipis seperti selaput, yang juga disebut sebagai kulit ari.

  1. Tali Pusar (funiculus)

Jika masak biasanya biji terlepas dari tangkai biji atau tali pusarnya dan biasanya tampak bekas yang dikenal pusar biji.

  1. Inti biji (nucleus seminis)

Terdiri dari lembaga (embryo) sebagai calon individu baru dan putih lembaga (albumen) berupa jaringan cadangan makanan untuk permulaan pertumbuhan kecambah sebelum dapat mencari makanan sendiri.

   Kecambah (Plantula)

Merupakan tumbuhan yang masih kecil dan belum lama  muncul dari biji, dan masih menggunakan cadangan makanan yang berasal dari biji. Tanaman T. indica ini memiliki perkecambahan di atas tanah (epigaeis) yaitu jika pada perkecambahan karena pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga, daun lembaganya lalu terangkat ke atas dan muncul di atas tanah. Dimana kecambah pada T. indica berwarna hijau (Tampubolon,1967).

Manfaat dari pohon asam jawa terletak pada setiap bagian pohonnya.
Daging buah asam biasanya dibuat agar-agar, sirup atau manisan. Inti kayu berat dibuat menjadi kayu halus dan dijadikan bahan pahatan. Benih dibakar atau digoreng sehingga dapat dimakan. Buahnya dipakai sebagai obat dan sekarang sudah termasuk dalam hampir semua daftar farmakope. Asem Jawa merupakan tanaman obat-obatan yang digunakan kurang lebih di 23 negara. Daging buah rasanya segar dan merupakan obat pencahar ringan. Buah tua (asem kawak) berguna sebagai obat karena mengandung minyak yang tidak termasuk minyak terbang (madu asem). Asem kawak bila dicampur air biasanya digunakan sebagai obat gugur. Bagian lain tumbuhan ini juga digunakan sebagat obat. Daging buah mengandung persentasi tinggi dalam asam tartar yang merupakan bahan utama untuk Fruit Salts, buatan Inggris. Daun muda berguna sebagai obat luar untuk borok, encok, bisul, ekaema. Sifat yang membentuk agar-agar asam-gula bersumber dari karbohidrat yang terdiri dari xylose, sakar anggur dan lain-lain (Dalla,1993).

 

Daftar pustaka

 

Arifin. M. 2000. Budidaya dan Pemanfaatan pohon beringin . Jakarta : Pustaka pelajar

Arisandi, Yohanes. 1999. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama,

Arisandi,Yohana.2008. Khasiat Tanaman Obat. Jakarta : Pustaka Buku murah

Bangun. A. p.Dr. Mha .2008. Penggunaan hasil budidaya trembesi ( KI hujan ). Jakarta: Agromedia Pustaka

Dalimartha, Setiawan. 1991. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya,

Dalla Rosa KR, 1993. Tamarindus indica – a widely adapted, multipurpose fruit tree. Agroforestry for the Pacific Technologies no 2. NFTA.

Muhlisah, Fauziah. 1999. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya,

Steenis, CGGJ van. 1981. Flora, untuk sekolah di Indonesia. Pradnya Paramita, Jakarta.

Steenis.Van. 2006. Flora. Jakarta: Pradya paramitha

Tampubolon, A.S. 1967 .Obat Asli Indonesia. Jakarta:Dian Rakjat,

Tampubolon, Oswald T.1995. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara,

Tjitrosoepomo, G., 2000, Morfologi Tumbuhan, cetakan ke 12, , Yogyakarta :Gadjah        Mada University Press

Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. PROSEA – Gramedia. Jakarta. I

Von Maydell H.J. , 1986. Eschborn.Trees And Shrubs Of The Sahe.


[1] . sumber gambar http://www.plantamorf.com

3.  gambar didaerah  Bebekan kidul, Pasuruan (10 maret 2012)

[4] Diambol di daerah Lumbang, Pasuruan, jawa timur (10 maret 2012)

[5]Sumber gambar http://www.plantamor.com

[6] Sumber gambar bebekan kidul pasuruan jawatimur (10 maret 2011)

[7] Sumber gambar jl Belakang RSUD kode pos 65111 malang

TUGAS TANAMAN BERDASARKAN FUNGSI

( SEBAGAI TANAMAN PENYEMBUH  OBAT LUAR )

Dosen pengampuh:

Drs. Sulisetjono, M,Si

Ainun Nikmatul laiy M,Si

Oleh kelompok: I

Hariyanti 10620088

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

FAKULTAS SAINS DAN TEGNOLOGI

JURUSAN BIOLOGI

2012

  

LIDAH BUAYA (Aloevera.L)

DESKRIPSI

Merupakan tumbuhan liar[1] ditempat yang berhawa panas atau ditanam orang dipot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya runcing berbentuk taji, tebal, getas, Tepinya bergerigi, atau berduri kecil, dengan permukaannya berbintik bintik. dengan panjang 15-36 Cm, Dan lebarnya 2-6 cm, Bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, Bunganya berwarna kuning kemerahan ( jingga ), banyak ditemukan Di Afrika utara, Hindia barat. Lidah buaya berbatang pendek. Batangnya tidak keliatan karena tertutup oleh dau daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini muncul tunas tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Lidah buaya[2] bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui clah atau ketiak daun. Batangnya dapat diStek guna perbanyakan tanaman ini. Peremajaan tanaman dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya. Dari sisa tunggul batang ini akan muncul tuanas tunas baru yang biasanya kita sebut dengan tunas anakan.

Daun Lidah Buaya berbentuk pita dengan helaian memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang berwarna hijau keabu abuan. Mengandung banyak air dan getah atau lender ( Gel ) yang bermanfaat sebagai bahan baku obat. Tanaman tahan terhadap kekeringan karena didalam daun banyak terdapat simpanan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada saat tumbuhan ini kekurangan air. Bentuk daun menyerupai pedang dengan ujung daun Meruncing. Permukaannya dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50-75 cm, Dengan berat 0,5-1 kg, daun melingkar rapat disekeliling batang berlapis lapis. Bunga berwarna kuning kemerahan yang keluar dari ketiak daun, Bunga berukuran kecil daam rangkaian berbentuk tandan dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam dipegunungan. Berakar serabut pendek dipermukaan tanah. Anjangnya 50-100 cm. Untk pertumbuhannya menghendaki tanah yang subur dan gembur.

KLASIFIKASI
Kingdom  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas  Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo  Asparagales
Famili  Asphodelaceae
Genus   Aloe
Spesies   Aloe vera L.

www. Plantamor.Com


 

NAMA LOCAL:

Lidah buaya ( Indonesia ), Crocodiles tongues ( inggris ), Jadam ( malasia ), Salvila ( spanyol ), lu hui ( cina )

PENYAKIT YANG DATA DIOBATI:

Shampoo, Minuman, obat cacing, luka bakar, Bisul, Luka bernanah, amandel, Sakit mata, reumatik, Keseleo, dan juga jerawat

PEMANFAATAN

Bagian yang dipakai:

Daun, Bunga, akar, pemakain segar

PEMAKAIAN: daun 10-15 gram bila berbentuk pil 1,5-3 gram atau berupa bubuk ( tepung ) untuk pemakain topical.

PEMAKAIAN LUAR

Daun dipakai untuk koreng, Eczema, Bisul, luka terbakar, luka terkena air panas, Sakit kepala, Gigi berlubang, dan penyubur rambut.

A.   Luka terbakar dan tersiram air panas yang ringan

Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, kemudian tempelkan kebagian tubuh yang terkena api atau air panas

B.   Bisul

Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, Tempelkan pada bisul

C.   Penyubur rambut

Daun lidah buaya segar dibelah, Ambil baian dalamnya ( yang seperti Agar ) gosokkan pada kulit kepala sesudah mandi sore, Bungkus dengan kain esok harinya rambut dicuci. Pakai setiap hari selama 3 bulan agar hasil memuaskan.

KOMPOSISI

Sifat kimiawi dan efek Farmakologis

Rasa pahit Dingin, anti radang, pencahar ( Laxative ), Parasitiside, Herba ini masuk ke Meridian Jantung, Hati dan Pancreas,

Kandungan Kimia: Aloin, Barbaloin, Isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, Aloesin.

Melati (Jasminum sambac)

Nama lokal

Menuh (Bali), Meulu atau Riwat (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), Melati Salam (UMI), Malete (Madura) serta Beruq-beruq(Mandar) (Tampubolon, A.S., 1967).

DISKRIPSI

Melati[3] merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Di Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai “puspa bangsa” atau simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac), karena bunga putih kecil yang harum ini melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini. Bunga ini merupakan suatu keharusan hiasan rambut pengantin dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda. Jenis lain yang juga populer adalah melati gambir (J. officinale).

KLASIFIKASI

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas  Asteridae
Ordo  Scrophulariales
Famili Oleaceae
Genus  Jasminum
Spesies  Jasminum sambac (L.)

(Tjitrosoepomo, 2000)

JENIS                          

Di antara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani, baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat delapan jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomi dan sosialnya (Arisandi,2008).

  • Jasminum sambac Air (melati putih, puspa bangsa)
  • Jasminum multiflorum Andr. (melati hutan: gambir, poncosudo, ‘Star Jasmine’, J. pubescens Willd.).
  • Jasminum officinale (melati casablanca, Spanish Jasmine) sinonim dengan J. floribundum = Jasmine grandiflorum). Perdu setinggi 1,5 meter.
  • Jasminum rex – Melati Raja King Jasmine).
  • Jasminum parkeri Dunn. (melati pot).
  • Jasminum mensyi (Jasminum primulinum, melati Primrose).
  • Jasminum revolutum Sims. (Melati Italia)
  • Jasminum simplicifolium (Melati Australia, J. volibile, melati Bintang). Melati hibrida. Bunga berwarna merah muda dan harum.

Melati merupakan sejenis perdu dengan tinggi rata-rata 0,3 – 3 m, pada kebun-kebun penghasil bunga potong rata-rata tingginya 1 m. Kalau tidak dipangkas tanaman melati yang sudah besar akan memanjat pada batang tanaman lain. Tnaman melati banyak ditanam orang di halaman rumah sebagai tanaman hias. Melati dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur pada ketinggian 600 – 800 m di atas permukaan laut bahkan sampai 1800 m di atas permukaan laut asal mendapat cukup sinar surya.
Tanaman melati berdaun tunggal, berwarna hijau sampai hijau kelabu, helaian daun berbentuk jorong sampai bundar telur, panjang 5 – 10 cm, lebar 4 – 6 cm, ujungnya runcing, pangkal membulat, tepi rata, tulang daun menyirip menonjol pada permukaan bawah, permukaan daun mengkilap, tangkai daun pendek sekitar 5 mm, tersusun berhadapan (Steenis, 1976)

Menurut Steenis(1997),morfologi tumbuhan bunga melati dibagi menjadi beberapa bagian seperti:

BATANG

Menurut jenis batangnya, tumbuhan ini dapat digolongkan sebagai semak, batangnya berkayu dengan tinggi kurang dari 5 meter. Batangnya sedikit berbulu halus dan jarang.

 AKAR

Melati yang termasuk tumbuhan berkayu inin memiliki akar tunggang yang dapat menopang tanaman yang dapat tumbuh hingga ketinggian 5 M

 DAUN

Melati putih merupakan tumbuhan dengan daun majemuk menyirip (pinnatus), artinya daun majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan dan kiri ibu tangkai daun tersusun seperti sirip pada ikan. Kedudukan daun batang (filotaksis) berjenis apposite dengan setiap buku terdapat dua lembar daun yang berhadapan. Daunnya hanya memiliki tangkai dan helaian saja, berbentuk ovate, pangkal daun berbentuk setengah lingkaran sedangkan pada ujung daun sedikit meruncing, seperti daun-daun yang biasa digambarkan. Pinggir daun tidak rata dan sedikit bergelombang. Permukaan daun agak berkerut seperti daun jambu biji dengan pertulangan daun menyirip mengikuti bangun daun yang oval. Jadi terkesan pertulangan daunnya agak melengkung.

BUNGA

Bunga melati selalu berwarna putih. Meskipun mempunyai ukuran yang bias dikatakan kecil tapi mengeluarkan aroma terapi yang dapat dimanfaatkan dalam kesehatan, terutama dalam refleksi dan menghilangkan stress. Jasminum sambae merupak bunga majemuk, memilki ibu tangkai bunga yang keluar dari ketiak daun. Susunan bunganya menyirip dan berhadapan. Bagian-bagian bunganya terdiri dari tangkai anak bunga yang di ujungnya terdapat daun pelindung berbentuk benang berjumlah 7 helai, disambung dengan tangkai bunga. Saat mekar bunga yang memilki 7 mahkota berlapis-lapis ini akan berbentuk datar sehingga pada bunga jenis ini tidak ditemukan kelopak bunga. Bunga Jasminum sambae punya andrecium (alat kelamin jantan) ditandai dengan adanya stamen yang terdiri dari kepala sari, tangkai sari, kotak sari, dan serbuk sari dan juga mempunyai alat kelamin betina yang terdiri dari kepala putik, tangkai putik dan bakal buah. Namun alat kelamin ini tidak produktif sehingga tidak menghasilkan buah. Posisi stamen berada dalam rongga tangkai bunga, tidak terlalu terlihat dan untuk mengamatinya harus membelah bunganya terlebih dahulu. Posisi kepala putik lebih pendek dibandingkan kepala sarinya. Bunga ini dapat mekar selama 2 hari kemudian mahkotanya berubah warna menjadi ungu kebiru-biruan

 

BUNGA KAMBOJA  (Pulcherimma acuminata)

 

NAMA LOCAL

Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali), Meulu atau Riwat (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), Melati Salam (UMI), Malete (Madura) serta Beruq-beruq(Mandar) (Tampubolon, A.S., 1967).

DISKRIPSI

Melati[4] merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Di Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai “puspa bangsa” atau simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac), karena bunga putih kecil yang harum ini melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini. Bunga ini merupakan suatu keharusan hiasan rambut pengantin dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda. Jenis lain yang juga populer adalah melati gambir (J. officinale).

Klasifikasi

Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Apocynales
Suku : Apocyanaceae
Marga : Plumeria
Jenis : Plumeria acuminate, W.T.Ait

(Tjitrosoepomo, 2000)

DISKRIPSI

Tanaman kamboja mempunyai pohon dengan tinggi batang 1,5-6 m, bengkok, dan mengandung getah. Tumbuhan asal Amerika ini biasanya ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman, dan umumnya di daerah pekuburan, atau tumbuh secara liar. Tumbuh di daerah dataran rendah 1-700 m di atas permukaan laut. Rantingnya besar, daun berkelompok rapat pada ujung ranting, bertangkai panjang, memanjang berbentuk lanset, panjang daun 20-40 cm, lebar 6-12,5 cm, ujung meruncing, pangkal menyempit, tepi rata, tulang daun menyirip. Bunga dalam malai rata, berkumpul diujung ranting, kelopak kecil, sisi dalam tanpa kelenjar, mahkota berbentuk corong, sisi dalam berambut, sisi luar kemerahan atau putih, sisi dalam agak kuning, putih atau merah, berbau harum. Tangkai putik pendek, tumpul, lebar, bakal buah 1 atau 2, saling berjauhan, berbentuk tabung gepeng memanjang, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm, berbiji banyak, biji bersayap, tanpa kuncung rambut, ketika masih muda berwarna hijau, setelah tua hitam kecoklatan (Steenis, 1976).

Kamboja merupakan spesies tumbuhan yang awalnya tumbuh di Amerika tropik dan Afrika. Sebagai tanaman hias, varitas kamboja kini hampir mencapai 50 jenis. Ciri khas tanaman ini memiliki batang yang berkayu keras tinggi. Selain itu, tanaman ini juga memiliki cabang yang banyak. Tingginya bisa mencapai lebih enam meter. Batang utama besar, cabang muda lunak, batangnya cenderung bengkok dan bergetah. Daun tanaman kamboja berwarna hijau, berbentuk lonjong dengan kedua ujungnya meruncing dan agak keras dengan urat-urat daun yang menonjol, sering rontok terutama saat berbunga lebat. Sedangkan, bungan yang menjadi daya tarik kamboja berbentuk terompet, muncul pada ujung-ujung tangkai.Daun bunga umumnya berjumlah lima buah. Tanaman hias yang tengah naik daun ini, biasa berbunga sepanjang tahun. Kamboja biasanya tumbuh subur di dataran rendah hingga ketinggian tanah 700 meter di atas permukaan laut.

MANFAAT

Pohon kamboja telah digunakan sebagai obat sejak zaman dulu, terutama di daerah kepulauanPasifik, Asia Timur, dan Polinesia. Khasiat bunga kamboja secara medis belum dibuktikan, tetapisecara empirik sudah banyak digunakan sebagai bahan obatSeluruh bagian tanaman kamboja, seperti kulit batang, batang, daun, akar, dan bunganyamemiliki khasiat obat. Kulit batangnya digunakan sebagai laksatif. Getah, daun, kulit batang, danakar, serta seluruh bagian tumbuhan untuk mencegah pingsan akibat udara panas (heat stroke),disentri basilar, gangguan pencernaan (dyspepsia), gangguan penyerapan makanan pada anak,malnutrisi, radang hati (hepatitis infectiosa), radang saluran napas (bronchitis), jantung berdebarkeras, TBC, cacingan, sembelit, kencing nanah (gonorrhea), beri-beri, busung air, kapalan (klavus) (Samsuhidayat S.S. dan Hutapea,1999)

Selain berguna untuk tanaman hias, ternyata kamboja juga memiliki beberapa khasiat. Batangnya mengandung getah putih yang mengandung damar, kautscuk, senyawa sejenis karet, senyawa triterpenoid amytin dan lupeol. Tetapi, hati-hati, kulit batang kamboja mengandung senyawa plumeirid, yakni senyawa glikosida yang bersifat racun.Karena bersifat racun dan bisa mematikan kuman, getah kamboja dengan dosis yang tepat berguna sebagai obat sakit gigi atau obat luka, sedangkan kulit batangnya sangat efektif untuk menumpas rasa sakit karena bengkak dan dan pecah-pecah pada telapak kaki.  Pada bunga untuk mencegah rematik atau asam urat (digunakan sebagai teh), meredakan demam, menghentikan batuk, melancarkan keluar air seni, menghentikan mencret karena disentri, mencegah pingsan karena hawa panas dan menyembuhkan sembelit (jika dikonsumsi dalam jumlah banyak). Oleh sebab itu wangi bunga kamboja dapat digunakan sebagai bahan campuran sabun, obat nyamuk, dan minyak wangi(Dalimartha, 1999).

  

BUNGA PUKUL EMPAT (Mirabilis jalapa)

NAMA LOCAL

Indonesia: kembang pukul empat[5]. Sumatera: kembang pagi sore, kembang pukul empat, bunga waktu kecil. Jawa: Kedera, segerat, tegerat. Nusa tenggara : Noja, koderat, bunga ledonosok, loro laka. Sulawesi: Pukul ampa, turaga, bodoko sina, bunga teteapa, bunga paranggi, bunga-bunga perengki. Maluku: kupa oras, cako raha (Tampubolon, A.S., 1967).

 

Habitus

 Semak, semusim, tinggi 50-80 cm.

Batang

Tegak, bulat, permukan licin, beaias, pada buku tumbuh daun dan cabang, putih.

Daun

Tunggal, segi tiga, panjang 5-8 cm lebar 5-10 cm, ujung meruncing, pangkal tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, hijau keputih-putihan.Bunga : Tungal, bentuk terompet, di ujung batang, benang sari enam, pipih, merah, tangkai sari melengkung ke dalam, panjang ± 3 cm, mahkota 5 cm, diameter 1-1,5 crn, daun pelindung bagian bawah menjadi satu, segi tiga, ujung bertaju lima,kuning.Buah : Kecil, keras, permukaan berkerut, diameter ±5 mm bagian dalam putih dan lunak, hitam.

Akar

tunggang, putih (Dalimartha, 1999).

KLASIFIKASI

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Hamamelidae
Ordo: Caryophyllales
Famili: Nyctaginaceae
Genus: Mirabilis
Spesies: Mirabilis jalapa L.                                                 

                                                                                                       ( Tjitrosoepomo, 2000).

DESKRIPSI

Herba tahunan, tegak, tinggi 20-80 cm, berasal dari Amerika Selatan, banyak ditanam orang sebagai tanaman hias  di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah. Tumbuh di dataran rendah yang cukup mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan. Termasuk suku kampah-kampahan, berbatang basah, daunnya berbentuk jantung, warna hijau tua, panjang 2-11 cm, lebar 7-8 cm, pangkal daun mambulat, ujung meruncing, tepi daun rata, letak berhadapan, mempunyai tangkai daun yang panjangnya 5-6 cm. Bunganya berbentuk terompet, dengan banyak macam warna antara lain: merah, putih, jingga, kuning, kombinasi/belang-belang. Mekar di waktu sore hari dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. Buahnya keras warna hitam berbentuk telur dapat dibuat bedak. Kulit unbinya bewarna coklat kehitaman berbentuk bulat memanjang, panjang 7-9 cm dengan diameter 2-5 cm, isi umbi bewarna putih (Steenis, 1976)

Pemanfaatan bunga pukul empat atau bunga ashar selain digunakan sebagai penanda masuknya waktu sholat ashar, sejak jaman dahulu sudah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.Salah satu manfaat bunga ashar adalah sebagai tanaman obat. Beberapa bagian yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antara lain daun Mirabilis jalapa yang berkhasiat sebagai obat bisul dan akarnya yang dapat digunakan untuk mengobati sembelit dan bengkak. Manfaat lain adalah bijinya yang dapat dijadikan bedak setelah menambahkannya dengan bahan-bahan lain.Kandungan kimia daun dan bunga Mirabilis jalapa mengandung saponin (lavonoida.di
samping itu daunnya juga mengandung tanin dan bunganya politenol. Biji tanaman tersebut mengandung flavonoida dan politenol(Prihandono, 1996).

                                                                                     SOSOR BEBEK


SISTEMATIKA

Kingdom Plantae

Division Magnoliophyta

Class Magnoliopsida

Order Saxifragales

Family Crassulaceae

Genus Kalanchoe

Spesies kalanchoe pinnata L.[7]

 www. Plantamor.Com

BELIMBING ASAM ( Averhoa bilimbii.) Atau Belimbing Wuluh

Blimbing asam atau blimbing wuluh sebenarmya sama, tapi yang membedakan hanyalah ringgitan yang ada pada tubuh buahnya, jika pada blimbing asam tekstur permukaan buahnya halus tanpa ada ringgitan sedangkan pada blimbing Wuluh ad ringgitan pada permukaan buahnya.pada gambar dibawah ini termasuk dalam Blimbing asam ( Averhoa bilimbii.) dan belimbing Wuluh Merupakan panggilan Belimbing asam Didaerah Jawa.

Belimbing asam[8] ( Averhoa bilimbii.) tumbuh baik didaerah tropis atau ditempat tempat terbuka dengan ketinggian kurang dari 500 meter dpal. Di Indonesia banyak dipelihara dipekarangan ata terkadang tumbu liar di lading atau tepi hutan. Tinggi tanaman ini mencapai lebih dari 10 meter dengan struktur batang yang keras berkayu, Ada dua varietas dari tumbuhan belimbinh Asam yaitu yang menghasilkan buah berwarna Hijau atau kuning mudah atau sering pula dianggap berwarna putih. Batangnya tidak banyak memiliki cabang, Sedang daunnya Bersirip genap. Bunganya yang kecil menggantung, dan berwarna merah atau ungu dengan buah memanjang, dalamnya berongga, Berbiji biji, Dan daging buahnya banyak mengandung air yang berasa asam        (Arisandi:2008)

 

Tinggi tumbuhan ini dapat mencapai 10 meter, dengan batanng yang tidak begitu besar dan mempunyai garis tengah 30 cm. tanda bekas daun bentuk ginjal atau jantung dengan anak daun bulat telur atau memanjang, Meruncing, dengan ukuran 2-10 kali 1-3 cm. Dan kearah ujung poros lebih besar, dan dibagian bawah berwarna hijau muda, Malai bunga menggantung dengan panjang 5-20 cm, bunga semuanya dengan panjang tangkai putik yang sama, Kelopak bunganya memiliki panjang 6 mm, Daun mahkota tidak atau hamper bergandengan dengan bentuk spatele atau lancet, dengan pangkal yang pucat. 5 benang sari di depan mahkota mereduksi menjadi Staminodia. Buah buni persegi membulat tumpul, Dengan warna buah kuning-Hijau atau bakan putih, dengan panjang 4-6 cm. pohon yang berasal daera Amerika Tropis ini menghendaki tempat tumbuh yang tidak ternaungi tapi cukup lebab. ditanam sebagai pohon buah, namun kadang kadang tumbuh menjadi tanaman liar.

Belimbing Wuluh/Belimbing Asam memiliki batang yang kasar dan berbenjol benjol, Dengan percabangan sedikit, dan Arahnya condong keatas, Cabang Mda berambut halus seperti beludru dan warnanya cokelat muda. Daun berupa daun majemuk menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun yang bertangkai pendek, bentuknya bulat telur sampai jorong dengan ujungnya runcing. Pangkal membundar, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau dengan permukaan bawah Hijau muda.

 

KLASIFIKASI
Kingdom  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi   Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo  Geraniales
Famili   Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)
Genus  Averrhoa
Spesies   Averrhoa bilimbi L

www. Plantamor.Com

Nama Lokal:

Belimbing Asam ( Indonesia ), Calincing ( Sunda ), Belimbing Wuluh ( Jawa ), Bhalimbing Bulu ( Madura ), Blimbing Buluh ( Bali ), Selimeng ( Aceh ), Balimbing ( Lampung ), Balimbeng ( Flores ), Celane ( Bugis ), Takurela ( Ambon ). Inggris ( blimbi, Cucumbertree ), (pilipina)

Kerabat dekat
Belimbing Manis

PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI

Batuk, Beguk, Encok, Sariawan, Hipertensi, Diabetes Melitus, Demam, Radang Poros Usus, Menghilangkan Jerawat

 

PEMANFAATAN SEBAGAI OBAT LUAR

1. BEGUK

10 lembar daun belimbing asam dan 4 siung bawang merah ditumbuk bersama sama sampai halus, lalu gunakan untuk bobok.

2. ENCOK

A. Satu genggam daun belimbing asam bersama kapur sirih ditumbuk halus, dan Gosokkan pada badan sebagai param,

B, Empat genggam daun belimbing asam ditumbuk halus, dan gunakan untuk menggosok bagian pinggang yang sakit

1. MENGHILANGKAN JERAWAT

Tiga buah belimbing asam diparut, campurkan garam secukupnya kemudian aduk merata, gunakan sebagai bedak pada bagian wajah yang berjerawat.

2. SARIAWAN

Buah belimbing asam diparut, Campurkan dengan garam secukupnya kemudian aduk merata, dan tempelkan pada bagian yang sariawan.

3. Sakit Gondongan

Ambil setengah genggam daun belimbing wuluh dan tumbuk bersama dengan 3 bawang putih dan kemudian kompreskan pada bagian yang gondonagan.

4. Rematik

  1. Cuci segenggam daun belimbing wuluh. Tumbuk sampai halus dan tambahkan kapur sirih lalu gosokkan ke bagian yang sakit.
  2. Sakit Gigi
    Cuci 5  buah belimbing wuluh lalu kunyah dengan garam. Ulangi beberapa kali sampai hilang rasa sakitnya.

( Arisandi. 2008 )

PEMANFAATAN SEBAGAI OBAT DALAM

  1. BATUK
  2. SARIAWAN
  3. HIPERTENSI
  4. DIABETES MELITUS, DEMAM DAN RADANG POROS

Sekedar tambahan, bagi penderita sakit maag sebaiknya TIDAK mengkonsumsi belimbing wuluh.


[1] Gambar 1 lokasi di halaman rumah daerah nguling pasuruan

[2] Gambar 2 bersumber dari WWW.plantamor.com

[3] Sumber gambar: dijalan Sumber sari Gg 03

[5] Sumber gambar WWW.plantamor.com

[6] Sumber gambar daerah Cuban Rais Batu

[8] Sumber foto Cuban pelangi batu

LAPORAN KKL KEBUN RAYA PURWODADI

Dosen pengampuh:

Drs. Sulisetjono, M,Si

Ainun Nikmatul laiy M,Si

Oleh kelompok: I

Hariyanti 10620088

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

FAKULTAS SAINS DAN TEGNOLOGI

JURUSAN BIOLOGI

2012

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.  Latar Belakang

Observasi merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh saintis untuk memperoleh data dan gambaran lapangan. Observasi ada dua macam yakni observasi partisipan dna non partisipan. Observasi partisipan yakni peneliti terlibat dalam objek pengamatan, sedangkan observasi non partisipan merupakan peneliti tidak terlibat secara langsung, hanya sekedar pengamatan dan pencatatan pengamatan. Salah satu kegiatan observasi non partisipan adalah kegiatan pengamatan tanaman – tanaman yang terdapat di Kebun Raya Purwodadi – Pasuruan, Jawa Timur. Observasi ini dilakukan dalam rangka berproses dalam membentuk jiwa saintis, peduli terhadap tanaman, lebih memperkaya memori dalam menghafal jenis – jenis tanaman dan refresing otak.

Kebun Raya Purwodadi merupakan Kebun botani (atau taman botani) atau suatu lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan yang ditujukan untuk keperluan koleksi, penelitian, dan konservasi exsitu (di luar habitat). Selain untuk penelitian, kebun botani dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung. Arboretum adaalh semacam kebun botani yang mengkoleksi pepohonan. Sehingga sangat cocok dalam menambah wawasan keilmuwan kita dalam keanekaragaman tanaman.

Surat Al An’aam (95)

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?”

Surat An Nahl (11)

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Jelaslah kebasaran Allah swt. dalam dunia ini yang menumbuhkan berbagai macam tanaman – tanaman sehingga makhluknya wajib mengetahui agar makhluknya menjadi Ulul Albab. Sehingga, dengan observasi ke Kebun Raya Purwodadi setidaknya dapat memberikan wawasan baru dalam botani dan menambah koleksi keilmuan manusia.

 

 

 

 

 

1.2.  Tujuan

Tujuan dalam Observasi ke Kebun Raya Purwodadi antara lain:

  1. Untuk mengetahui jenis – jenis familia tanaman di Kebun Raya Purwodadi
  2. Untuk mengetahui teknik – teknik pembuatan herbarium
  3. Untuk mengetahui biosistematika penanaman pohon Kebun Raya Purwodadi
  4. Untuk memenuhi tugas kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah
  5. Untuk Refresing dan peremajaan mata

1.3.  Manfaat

Manfaat dalam Observasi ke Kebun Raya Purwodadi antara lain:

  1. Dapat mengetahui jenis – jenis familia tanaman di Kebun Raya Purwodadi
  2. Dapat mengetahui teknik – teknik pembuatan herbarium
  3. Dapat  mengetahui biosistematika penanaman pohon Kebun Raya Purwodadi
  4. Dapat memenuhi tugas kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah
  5. Dapat meRefresing dan peremajaan mata

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A. Herbarium

Herbarium adalah kumpulan tumbuhan kering yang dipress dan ditempelkan pada lembaran kertas, biasanya kertas manila yang menghasilkan suatu label dan data yang terinci dan disimpan dalam rak-rak atau lemari besi dalam urutan menurut aturan dimana herbarium itu disimpan.

Herbarium sangat penting untuk digunakan dalam pekerjaan taksonomi dan terdiri dari koleksi basah atau koleksi kering yang tidak dipres. Tiap-tiap specimen digunakan untuk mengidentifikasi specimen-spesimen yang baru yang tidak diketahui namanya, yaitu dengan cara membandingkannya antara tumbuhan yang ingin diketahui namanya dengan spesimen sudah diketahui namanya.

Cara Pembuatan Herbarium

  1. Herbarium Basah
    1. Dibersihkan tanaman
    2. Disediakan botol dan tutup
    3. Alcohol 70%
    4. Ditutup rapat dan diberi label
    5. Setiap larutan keruh diganti
    6. Data harus tercatat misal wrna bunga, bau, getah
    7. Herbarium Kering
      1. Disediakan bahan
      2. Tanaman dibungkus kertas Koran disiram alcohol kemudian dimasukkan ke plastic hitam kemudian ditutup dan di lak ban
      3. Dibuka untuk pengeringan
      4. Diletakkan tanaman di bingkai yang terdiri dari tingkatan bahan mulai dari pertama bamboo kemudian seng, Koran lalu tanaman
      5. Diikat dengan sabuk kayu
      6. Dijemur berdiri di bawah matahari
      7. Disiapkan kertas manila dan di pindah
      8. Diberi Label

 

 

 

 

 

BAB III

Metode Observasi

 

3.1.  Waktu dan Tempat

Observasi dilakukan pada hari Minggu, 1 April 2012, jam 08.00 WIB – 12.00 WIB. Observasi dilaksanakan di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan – Jawa Timur.

3.2.  Alat dan Bahan

  1. Penggaris
  2. Kamera Digital/ HP
  3. Peralatan Tulis
  4. Familia Tanaman Kebun Raya Purwodadi

3.3.  Metode Observasi

Metode observasi menggunakan dalam observasi

  1. Observasi non partisipan
  2. wawancara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

4.1 Tentang Kebun Raya Purwodadi

Kebun Raya Purwodadi terletak di Jalan Raya antara Surabaya-Malang tepatnya di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kawasan konservasi ini menempati lahan seluas 85 hektar. Kebun raya ini Didirikan atas prakarsa Dr. L.G.M. Baas Becking pada 30 Januari 1941.

Kebun Raya Purwodadi sedikitnya memiliki 2.344 spesimen anggrek, 30 jenis bambu, 150 jenis polong-polongan, 117 jenis palem-paleman, 60 jenis paku-pakuan, dan banyak lagi yang lainnya.

Gambar KEBUN RAYA PURWODADI

Untuk menuju lokasi Kebun Raya Purwodadi dapat ditempuh ± 65 KM dari Surabaya ke arah Malang, atau ± 24 KM dari Malang ke arah Surabaya, atau ± 30 KM dari Pasuruan. Waktu buka adalah Buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB s/d 16.00 WIB.

Sejarah Kebun Raya Purwodadi

Didirikan pada tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. L.G.M. Baas Becking. Kebun ini merupakan salah satu dari 3 cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalah Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Pengelolaan seluruh Kebun Raya ini berada di bawah tanggung jawab LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Mula-mula kebun ini dipergunakan untuk kegiatan penelitian tanaman perkebunan. Kemudian pada tahun 1954 mulai diterapkan dasar-dasar per-kebunraya-an yaitu dengan dimulainya pembuatan petak-petak tanaman koleksi. Sejak tahun 1980 sebagian tanaman ditata kembali menurut kelompok suku yang menganut klasifikasi sistem Engler dan Pranti. Dalam perkembangannya diharapkan UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi akan menjadi pusat konservasi dan penelitihan tumbuhan iklim kering di daerah tropis.

Kebun ini merupakan salah satu dari 3 cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalab Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor). Kebun Raya Indonesia merupakan Unit Pelaksana (Kebun Raya Bogor), Kebun Raya Indonesia merupakan Unit Pelaksana Teknis yang bernaung dibawah dan bertanggung jawab kepada Deputi Ketua LIPI Bidang IPA. Yang pembinan sehari-hari dilakukan oleh Kepala Pusaat Penelitian dan Pengembangan (Pulitbang Biologi). Pengelolahan seluruh Kebun Raya ini berada dibawah tanggung jawab LIPI (Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia).

Lokasi Kebun Raya ini terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan Lokasi ini terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jarak dari kota Malang adalah 24 km ke arah utara, dan dari kota Pasuruan 30 km ke arah barat daya dan dari kota Surabaya 65 km ke arah selatan. Luas Kebun Raya Purwodadi sakitar 85 ha, pada ketinggian 300m dpl dengan topografi datar sampai bergelombang. Curah hujan rata–rata per tahun 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret dengan suhu berkisar antara 22º – 32º C

Konsolidasi Kebun Raya Purwodadi

Visi

Menjadi Kebun Raya terbaik kelas dunia, terutama dalam bidang konservasi tumbuhan dataran rendah, penelitian dan pelayanan  dalam aspek botani, pendidikan lingkungan, hortikultura, lansekap dan pariwisata

 

Misi

Melestarikan, mendayagunakan dan mengembangkan potensi tumbuhan melalui kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, rekreasi serta peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kebun raya, tumbuhan dan lingkungan dalam upaya pemanfaatan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

Tujuan

  1. Meningkatkan pengelolaan koleksi dan data ilmiah perkebunrayaan
  2. Meningkatkan upaya konservasi tumbuhan langka,endemic,bernilai ekonomi dan bernilai ilmu pengetahuan
  3. Meningkatkan penelitian dan pengembangan di bidang botani, konservasi, dan hortikultura dalam rangka konservasi dan pendayagunaan tumbuhan

Tugas dan Fungsi Kebun Raya Purwodadi

Tugas utama adalah melakukan inventarisasi, eksplorasi dun konservasi tumbuh-tumbuhan dataran rendah kering yang mempunyai nilai ilmu pengetahuan dan ekonomi.

Fungsi Kebun Raya Purwodadi :

  1. Melakukan inventarisasi, eksplorasi dan konservasi tumbuh-tumbuhan yang
  2. mernpunyai nilai ilmu pengetahuan dan ekonomi, langka dan endemik. Terutama untuk flora Indonesia dari dataran rendah kering.
  3. Menyediakan fasilitas penelitian, pendidikan dan pemanduan, khususnya di bidang botani.
  4. Menyediakan fasilitas rekreasi di alam terbuka.

 

Lokasi Kebun Raya Purwodadi

Terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Lokasi ini terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jarak tempuh dari Malang adalah 24 Km ke arah Utara, dari Pasuruan 30 Km ke arah Barat Daya, dan dari Surabaya 65 Km ke arah Selatan.

Luas Kebun Raya Purwodadi sekitar 85 ha, pada ketinggian 300 m dpl dengan topografi datar sampai bergelombang. Curah hujan rata-rata per tahun 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret dengan suhu berkisar antara 22° – 32°C.

Gamabar Denah Kebun Raya Purwodadi

Jalur Transportasi Transportasi menuju Kebun Raya Purwodadi – LIPI sangat mudah dan lancar, karena terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jalan Darat Terdapat 2 terminal sebagai alternatif tempat pemberangkatan menuju Kebun Raya Purwodadi – LIPI. Untuk area Malang dan sekitarnya, tersedia teminal bus Arjosari. Sedangkan untuk daerah Surabaya terdapat terminal Bungurasih. Kebun Raya Purwodadi – LIPI dilewati oleh jalur bus Surabaya-Malang dan angkutan antar kota Malang-Pasuruan atau Malang-Pandaan selama 24 jam.

Jalur Udara Ada 2 alternatif bandara untuk menuju Kebun Raya Purwodadi. 1. Bandar udara (Bandara) di Malang, Abdurrahman Saleh, hanya melayani penerbangan domestik. 2. Bandar Udara (Bandara) di Surabaya, Juanda, melayani penerbangan domestik dan internasional. Transportasi dari dan menuju Bandara tersedia baik taksi, travel maupun bus.

Kereta Api Perjalanan dengan Kereta Api, terdapat stasiun perberangkatan dan sekaligus pemberhentian yang paling dekat dengan Kebun Raya Purwodadi, yaitu, Stasiun Lawang. Untuk kereta kelas Bisnis dan Eksekutif hanya melayani jurusan Surabaya-Malang atau sebaliknya, sedangkan untuk kelas Ekonomi melayani semua jurusan kota-kota di Jawa Timur. Bagi pengunjung dari luar Jawa Timur, bisa menggunakan stasiun Malang Kota Baru ataupun stasiun Gubeng dan Semut di Surabaya sebagai tempat pemberhentian maupun pemberangkatan.

Unit – Unit Kebun Raya Purwodadi

  1. 1.      Pelayanan dan reservasi online :

Tim Unit Jasa dan Informasi

  1. 2.      Kios Botani :

Tim Reintroduksi dan pengembangan

  1. 3.      Penelitian :

Tim Peneliti dan konservasi ex-situ

  1. 4.      Arsip:

Tim Unit Umum

 

Koleksi – Koleksi Kebun Raya Purwodadi

  1. 1.      Koleksi Anggrek

Ditempatkan di rumah kaca yang kondisinya disesuaikan dengan habitat alaminya. Ada sekitar 2.344 spesimen anggrek alam yang terdiri atas 319 jenis, 69 marga, dan 277 masih sp.. Sekitar 7 jenis merupakan anggrek endemik Jawa Timur seperti Appendicula imbricata, Dendrobium arcuatum, Paphiopedilum glaucophyllum (anggrek selop), dan lain-lain.

Gambar Anggrek Koleksi Kebun Raya

  1. 2.      Koleksi Paku-Pakuan

Koleksi ini ditata di bawah pepohonan besar dan rindang, karena tumbuhan ini membutuhkan tempat rindang dan lembab. Koleksinya mencapai 60 jenis, 36 marga dan 21 suku. Diataranya Paku Sarang Burung (Asplenium nidus), Suplir (Adiantum trapeziforme), Paku Hata (Lygodium circinnatum), dan Paku Tanduk Rusa/ Simbar Menjangan (Platycerium coronarium).

  1. 3.      Koleksi Polong – Polongan

Digolongkan menjadi 3 suku yaitu Mimosaceae, Caesalpiniaceae, dan Papilionaceae. Ada 157 jenis dari 70 marga yang termasuk dalam suku-suku tersebut. Berbagai jenis polong-polongan dimanfaatkan sebagai tanaman hias seperti jenis-jenis dari marga Amherstia, Brownea, Cassia, Senna, dan Saraca.

  1. 4.      Koleksi Pisang

Koleksi pisang di Kebun Raya Purwodadi terdapat sekitar 316 spesimen, 114 kultivar dari 4 jenis induk silangan. Diantara koleksinya adalah Musa acuminata, M. balbisiana (Pisang Klutuk Wulung/Pisang Hitam) yang merupakan jenis liar yang berperan sebagai induk silangan pisang-pisang kultivar di Indonesia.Salah satu pisang kultivar kebanggaan Kebun Raya Purwodadi adalah Pisang Kates.

 

  1. 5.      Koleksi Tanaman Taman

Koleksi tanaman taman Kebun Raya Purwodadi terdiri dari beberapa tanaman hias diantaranya adalah palem, bougenvile, kaktus, dan tanaman hias lain yang ditata secara cantik menjadi sebuah taman yang akan membuat anda betah menikmati keanggunan dan keindahanya. Saat pertaman memasuki wilayah kebun, anda akan disuguhi sebuah taman palm yang cantik diatas karpet hijau rumput cantik.

 

 

 

Gambar Taman Bugenvill

  1. 6.      Koleksi Bambu

Sekitar 30 jenis bambu telah dikoleksi Kebun Raya Purwodadi, 16 jenis berasal dari Jawa, 2 jenis dari Maluku, 2 jenis dari Sulawesi, dan 10 jenis dari beberapa negara Asia (Cina, Jepang, Thailand, India, dan Birma). Beberapa dari koleksi adalah bambu yang bisa dimanfaatkan untuk industri dan ada pula yang rebungnya dimakan.

  1. 7.      Koleksi Tanaman Obat

Terletak di petak XIV G dan V A, ditata sedemikian rupa hingga berfungsi sebagai taman yang menarik untuk dinikmati. Diantara koleksinya adalah Pace (Morinda citrifolia), buahnya untuk obat batuk dan tekanan darah tinggi, Daun ungu (Graptophyllum pictum), daunnya untuk obat ambeien.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Centela asiantica

4. 2 Koleksi Tanaman di Kebun Raya Purwodadi

 

Ficus Benjamina (Berigin)

 

Ficus Benjamina 

 

Sistematika 

Kingdom  Plantae

Divisio  Magnoliophyta

Clasis  Magnoliopsida

Ordo  Urticales

Famili  Moraceae

Genus  Ficus

Spesies  Ficus benjamina L

Nama Lokal    :

Melayu            : Waringin

Sunda  : Caringin

Jawa   : Beringin

Habitus                       :

Pohon, tinggi 20-25 m Batang Tegak, bulat, percabangan simpodial, permukaan kasar, pada batang tumbuh akar gantung, coklat kehitaman

Habitat                        :

Hidup di daerah tropis dan sering digunakan dalam taman dan peneduh jalan

Deskripsi        :

Beringin banyak ditemukan di tepi jalan, pinggiran kota atau tumbuh di tepi jurang. Pohon besar, tinggi 20 – 25 m, berakar tunggang berwarna cokelat. Batang tegak, bulat, permukaan kasar, cokelat kehitaman, percabangan simpodial, pada batang keluar akar gantung (akar udara). Daun tunggal, bertangkai pendek, letak bersilang berhadapan, bentuknya lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal turnpul, panjang 3 – 6 cm, lebar 2 – 4 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, mahkota bulat, halus, kuning kehijauan. Buah buni, bulat, panjang 0,5 – 1 cm, masih muda hijau, setelah tua merah. Biji bulat, keras, putih.

Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, kuning kehijauan. Buah buni, bulat kecil, panjang 0.5 – 1 cm Perbanyaan dengan biji. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga majemuk berbatas, yang berbentuk bongkol, tongkol atau periuk. Bunga – bunga tersebut talanjang atau dengan hiasan bunga yang tidak gugur dan kemudia menjadi tebal berdaging. Bungan jantan dengan tenda bunga yang berbilang 2 – 6, kebanyakan 4, benang sari sama dengan daun – daun hiasan bunga. Bunga betina dengan bakal buah yang tenggelam sampai menumpang, dengan 1 dan 2 tangkai putik, beruang 1 dengan 1 bakal biji yang bergantung pada dasarnya (Tjitrosoepomo, 1996).

Kandungan    :

Daun, akar dan kulit batang beringin mengandung saponin, falvonoida dan polifenol.

Manfaat          :

Daun beringin berkhasiat sebagai obat sakit sawanan pada anak-anak. Pilek, demam tinggi, radang amandel (tonsilitis), nyeri rematik sendi, ; Luka terpukul (memar), influenza, radang saluran napas (bronkhitis); Batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut (acute enteritis),; Disentri, kejang panas pada anak (Syukur, 2001)

 

Eupharbia tirucalli L. (Patah Tulan)

  

Eupharbia tirucalli L. 

 

Sistematika 

Kingdom  Plantae

Divisi   Magnoliophyta

Kelas   Magnoliopsida

Ordo   Euphorbiales

Famili   Euphorbiaceae

Genus   Eupharbia

Spesies  Eupharbia tirucalli L.

Nama Lokal    :

Susuru (Sunda), kayu urip, pacing tawa, tikel balung (Jawa); Kayu jaliso, kayu leso, kayu langtolangan, kayu tabar (Madura); Patah tulang (Sumatera), kayu potong (Kangean).

Habitus                       :

Termasuk tumbuhan berkayu, tetapi termasuk terna

Habitat                        :

Tanaman yang berasal dari Afrika tropis ini menyukai tempat terbuka yang terkena cahaya matahari langsung.

Deskripsi        :

Perdu, tumbuh tegak, tinggi 2-6 m, pangkal berkayu, banyak bercabang, bergetah seperti susu yang beracun. Tangkainya setelah tumbuh sekitar 1 jengkal akan segera bercabang dua yang letaknya melintang, demikian seterusnya sehingga tampak seperti percabangan yang terpatah-patah (Yanik, 2009).

Patah tulang mempunyai ranting bulat silindris berbentuk pensil, beralur halus membujur, warnanya hijau. Daunnya jarang, terdapat pada ujung ranting yang masih muda, kecil-kecil, bentuknya lanset, panjang 7-25 mm, cepat rontok (Yanik, 2009).

Bunga terdapat diujung batang, berupa bunga majemuk yang tersusun seperti mangkok, warnanya kuning kehijauan. Buahnya bila masak akan pecah dan melemparkan biji-bijinya. Selain digunakan sebagai tanaman obat, diketahui juga cabang dan ranting yang telah dikeringkan bila dibakar dapat mengusir nyamuk (Yanik, 2009).

Kandungan    :

Getah dari tanaman patah tulang mengandung senyawa euphorbone, taraksasterol, alfa-laktucerol, euphol, senyawa damar yang menyebabkan rasa tajam ataupun kerusakan pada selaput lendir, kautschuk (zat karet) dan zat pahit. Bau tanaman ini lemah dengan rasa mula-mula tawar namun kelamaan akan menimbulkan rasa tebal di lidah. Sementara getahnya beracun (toksik).

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Bau lemah, rasa mula-mula tawar, lama-lama menimbulkan rasa tebal di lidah. Getah beracun (toksik). KANDUNGAN KIMIA: Getah mengandung senyawaan euphorbone, taraksasterol, alfa-laktucerol, euphol, senyawaan damar yang menyebabkan rasa tajam ataupun kerusakan pada selaput lendir, kautschuk (zat karet) dan zat pahit.

Manfaat          :

Sakit lambung, rhematik, sifilis, nyeri saraf, penyakit kulit, kusta; Wasir, tulang patah, sakit gigi, tahi lalat membesar dan gatal, kutil; Tertusuk benda tajam (kaca), kapalan/ penebalan kulit dna keseleo.

 

Dillenia philippinensis Rolfe

                                                                      Dillenia philippinensis Rolfe

Sistematika

Kingdom  Plantae

Divisi  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Dilleniales

Familia Dilleniaceae
Genus  Dillenia
Spesies Dillenia philippinensis Rolfe

Habitat

Terutama di hutan sekunder atau dalam pembukaan lahan di hutan-hutan tidak terganggu, bahkan di Keranga – kesehatan hutan di tanah podsolik dari tropis serta sepanjang sungai. Kebanyakan pada aluvial (tanah aluvial) seperti Rawa, hutan bakau, tepi sungai, tapi kadang-kadang juga ditemukan di bukit dan pegunungan. Spesies ini tersebar di daerah tropis dan subtropics (Radioputro, 1996).

Habitus

Pohon, perdu atau liana; biasanya mengandung falvonol mirisetin ( yang jarang pada Magnoliidae ), bertanin biasanya dengan asam ellagat dan proantosianin, tanpa sel-sel minyak atsiri dan kebanyakan tanpa alkaloid (Dasuki, 1991).

Deskripsi        :

Batang Tegak, bulat, berkayu, percabangan simpodial, coklat kehijauan. Daun Tunggal, tersebar, lonjong, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkai tumpul, panjang 20-30 cm, lebar 15-20 cm, tangkai silindris, panjang 5-7 cm, pertu- langan menyirip, hijau. Daun  tunggal, tersebar, jarang berhadapan; stipula tidak ada atau seperti sayap menempel pada petioles (Brotowijoyo,1989).

Bunga Tunggal, di ujung batang atau di ketiak daun, ke- lopak lonjong melekuk ke dalam, hijau pucat, benang sari panjang ± 2,5 cm, kepala sari lonjong, coklat muda, putik bentuk taju, panjang ± 1,5 cm, putih, mahkota bentuk bintang, putih. Tangkai muda bersayap, mahkota lepas.

Bunga tunggal atau dalam simosa atau rasemus, kuning atau putih, biseksual; sepal 5, imbrikatus, persisten; petal 5, imbrikatus, cepat jatuh; stamen banyak; ginaesium dengan ovarium superus, beberapa sampai banyak karpel, ruang banyak, ovul 1-lebih tiap karpel (Dasuki, 1991).

Buah Buni, bulat, putih kehijauan. Biji Bulat, pipih, diameter ± 0,5 cm, coklat, majemuk. Buah baka atau folikulus; biji dengan endosperm. Akar Tunggang, putih kotor.

 

Manfaat          :

Buah Dillenia philippinensis berkhasiat sebagai obat sariawan, obat kuat untuk wanita hamil dan untuk penyegar badan. Untuk obat sariawan dipakai + 100 gram daging buah Dillenia philippinensis Rolfe yang sudah masak, dicuci, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus. Kandungan kimia Daun, buah dan kulit batang Dillenia philippinensis mengandung saponin dan flavonoida, di sarnping itu daun dan kulit batangnya mengandung po- lifenol dan buahnya mengandung tanin. Buah untuk penyubur rambut dan penyembuh panas dalam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ficus lyrata Warb.

    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

Sistematika Ficus lyrata Warb.

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Urticales
Familia  Moraceae
Genus  Ficus
Spesies  Ficus lyrata Warb.

 

Habitat            :

Biola cantik (Ficus lyrata / Ficus Pandurata)berasal dari Tropical Africa. Banyak ditemukan di sekitar jalan Soekarno-Hatta (Samsat-Cibiru).

Habitus           :

Pohon, perdu, liana, jarang herba; hamper selalu mengandung getah serupa susu yang dihasilkan dari latisifer pada parenkim batang dan daun, kandungan latisifer bermacam-macam tergantung pada macam jenisnya, kadang-kadang menghasilkan alkaloid, sering bertanin.

Deskripsi        :

Pohon pelindung ini sangat elegan dengan daun yang lebar dan kaku serta tidak mudah berguguran walaupun daunnya sudah tua dan menguning dinamakan biola cantik mungkin karena bentuk daunnya yang menyerupai pinggul biola dan meliuk-liuk sehingga mirip biola yang cantik.Pohon ini memiliki daun yang lebar dan tidak gampang berguguran, sehingga diminati karena pohon ini masih terlihat cantik walau daunnya sudah berwarna kuning. Daun berhadapan atau tersebar, terdapat stipula, tunggal, sering dengan sistolit pada epidermis, kalsium karbonat dan silika sering terdapat pada dinding sel dari epidermis. Tumbuhan berumah dua; bunga dalam perbungaan rasemus, spika, umbela atau bongkol, atau dalam reseptakel yang membentuk piala; setiap bunga uniseksual; kaliks 4 sepal, lepasatau bersatu, kadang-kadang tidak ada; apetal; stamen pada bunga jantan sebanyak sepal, letak nya berhadapan dengan sepal; bunga betina dengan ginaesium terdiri dari satu ovarium yang superus atau inferus, 2 karpel, 1-2 ruang, ovul 1 tiap ruang, stilus 2 atu bercabaang 2. Buah drupa sering tersusun menjadi buah majemuk, atau akhene di dalam reseptakel yang berdaging membentuk piala dan disebut stikonium. Biji dengan atau tanpa endosperm, embrio biasanya melengkung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cananga odorata (Lamk.) Hook.

Sistematika Cananga odorata (Lamk.) Hook. Menurut Mulyono (2005)

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo  Magnoliales
Familia  Annonaceae
Genus Cananga
Spesies: Cananga odorata (Lamk.) Hook.

Nama Lokal:

Aceh                            : Kenanga
Jawa Tengah              : Kenanga
Madura                        : Kananga
Bali                              : Sandat
Sulawesi Utara           : Lalingiran

Habitus                       :

Pohon, tinggi ± 10 m.

Deskripsi        :

Kenanga (Canangium odoratum) adalah tumbuhan berbatang besar sampai diameter 0,1-0,7 meter dengan usia puluhan tahun. Tumbuhan kenanga mempunyai batang yang getas (mudah patah) pada waktu mudanya. Tinggi pohon ini dapat mencapai 5-20 meter. Bunga kenanga akan muncul pada batang pohon atau ranting bagian atas pohon dengan susunan bunga yang spesifik. Sebuah bunga kenanga terdiri dari 6 lembar daun dengan mahkota berwarna kuning serta dilengkapi 3 lembar daun berwarna hijau. Susunan bunga tersebut majemuk dengan garpu-garpu. Bunga kenanga beraroma harum dan khas. Di pedesaan, kenanga sering dipelihara untuk dipetik bunganya. Tumbuhan liar yang kini mulai jarang ini mudah tumbuh di daerah dataran rendah mulai ketinggian 25-1.000 meter di atas permukaan laut. (Mulyono.2005)

Batang berkayu, bulat, bercabang, hijau kotor. Daun tunggal, tersebar, bulat telur, ujung runcing, pangkal rata,panjang 10-23 cm, lebar 3-14     cm, pertulangan menyirip,  bertangkai 1-5 cm, hijau. Bunga majemuk, bentuk paying,diketiak daun ,kuning,kelopak bentuk corong,hijau,benang sari banyak,colat muda,kepala putik bulat,daun mahkota enam,lanset,panjang 5-7,5cm,masih muda hijau, telah tua kuning. Buah buni, lonjong, panjang ± 2 cm, hijau. Akar tunggang, coklat.

Kandungan Kimia     :

Bunga kenanga mengandung saponin, flavonoida dan polfenol, di samping minyak atsiri.

Khasiat                       :

Bunga kenanga mengandung minyak atsiri, yang dikenal dengan nama minyak kenanga, yang mempunyai khasiat dan bau yang khas. Hasil penelitian mereka menunjukkan, ekstrak bunga kenanga memiliki kemampuan menolak nyamuk karena adanya kandungan linalool, geraniol, dan eugenol. Hasil penelitian menunjukkan, ketika mengoleskan ekstrak bunga kenanga pada marmut, maka minyak atsiri yang terkandung dalam ekstrak bunga kenanga meresap ke pori-pori lalu menguap ke udara. Bau ini akan terdeteksi oleh reseptor kimia (chemoreceptor) yang terdapat pada tubuh nyamuk dan menuju ke impuls saraf. Itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam otak sehingga nyamuk akan mengekspresikan untuk menghindar tanpa mengisap darah marmut lagi. Semakin banyak kandungan bahan aktif yang terdapat dalam ekstrak bunga kenanga, maka semakin besar kemampuan ekstrak tersebut menolak nyamuk. Bunga kenanga juga berkhasiat sebagai obat nyeri haid, di samping itu bunganya untuk bahan kosmetika. (Mulyono.2005)

Untuk obat nyeri haid dipakai ± 15 gram bunga segar kenanga, diseduh dengan 1 gelas air matang panas, setelah dingin airnya diminum sekaligus.

Santalum album L.

Sistematika Santalum album L.

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo  Santales
Familia Santalaceae
Genus: Santalum
Spesies: Santalum album L

Deskripsi                    :

Cendana adalah istilah dari bahasa sansekerta. Berbagai masyarakat di Nusa Tenggara Timur mengenal cendana dengan berbagai istilah antara lain : kai salun (Helong), hau meni (Atoni meto), ai kamenil (Tetun), Hadana, ai nitu atau Wasu dana (Sumba), ai nitu (Rote), haju mangi (Sabu), bong mouni (Alor) (Anomin.2012).

Pohon cendana yang tergolong keluarga Santalaceae, Ordo Loranthaceae. Pohon cendana merupakan tumbuhan setengah parasit dan memperoleh makanan dari pohon inang melalui akarnya yang dihubungkan melalui haustori. Unsur zat yang diambil dari pohon inang hanya unsur N, P dan unsur amino. Melalui haustori ini makanan yang diserap melalui pohon inang disalurkan ke mahkota daun yang kemudian diolahnya menjadi zat pembentuk bagian tanaman (Anomin.2012).

Cendana bersifat introtrap terhadap karbon, bibit cendana yang baru tumbuh, yang hanya mempunyai akar rambut, menggantungkan diri kepada tuan rumah tanaman inang. Ada 213 jenis pohon inang cendana. Namun kesukaan cendana terhadap beberapa jenis pohon tertentu sebagai inang seperti Leguminosa antara lain : albasia, akasia, dalbergia, inga dan pongamia. Cendana juga bisa hidup pada alang-alang sebagai inang (Anomin.2012).

Kondisi iklim tempat tumbuhnya cendana harus menunjukkan perbedaan musim kamarau dan musim penghujan yang jelas. Pertubuhan cendana secara alamiah terutama di daerah formasi terumbu karang. Cendana sangat suka tumbuh di daerah bebatuan dan tanah vulkanis yang meneruskan air. Cendana dapat hidup di daerah sampai pada ketinggian 1.500 m dari permukaan laut. Cendana tidak dapat tumbuh di hutan lebat tetapi di pinggir hutan dan di daerah padang savana (Anomin, 2012).

Pohon cendana mencapai ketinggian 11 sampai 15 meter dengan diameter 25 – 30 cm. Batangnya bulat dan kulitnya berwarna coklat abu-abu sampai coklat merah. Cabangnya mulai pada bagian setengah pohon. Dahan-dahan primer sangat tidak beraturan, sering bengkok dan banyak ranting. Dahan bagan bawah cenderung tumbuh menggantung. Daun cendana berhadap-hadapan, bentuknya elips hingga lanset (bulat telur) dengan dua ujungnya lancip (Anomin.2012).

Di pulau Timor dibedakan cendana berdaun besar dan berdaun kecil yang disebut no menutu dan no naik. Daun cendana rontok pada awal musim kemarau dan awal musim penghujan. Namun proses rontoknya tidak bersamaan. Segera setelah daun rontok tumbuh daun baru bersamaan tumbunhya bunga. Bunga cendana kecil berbentuk jumbai pada ujung ranting dan ketiak daun. Bunga cendana berbau tidak sedap, berwarna putih – kuning kehijau – hijauan hingga lembayung dan segera berubah menjadi coklat (Anomin, 2012). Buah cendana merupakan biji yang keras berbentuk bulat, berwarna hitam dengan tiga keratan dari ujung ke tengah-tengah dinding bijinya keras. Daging bijinya tipis. Musim bunga utama pada bulan Desember hingga Januari. Buahnya masak pada bulan Maret dan Juni. Pohon cendana telah berbuah pada usia 3 – 4 tahun. Namun untuk bibit yang terbaik adalah buah dari pohon yang telah berusia 20 tahun. Buah yang masak jatuh dan lekas rusak. Semut, tikus dan burung suka makan buahnya. Namun benih hanya tumbuh pada lingkungan yang ideal. Cendana dapat berkembang biak melalui biji dan akar (Anomin, 2012).

Kayu galih atau teras cendana keras berserat padat dan berwarna kekuning-kuningan dan brminyak. Kayu pinggirnya berwarna putih dan hampir tidak berbau. Pembentukan galih atau teras dimulai sekitar usia 15 tahun. Namun pohon cendana baru siap dipanen pada usia 40 – 50 tahun (Anomin.2012).

Manfaat Cendana                  :

Sejak jaman kuno cendana telah dipergunakan oleh orang Hindu dan Cina sebagai dupa dalam rangka upacara keagamaan dan kematian. Di samping itu orang Hindu menggunakan tepung cendana sebagai bedak pelabur kulit untuk membedakan kasta Brahmana dan kasta lainnya. Kayu cendana juga dimanfaatkan untuk patung, bahan kerajinan dan perkakas rumah tangga. Dalam pembakaran mayat orang Hindu kadang-kadang digunakan pula kayu cendana. Minyak cendana yang wangi baunya digunakan sebagai bahan pengobatan dan campuran minyak wangi (parfum) (Munandjar Widyatmika, 2007).

Karena manfaatnya yang cukup banyak, cendana sejak awal abad masehi telah diperdagangkan. Banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor. Perdagangan cendana semula menjadi monopoli para raja dan keluarga bangsawan, kemudian menjadi monopoli pemerintah kolonial dan pemerintah Indonesia (Munandjar Widyatmika. 2007).

Pada masa lalu sering terjadi perang karena memperebutkan daerah pertumbuhan cendana. Kerajaan-kerajaan yang menguasai perdagangan cendana, agar aman pemasokannya, harus menguasai wilayah pertumbuhan cendana secara alami. Oleh karena itu banyak para bangsawan dan panglima dikirim ke daerah-daerah dalam rangka pengamanan cendana. Sering juga agar pengamanan lebih berhasil dilakukan ikatan kekeluargaan antara para bangsawan dan panglima yang datang dengan putri-putri bangsawan lokal. Dari perdagangan cendana banyak dihasilkan kemakmuran bagi para penguasa lokal, dan masuknya berbagai unsur budaya dari luar yang memperkaya khasanah budaya Nusa Tenggara Timur (Munandjar Widyatmika. 2007)

Cendana kemudian mempunyai efek sebar tumbuhnya perdagangan. Salah satu latar belakang sebaran etnis, asal-usul nenek moyang di Nusa Tenggara Timur terkait dengan perdagangan cendana. Dari perdagangan cendana menumbuhkan kontak antar budaya dari penduduk lokal dengan para pedagang yang berasal dari berbagai wilayah. Hal ini menumbuhkan berbagai perubahan sosial budaya di Nusa Tenggara Timur yag hakekatnya menumbuhkan dinamika masyarakat NTT (Munandjar Widyatmika. 2007).

Peraturan pengelolaan cendana yang berorientasi pada penguasa baik penguasa lokal maupun penguasa kolonial dan akhirnya pemerintah Republik Indonesia, yang tidak memihak kepada rakyat karena semua cendana tumbuh di mana pun baik di tanah negara maupun di tanah rakyat wajib dijaga. Kalau pohon cendana itu mati rakyat akan dikenakan denda. Sebaliknya sewaktu ditebang dan menghasilkan uang, rakyat tidak ikut menikmati hasilnya. Merosotnya perdagangan cendana pada tahun 1860 serta berlakunya politik etika pemerintah kolonial Belanda mendorong kebijakan baru upaya mengintrodusir perbaikan peternakan khusunya memasukkan ternak sapi pada awal abad ke – 20 yakni sapi Bali di Timor, sapi Onggole di Sumba dan sapi Madura di Flores serta merintis pembukaan perkebunan kopi. Namun semuanya gagal (Munandjar Widyatmika. 2007).

Sampai sekarang perdagangan cendana menjadi monopoli pemerintah. Perdaperdagangan kayu cendana keluar Nusa tenggara Timur harus dalam bentuk bahan setengah jadi atau bahan jadi. Di Kupang terdapat dua pabrik penyulingan minyak cendana di Bakunase. Namun kedua pabrik ini terpaksa berhenti beroperasi karena kekurangan bahan baku. Sementara walau kesulitan bahan baku, perusahaan pembuat barang kerajinan/cendera mata dari cendana masih berjalan. Cendana mempunyai daya tarik tidak saja kayunya, tetapi juga unsur-unsur yang berkaitan dengan cendana yang belum tergarap misalnya anakan cendana, kerajinan daun cendana, gubal cendana dsb.( Munandjar Widyatmika. 2007)

Limonia Acidissima

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Limonia Acidissima

Kerajaan  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Classis Magnoliopsida
Ordo  Sapindales
Familia  Rutaceae
Genus  Limonia
Spesies  Limonia Acidissima

 

Deskripsi

Tanaman ini diamati di kebun raya Purwodadi, yang merupakan tanaman dari family Rutaceae(jeruk – jerukan), dan perawakannya berupa pohon yangg tingginya sekitar 11 meter. Akar tunggang, dengan batang berbentuk silinder yang bercabang-cabang , batang bebasnya sekitar 2 meter, kemudian terdapat cabang cabang sampai ke ujung batang. Tekstur dari batangnya sangat kasar, berwarna coklat muda, pada cabang cabangnya memiliki duri, daunnya kecil dan berupa daun majemuk, daunnya juga mengeluarkan aroma yang khas saat dicium, karena pada daun tersebut mengandung minyak aksiri, yang hampir dimiliki oleh kelompok rutaceae lainya, tanaman ini menghasilkan buah berbentuk bulat dan  sangat keras. Bunga kecil berwarna putih.

Dari hasil pengamatan kami kemudian dibandingkan dengan literature, Dari hasil literature yang kami dapatkan menyatakan bahwa kawista ( Limonia acidissima ) ,Pohon mencapai 12 meter, berduri tajam dan menggugurkan daun. Daun menyirip dengan 2 sampai 3 pasang anak daun, tangkai daun dan rakis bersayap. Anak daun membundar terlur sungsang , berkelennjar minyak. Perbungaan di ketiak ujung ujung ranting, bunga dengan perhiasan bunga putih atau kemerah merahan. Buah membulat berkulit keras. Daging buah berbau tajam dan berbiji banyak. Biji tebal dan berambut. Buahnya dapat dimakan setelah dicampur dengan siup. Kawista cocok ditanam didaerah beriklim musim atau dataran rendah kering sampai pada keringgian 450 m diatas permukaan laut (bakosurtanal.2001: 56).

Menurut thomas (2004) Limonia acidissima adalah pohon besar yang tumbuh sampai 9 meter (30 kaki) tinggi, dengan kasar, kulit berduri. Daunnya menyirip, dengan selebaran 5-7, masing-masing selebaran 25-35 mm dan 10-20 mm luas, dengan aroma jeruk-bila diremas. Buah ini diameter 5-9 cm berry, dan mungkin manis atau asam. Ia memiliki kulit yang sangat keras yang bisa sulit untuk retak terbuka, dan berisi bubur cokelat lengket dan biji putih kecil. Buah terlihat mirip dalam tampilannya buah Bael (Thomas, 2004: 78).

Buah ini dimakan polos, dicampur ke dalam berbagai macam minuman dan permen, atau terawat baik sebagai selai. Pulp meraup-out dari buahnya yang dimakan mentah dengan atau tanpa gula, atau dikombinasikan dengan santan kelapa dan gula sirup dan diminum sebagai minuman, atau dibekukan sebagai es krim. Hal ini juga digunakan dalam chutney dan untuk membuat Buah menjaga jelly dan selai. (Hean. 2004: 145 ).

Indonesia mengalahkan pulp dari buah yang matang dengan gula kelapa dan makan campuran saat sarapan. Pulp manis merupakan dasar dari serbat di benua itu. Selai, acar, selai, sirup, jeli, squash dan toffee adalah beberapa makanan dari buah serbaguna. Muda Bael daunnya hijau salad di Thailand. India makan bubur buah masak dengan gula atau Jaggery. Daging matang juga digunakan untuk membuat saus. Daging mentah bervariasi dengan yoghurt dan membuat menjadi raita. Daging mentah pahit di rasa, sedangkan pulp matang akan memiliki bau dan rasa itu campuran asam dan manis (Hean. 2004: 146).

Sebuah gm ratus pulp buah mengandung 31 gram karbohidrat dan dua gram protein, yang menambahkan hingga hampir 140 kalori. Buah yang matang kaya akan beta-karoten, prekursor vitamin A, tetapi juga mengandung sejumlah besar vitamin B tiamin dan riboflavin, dan sejumlah kecil vitamin C. (Mabberley.1997: 43).

 

Barringtonia asiatica Kurz.

Sistematika Barringtonia asiatica Kurz.

Kingdom  Plantae

Divisio  Magnoliophyta

Clasis  Magnoliopsida

Ordo Lecythidales

Familia  Lecythidaceae

Genus  Barringtonia

Spesies  Barringtonia asiatica Kurz.

Nama Lokal    :

Nama daerah : Bitung, butun (Menado); butun (Sunda);butung, keben (Jawa); keben-keben (Bali); utong (Alor); bitung tumbak, witung witung (Minahasa); hutu (Gorontalo); wutuna (Buol); hutun (Ambon); keptun (Halmahera Selatan); mijiu, pitu, mijimu (Halmahera Utara); mojiu (Ternate).

Derskripsi      :

Keben merupakan tanaman yang berbentuk pohon dan berkayu lunak memiliki diameter sekitar 50 cm dengan ketinggian 4-16 meter. keben mempunyai sistem perakaran yang banyak dan sebagian tergenang di air laut ketika sedang pasang. ia juga memiliki banyak percabangan yang terletak di bagian bawah batang mendekati tanah. Bentuk daunnya cukup besar, mengkilap dan berdaging. daun mudanya berwarna merah muda dan akan berubah menjadi kekuningan setelah tua.

Di Papua buah keben disebut dengan sebutan rabon pi. Bagian luarnya terdiri dari kulit berserabut dan didalamnya terdapat tempurung. di dalam tempurung terdapat sebutir biji yang keras, berlendir dan berwarna putih. buah ini memiliki bunga selebar 16 cm yang berwarna putih dengan benang sari berwarna merah muda. besar buah keben seukuran genggaman tangan orang dewasa, berwarna hijau ketika muda dan akan menjadi kecokelatan setelah tua dan kering.

Di lingkungan Keraton Yogyakarta juga berdiri tegak beberapa pohon Keben, dengan tinggi mencapai puluhan meter dengan banyak buah bergelantungan di sana. Biasanya buah keben ini dimanfaatkan oleh anak-anak sekitar Keraton sebagai alat/sarana dalam suatu permainan anak-anak. Pohon ini dengan daunnya yang lebar ini membuat buahnya yang juga berwarna hijau, sekilas tidak nampak, dan sulit terlihat dengan cepat.

Keben, adalah salah satu nama tanaman yang menjadi bahan utama dalam pengobatan mata dengan media herbal. Ekstrak buah keben di buat dalam bentuk kemasan cair (obat tetes) yang mudah pemakaiannya. Pengobatan dengan memanfaatkan buah keben ini diyakini mampu mengatasi penyakit mata seperti katarak, petrigium, glaucoma, myopia (mata minus), hipermetropia (mata plus), astigmatis, dan infeksi mikroba.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Plumeria acuminata Ait

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Plumeria acuminata Ait

Kingdom  Plantae

Divisio  Magnoliophyta
Classis Magnoliopsida

Ordo  Gentianales
Familia  Apocynaceae
Genus  Plumeria
Spesies  Plumeria acuminata Ait

 

Deskripsi

Kemboja atau semboja merupakan sekelompok tumbuhan dalam marga Plumeria. Bentuknya berupa pohon kecil dengan daun jarang namun tebal. Bunganya yang harum sangat khas, dengan mahkota berwarna putih hingga merah keunguan, biasanya lima helai. Bunga dengan empat atau enam helai mahkota bunga oleh masyarakat tertentu dianggap memiliki kekuatan gaib.

Habitus Pohon, bergetah. Tanaman kamboja tingginya dapat mencapai 6 meter.  Btang berkayu, keras tinggi, bulat, bercabang banyak. Batangg utamanya besar sedangkan cabang muda lunak dan bergetah. Bakas dudukan daun nampak jelas dan berwarna putih kehijauan. Percabangannya banyak, batang utama besar, batangnya cenderung bengkok dan bergetah.

Daun tunggal lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, tebal, panjang 10-25 cm, pertulangan menjari, permukaan atas berwarna hijau tua, permukaan bawah hijau muda dengan urat-urat yang menonjol, sering rontok terutama saat berbunga lebat.

Bunga majemuk, malai rata, terletak di ujung batang, kelopak berbentuk corong, mahkota berbentuk terompet, putih kemerahan atau kekuningan, mahkota bunga empat, putih, daun bunga berjumlah lima, berbunga sepanjang tahun. Buah bumbung bentuk lancet, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm, masih muda hijau, setelah tua hitam. Biji bulat, bersayap, putih kotor. Akar tunggang, berwarna coklat dan bercabang.

Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah. Nama Plumeria diberikan untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706), pakar botani asal Perancis. Walaupun berasal dari tempat yang jauh, kemboja sekarang merupakan pohon yang sangat populer di Pulau Bali karena ditanam di hampir setiap pura serta sudut kampung, dan memiliki fungsi penting dalam kebudayaan setempat. Di beberapa tempat di Nusantara, termasuk Malaya, kemboja ditanam di pekuburan sebagai tumbuhan peneduh dan penanda tempat. Kemboja dapat diperbanyak dengan mudah, melalui stek batang. Plumeria saat ini populer digunakan sebagai tanaman hias outdoor awalnya tanaman ini hanya digunakan sebagai tanaman kuburan.

Hylocereus undatus (Haw.) Britt. Et R

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Hylocereus undatus (Haw.)Britt.Et R

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)             085791251817

Divisio  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Ordo  Caryophyllales
Familia  Cactaceae (suku kaktus-kaktusan)
Genus  Hylocereus
Spesies  Hylocereus undatus (Haw.)Britt.Et R

Deskripsi Tanaman

Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatannamun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari.

Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).
Deskripsi        :

Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar, batang, duri dan bunga serta buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang di dalam tanah di batang atas sebagai akar gantung. Akar tumbuh di sepanjang batang di bagian punggung sirip di sudut batang. Di bagian duri muncul ini akan tumbuh bunga yang bentuknya mirip bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik seekor naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga. Batangnya berbentuk segitiga, durinya pendek sekali dan tidak mencolok, sampai mereka dianggap “kaktus tak berduri”. Bunganya mekar mulai senja, kalau kuncup bunga sudah sepanjang 30 cm. Itulah saatnya kita mengundang para tetangga dan handai taulan pencinta bunga untuk menyaksikan mekarnya buah naga.Mahkota bunga bagian luar yang krem itu mekar pada pukul sembilan (kira-kira), lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benangsari yang kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh pada tengah malam. Itulah sebabnya ia tersiar luas ke seluruh dunia sebagai night blooming cereus. Sambil mekar penuh ini, ia menyebar bau yang harum. Ternyata bau ini disebar ke seluruh penjuru angin malam, untuk menarik para kelelawar, agar sudi kiranya datang bertandang untuk menyerbuki bunga itu. Dalam gelap gulitanya hutan belantara malam, mata kelelawar memang kurang awas, tetapi hidungnya “tajam”
Manfaat Buah Naga

Dibalik rasanya yang manis menyegarkan, buah naga kaya akan manfaat. Banyak orang percaya buah ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Memang belum ada penelitian pasti tentang manfaat buah ini. Namun, mengingat asalnya dari jenis buah kaktus, kita percaya buah naga mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium dan karbohidrat. Yang pasti buah naga tinggi serat sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan. (id.wikipedia)

Pereskia grandifloria Haw.

Sistematika Takson Pereskia grandiflora Haw.

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Ordo  Caryophyllales
Familia  Cactaceae (suku kaktus-kaktusan)
Genus  Pereskia
Spesies  Pereskia grandiflora Haw.(Cakmus, 2008)

 

Nama Lokal

Kaktus mawar ( Indonesia), Rose cactus ( Inggris)

Deskripsi Tanaman

Tanaman ini berhabitat di daerah kering. Tanaman ini termasuk ke dalam famili Cactaceae yang primitif. Tanaman ini termasuk perdu dengan ketinggian 5-10 meter, termasuk primitif karena tidak memiliki daun sementara seperti pada kaktus semi modern. Kaktus ini memiliki batang berduri, daun berdaging dan bunga terletak di terminal atau ujung batang. Kaktus ini memilki akar tunggang, batangnya berkayu berdaging tebal, berlendir dan dilapisi lapisan lilin.

Menurut Dasuki (1991), suku Cactaceae ( kaktus-kaktusan) berperawakan herba atau berkayu yang sukulen, dengan duri, rambut atau keduanya berda pada aerolum ( cabang pendek yang termodifikasi, dengan daun-daun kuncup berubah menjadi duri). Daun berdaging atau terseduksi. Bunga tunggal pada aerolum, biseksual, aktinomorf atau zigomorf, tepal banyak tersusun spiral, bersatu di bawah membentuk tabung periantium atau hipantium. Stamen banyak, ginaesium dengan ovarium inferus, memilki 3 atau lebih karpel, 1 ruang dan banyak ovul. Buah baka, sering berduri atau berambut dengan biji tanpa endosperm.

Menurut Steenis ( 2006), bangsa Cactus merupakan tumbuh-tumbuhan succulent, jarang dengan daun berupa helaian, kebanyakan dengan batang yang berusuk dan berdaging. Sendi daun dengan duri tempel dan rambut vilt. Bunga berkelamin dua, kebanyakan dudk diatas sendi daun, beraturan atau sedikit zigomorph dengan poros bunga yang berbentuk tabung panjang. Daun mahkota atau kelopak 8 sampai lebih, kerapkali tidak dapat dibedakan dengan jelas satu terhadap yang lain ( suatu tenda bunga). Benang sari banyak. Bakal buah tenggelam, beruang satu atau beruang banyak tidak sempurna. Bakal biji banyak, tangkai putik satu, buah buni banyak.

Lidah Mertua ( Sansevieria trifasciata Prain.)

Sistematika Sansevieria trifasciata Prain.

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo  Liliales
Familia  Agavaceae
Genus  Sansevieria
Spesies  Sansevieria trifasciata Prain.

 

Nama Lokal

Lidah mertua( Indonesia), Sansevieria ( Indonesia), Sansevieria ( Inggris), snake plant( Inggris), mother-in-law´s tongue ( Inggris) Lidah jin ( Melayu).

Deskripsi Tanaman

Tanaman ini biasanya berhabitat di tanah yang kering dan kadang berbatu. Tanaman lidah mertua ini merupakan tanaman herba, batangnya berbuku-buku, memiliki rizome atau batang yang berada di dalam tanah. Daunnya bukan daun yang sempurna hanya memiliki pelepah dan helaian.  Tanaman ini memiliki akar serabut, perbungaaannya di terminal atau di ujung batang, berbunga banci atau hermaphrodit.

Menurut Dasuki (1991), suku Agavaceae yang didalamnya termasuk lidah mertua ( Sensevieria trifasciata Prain.)  adalah perdu atau phon kecil yang bisa bercabang, herba pendek yang keluar dari rizoma pendek. Daun Tunggal, tersebar, sesil, cenderung berkumpul padat di ujung cabang atau batang atau dekat permukaan tanah pada batang pendek, perennial, umumnya menebal sukulen yang keras. Urat daun sejajar tetapi sering kabur. Bunga dalam rasemus, panikula atau kapitulum yang padat, biseksual kadang-kadang uniseksual, trimer, tepal 6 dalam 2 lingkaran, petaloid tebal dan berdaging, lepas atau bersatu membentuk tabung. Stamen 6, filament lepas, melekat pada dasar tepal atau tabung periantium. Ginaesium 3 karpel membentuk 1 ovarium superus atu inferus, 3 ruang dengan plasenta aksilaris. Kelenjar nectar umumnya ada. Buah kapsula atau baka. Biji dengan endosperm mengandung hemiselulosa, minyak dan protein sebagai cadangan makanan, kadang-kadang ada perisperm sekitar endosperm.

Menurut Steenis (2006), Sensevieria trifasciata adalah tanaman herba dengan rimpang horizontal, merah kuning ; 0,4-1,8 m tingginya. Daun 2-6 pertanaman, bentuk baris, kearah pangkal menyempit dan bentuk talang, dengan ujung runcing, 5-175 kali 4-9 cm. Tandan bunga bertangkai panjang, pada ujung akar rimpang, panjang 40-85 cm. Berkas bunga : berbunga 5-10 dalam ketiak daun pelindung berupa selaput kering. Tangkai anak bunga beruas, 6-8 mm. Tabung tenda bunga sempit, panjang lk 1 cm; taju 6, bentuk garis, melengkung kembali. Benangsari 6, menacap pada bagian tabung sebelah atas. Tangkai putik dengan kepala putik membulat dan rata. Bakal buah bentuk telur memanjang, 1 biji tiap ruang. Buah buni berbiji 1-3 tinggi lk 8 mm,bulat peluru atau terdiri dari 2 buah, yang berbentuk bola memnajang dan menggantung bersama- bersama pada pangkal.

Tanaman ini berfungsi sebagai hiasan yang bisa diletakkan di depan rumah, dalam rumah maupun di taman.

Bunga Soka ( Ixora coccinea L.)

 

Sistematika Ixora coccinea L.

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Rubiales

Familia   Rubiaceae

Genus  Ixora
Spesies  Ixora coccinea L.

Nama Lokal

Indonesia ( Soka ), Inggris ( Burning Love, Jungle flame ), Pilipina ( Santan )

Sumatera               :  Kembang santen merah (Melayu)

Jawa                       :  Soka beureum (Sunda) Soka (Jawa)

Maluku                   :  Saya mami (Temate)

Nama dagang        : Soka

Deskripsi        :

Habitus       :  Perdu, tinggi 1-4 m.

Batang        :  Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, putih kotor.

Daun          :  Tunggal, seling berhadapan, lonjong, pangkal meruncing, tepi rata,  ujung runcing, pertulangan menyirip, panjang 3-7 cm, lebar 3-5 cm,  hijau.

Bunga        :  Majemuk, berkelamin dua, kelopak bentuk corong, benang sari empat,  panjang 0,5 cm, kepala sari melekat pada mahkota, merah.

Buah           :Buni, lonjong, merah.

Biji               :  Pipih, lonjong, putih.

Akar            :  Tunggang, coklat.

Manfaat

Kulit batang dan akar Ixora coccinea berkhasiat sebagai obat luka baru Untuk obat luka baru dipakai ± 5 gram kulit batang atau akar kering Ixora coccinea, dicuci dan ditumbuk sampai lumat, ditambah 1/4 gelas air matang kemudian diperas dan disaring. Hasil saringan dioleskan pada luka.Tanaman ini memilki kandungan kimia seperti kulit batang dan daun Ixora coccinea mengandung saponin, flavonoida dan tanin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sawo Kecik (Manilkara kauki)

                                                                       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Manilkara kauki   

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Classis  Magnoliopsida
Ordo  Ebenales
Familia  Sapotacea
Genus     Manilkara

Spesies Manilkara kauki   

 

Nama Lokal

Sawo Kecik disebut juga sebagai Sawo Jawa. Sedangkan dalam bahasa Inggris, tanaman yang mulai langka ini disebut sebagai Caqui dan Manilkara. Di beberapa negara lain disebut Khirni (India), dan Lámút Sida atau Lámút Thai (Thailand). Sedangkan dalam bahasa ilmiah (latin) Sawo Kecik disebut sebagai Manilkara kauki yang bersinonim dengan Mimusops kauki, dan Manilkara kaukii.

 

Habitus

Pohon Sawo Kecik (Manilkara kauki) berukuran sedang dengan tinggi mencapai 25 m. Diameter (garis tengah) batang pohon Sawo Kecik mampu mampu mencapai 100 cm.

Habitat dan Persebaran

Sawo Kecik (Manilkara kauki) diperkirakan berasal dari India dan tersebar serta banyak dibudidayakan di kawasan Asia Tropis dan Amerika Tropis. Di Indonesia, Sawo Kecik meskipun sudah mulai langka karena mulai jarang yang membudidayakan namun masih dapat ditemui di seluruh Indonesia kecuali Kalimantan.

Sawo kecik tumbuh subur di daerah pesisir (pantai) yang beriklim kering hingga daerah berketinggian sekitar 500 meter dpl. Pohon langka ini sering ditanam sebagai pohon peneduh, pohon buah (untuk dikonsumsi buahnya), dan sebagai pohon ornament yang bias ditanam di dekat kuil atau istana.

Deskripsi

Sawo Kecik (Manilkara kauki) sering disebut juga Sawo Jawa merupakan tanaman (pohon) penghasil buah dari keluarga sawo-sawoan (Sapotaceae) yang kini mulai langka dan jarang ditemukan di Indonesia. Sawo Kecik yang menurut filosofi jawa sering diidentikkan dengan ‘sarwo becik’ (serba baik), Tanaman yqng dapat menghasilkan buah.

Batang         

Batangnya mempunyai kayu yang keras dan kuat sehingga sangat baik untuk bahan bangunan, perabot rumah tangga, alat-alat pertukangan, bahkan dimanfaatkan sebagai benda-benda seni seperti patung, ukir-ukiran bahkan sebagai peralatan musik seperti badan biola dan rebana.

Daun

                                 

Daun-daun Sawo Kecik mengelompok pada bagian ujung batang. Di permukaan bawah daun Sawo Kecik berwarna keputihan dan halus seperti beludru dengan tangkai daun tidak menebal, panjang kelopak daun 7 mm. Kuncup bunga Sawo Kecik berbentuk bulat telur.

Pengamatan  yang didapatkan yaitu hasil Percabangan tangkai daun brirama, Duduk daunnya Spiral, Tangkai daunnya brbentuk Silindris dengan bentuk lanset atau bahkan bulat telur, Urat daun kedua terletak sejajar rapat.

Bunga

Untuk perbungaan pada sawo kecik termasuk kedalam perbungaan terminal (menggerombol pada bagian ujung), Berumah dua (Dieoseus), merupakan bunga yang sudah sempurna.

 

Buah

                                    

                                                            (Cakmus,2008)

Buah Sawo Kecik berbentuk bulat telur atau bulat telur sungsang berukuran kecil dengan panjang berkisar 3.7 cm. Buah Sawo Kecik mempunyai kulit pembungkus yang sangat tipis namun mudah dikelupas. Buah Sawo Kecik, bila mask mempunyai rasa yang manis dan kadang-kadang terasa sedikit agak sepat.

Pemanfaatan Pohon Sawo Kecik

Meskipun Sawo Kecik merupakan pohon penghasil buah, namun tidak hanya buahnya saja yang dapat dimafaatkan. Batang banyak dipergunakan sebagai bahan bangunan, perabot rumah tangga, dan karya-karya seni seperti patung, ukiran, bahkan peralatan musik seperti rebana dan badan biola.

Pinanga caesia

                    

                                                           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                       

 

Sistematika Takson Pinanga caesia Blume

Kingdom   Plantae

Dibvisio Tracheophyta

Classis       Liliopsida

Order    Arecales

Famila   Arecaceae

Genus    Pinanga

Species    Pinanga caesia Blume (Cakmus,2008)

Deskripsi

Tumbuh dikawasan hutan hujan dataran rendah pada ketinggian 50-100 m dpl.Tumbuh tunggal, batang tegak dengan tinggi mencapai 4-30 m, ruas terlihat jelas.Tajuk pelepah berwarna hijau sampai hijau kecoklatan. Biasanya tidak bercabang, daun-daun di ujung batang seperti mahkota. Daun bertangkai ungu kebiruan, susunan helai daun menyirip.Perbungaan tumbuh pada ruas batang di bawah tajuk pelepah, berbentuk tandan, tangkai tandan berwarna merah, warna putih (saat muda), hitam (saat tua) dan berbiji satu. Umumnya mengandung Kristal rafida, mengakumulasikan silica dan berbagai macam polifenol, sangat sering mempunyai sel-sel atau saluran-saluran bertanin dan menghasilkan proantosianin, kadang-kadang menghasilkan alkaloid piridin dan bersaponin, tetapi jarang sianogenik. Akar mikoriza, tanpa rambut akar (Dasuki, 1991: 199).

Monstera deliciosa

Sistematika Monstera deliciosa

Kingdom   Plantae (Tumbuhan)
Divisio       Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
clasis   Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo      Arales
Familia    Araceae (suku talas-talasan)
Genus    Monstera
Spesies  Monstera deliciosa ( Cakmus,2008)

Deskripsi

Tanaman ini merupakan tanaman memanjat yang sering tumbuh sangat besar, dengan akar udara, sering juga menjadi epifit.Daun muda umumnya lebih kecil,  setelah dewasa lebih besar dan berlubang.Bunga dalam spatha dengan panjang 45 cm, umumnya putih atau kehijauan.Ukuran daun 25-90 cm kali 15-75 cm dan berbentuk hati. Tulang daun berwarna hijau pucat. Mempunyai spandex ( bulir tegak dan berdaging ) dengan panjang 25 cm kali 3 cm yang merupakan tempat melekatnya buah yang berwarna krem ( putih gading ), yang mempunyai rasa atau aroma seperti pisang dan nanas saat matang. Daun panumpu berbentuk perahu yang mengelilingi spadix.Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat, bercabang sedikit dan dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 1,8 m ( steenis, 2006: 169).

Spathiphyllum cannifolium

(Andika.2010)

Sistematika Takson

Sistematika takson dari Spathiphyllum  yaitu ( Cakmus, 2008):

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio Magnoliophyta

Clasis  Liliopsida

Ordo  Arales

Familia  Araceae

Genus  Spathiphyllum

Spesies: Spathiphyllum cannifolium

 

Deskripsi

Spathiphyllum adalah genus dari sekitar 40 spesies tanaman berbunga monocotyledonous dalam keluarga Araceae, asli daerah tropis Amerika dan Asia tenggara. Spesies tertentu Spathiphyllum yang umum dikenal sebagai Spath atau Lilies Perdamaian.

Tanaman ini  adalah tanaman herba hijau abadi besar dengan daun 12-65 cm dan 3-25 cm luas. Bunga-bunga diproduksi dalam gagang, dikelilingi oleh seludang perbungaan, panjang 10-30 cm putih, kekuningan, atau kehijauan. Tanaman ini tidak membutuhkan sinar yang berlebihan atau air untuk bertahan hidup.

Umum anatomi. Tanaman dengan latisifer (diartikulasikan, bercabang atau tidak), atau tanpa latisifer (misalnya Pothoideae beberapa, Pistia). Tanaman tanpa tubuh silika. Akumulasi pati selain eksklusif ‘tipe pteridophyte’.

Daun anatomi. Stomata hadir (biasanya berorientasi secara acak); paracytic, atau tetracytic, atau cyclocytic, atau anomocytic (dll). Penjaga-sel tidak ‘rumput ketik’.Dorsiventral lamina. Para mesofil tanpa sel minyak ether; sel lendir yang mengandung (dengan raphides), atau tidak mengandung sel-sel lendir; kristal kalsium yang mengandung oksalat. Kristal mesofil Para raphides dan druses. Kecil daun urat tanpa sel floem Transfer (5 marga). Kapal tidak ada.Stem anatomi. Absen sekunder penebalan. Xilem tanpa kapal. Sieve-tube plastida P-type; tipe II.Akar anatomi. Akar dengan velamen (jarang), atau tanpa velamen. Akar dengan pembuluh xilem; kapal akhir-dinding scalariform.

Daun dan bunganya sedap di pandang.Daun berbentuk bulat lonjong dengan warna hijau polos dan disertai guratan-guratan putih, kuning atau krem.Bentuk bunga seperti tongkol dan terlihat sangat unik dengan seludang putihnya.Perawatan : Frekuensi pemupukan 1kali/bulan, repotting dilakukan jika akar tanaman terlalu rapat.Fungsi : Tanaman penutup tanah jika ditanam secara massal, display plant dalam pot, border.

Spathiphyllum atau perdamaian lily adalah tanaman dalam ruangan populer yang berasal dari daerah tropis Amerika dan Asia Tenggara.Daun dari tanaman ini adalah hoki anak dan glossy yang muncul dari tanah.Para spaths putih atau putih-hijau muncul dari tangkai daun yang perlahan-lahan memudar untuk lembur kuning.Spathiphyllum memerlukan sedikit air dan sinar matahari untuk tumbuh.Banyak orang Spathiphyllum hadiah karena dianggap sebagai tanaman indoor yang menarik dan dianggap sebagai simbol spiritual Natal.

Banyak orang tumbuh Spathiphyllum karena mereka mekar bunga yang tahan lama yang indah. Bunga ini biasanya mekar di musim semi, namun mereka bisa dipaksa untuk mekar di musim dingin. Beberapa tanaman varietas Spathiphyllum diketahui mekar dua kali dalam satu tahun sehingga tanaman memiliki bunga selama beberapa bulan. Bug seperti tungau dan skala dapat merusak tanaman, jadi pastikan Anda melindunginya dari bug ini. Jika Anda berencana untuk tumbuh Spathiphyllum di rumah.

Spathiphyllum tidak dikenal karena sifat obat, namun tanaman ini dianggap sebagai pembersih udara yang sangat baik. Beberapa spesies Spathiphyllum dikenal untuk menghilangkan jejak metil, aseton, toluena, benzena, amonia dan etil dari atmosfePara Kemper Center, Missouri Botanical Garden: “Spathiphyllum adalah bahasa Yunani untuk daun-seludang perbungaan, mengacu pada karakter dari seludang perbungaan, yang merupakan bract atau daun sekitarnya atau subtending cluster bunga tebal menonjol.”

Semua Perdamaian Lily tanaman adalah anggota dari genus Spathiphyllum. Banyak dari kita biasanya tumbuh Lily Perdamaian di kami Perdamaian Lily perbungaan Spathiphyllum, Foto Copyright 2010 Steve Lucas, http://www.ExoticRainforest.comhomes dan terlepas dari hibrida atau spesies Anda tumbuh mayoritas berasal ketika kolektor pergi ke Amerika Selatan pada 1800-an mencari baru dan menarik “rumah tanaman” bagi petani Eropa. Meskipun ada cukup beberapa spesies, hanya beberapa telah berkembang dari beberapa spesies yang berasal dari Asia.Semua spesies Spathiphyllum, serta semua ratusan hibrida dan kultivar adalah anggota dari keluarga tanaman lebih besar yang disebut Araceae, biasa disebut aroid sebuah.Aroids mudah dikenali oleh seludang perbungaan dan gagang diproduksi oleh tanaman yang secara keliru disebut bunga.

Para seludang perbungaan atau “Perdamaian Lily” bisa menjadi houseplant sangat baik. Beberapa spesies dan hibrida memiliki sering kecil, lanset sempit (berbentuk tombak) meninggalkan sementara yang lain memiliki pisau daun jauh lebih besar dan lebih luas. Beberapa menghasilkan perbungaan kecil sementara yang lain menghasilkan seludang perbungaan dan gagang yang cukup besar. Tidak semua spesies liar Spathiphyllum sangat cocok sebagai tanaman rumah tetapi sejumlah besar dari cangkir ini berbentuk tanaman putih bantalan seludang perbungaan dijual sebagai hibridisasi “Lilies Perdamaian”.Hampir tidak ada tanaman yang umum tersedia adalah spesies melainkan adalah hibrida.Benar istilah ini seludang perbungaan, bukan “spath”.

Spesies yang paling mungkin digunakan untuk membuat hibrida kita tumbuh tampaknya menjadi salah satu dari beberapa termasuk Spathiphyllum wallisii, Spathiphyllum floribundum, Spathiphyllum friedrichsthalii atau Spathiphyllum cannifolium yang termasuk spesies yang paling luas di Kolombia dan beberapa bagian lain dari Amerika Selatan. Memang mungkin Spathiphyllum friedrichsthalii, yang umum ke Kosta Rika juga telah digunakan untuk membuat beberapa hibrida. Para seludang perbungaan (bunga) dari Spathiphyllum floribundum dan Spathiphyllum cannifolium adalah pertandingan dekat dengan seludang perbungaan yang kita amati pada banyak tanaman hias hibrida kami. Spathiphyllum cannifolium muncul terbatas pada lembah Amazon di mana ia dikenal dari hampir semua anak sungai utama dari lembah Amazon, setidaknya di Kolombia. Dalam Kolombia, Spathiphyllum cannifolium terjadi pada 200 sampai 1000 meter (660 kaki ke 3.280 kaki) di ketinggian, di zona tropis kehidupan hutan basah dan menghasilkan waktu yang hampir semua perbungaan tahun.

“Perdamaian Lily” dapat ditemukan dalam berbagai bentuk helai daun dan ukuran. Menurut George Bunting s A Revisi Spathiphyllum Genus spesies terbesar, Spathiphyllum commutatum dari Malaysia, Kepulauan Solomon dan sebagian Asia, tumbuh sampai 85 cm (33,4 inci) panjang dan spesies Spathiphyllum cochlearispathum dari Meksiko dapat tumbuh sampai 80 cm (31,5 inci) panjang. Dari semua spesies yang ditemukan di Spathiphyllum genus, semua kecuali tiga hanya ditemukan di Dunia Baru Neotropik. Ketiga spesies yang ditemukan di Filipina dan Kepulauan Maluku, Nugini, Palau, Britania Baru, dan Kepulauan Solomon sementara semua sisanya ditemukan dari tropis Meksiko melalui Amerika Tengah dan Selatan.

Genus ini juga terwakili di negara Amerika Selatan Kolombia dan ditemukan dari permukaan laut dekat sekitar 1300 meter (4.200 kaki plus). Genus yang paling umum di hutan dataran rendah primer dan umumnya terkait dengan air dan sungai yang tumbuh di koloni besar yang saling berhubungan dengan rimpang mereka.Para Spathiphyllum genus juga tumbuh di sebagian atau berkala hutan banjir kadang-kadang dalam situs dengan intensitas cahaya relatif rendah. Namun, asumsi tanaman ini akan selalu berhasil dalam cahaya rendah perlu pertimbangan lebih lanjut dan penjelasan.

Akar  rimpang, tangkai daun dan batang adalah agar sejak hal juga memberitahu kita sesuatu tentang bagaimana tanaman bertahan hidup dan bereproduksi di alamSebuah rimpang hanyalah sebuah batang yang berjalan di permukaan tanah dan berfungsi sebagai dukungan utama atau poros tengah tanaman (foto bawah). Semua atau sebagian besar tanaman di sebuah koloni yang terhubung ke beberapa derajat melalui rimpang mereka.Istilah batang dan rimpang yang kurang dipahami oleh petani tanaman sehingga sangat penting Anda memahami kita tidak membahas dukungan dari setiap daun tunggal, benar dikenal sebagai sebuah tangkai daun.Petani umumnya menyesatkan menjadi percaya daun didukung oleh “batang” tetapi asumsi yang tidak benar.Daun dibagi menjadi dua bagian utama dan dua bagian tumbuh bersama didefinisikan sebagai “daun”.Kedua bagian adalah tangkai daun dan pisau.

Batang adalah dasar, poros tengah dan dukungan utama dari pabrik biasanya dibagi menjadi node dan ruas. Node sering menghasilkan akar, daun axils nya, dan seludang perbungaan bunga “menarik) yang didukung pada batang dikenal sebagai gagang bunga node A adalah titik di mana tanaman menghasilkan akar dan. Memegang tunas yang juga dapat tumbuh menjadi tunas dari berbagai bentuk. akar batang itu kemudian jangkar tanaman baik ke tanah, pohon atau batu tergantung pada spesies dan genus. Dalam kasus Spathiphyllum genus batang bahkan dapat menyebar sebagai rimpang bertobat merayap di tanah tetapi sering tepat di bawah permukaan.Batang baik dapat tumbuh di atas tanah, bawah tanah atau sebagian di atas tanah.

Spesies seperti Spathiphyllum cannifolium dan Spathiphyllum floribundum yang biasanya menghasilkan perbungaan tapi tidak ada cara untuk mengetahui secara pasti jika tanaman Anda tumbuh dibesarkan dari spesies-spesies. Kemungkinan tinggi tanaman Anda diproduksi dalam sup kimia dan orang tua yang kawin silang dengan spesies induk banyak. Anda sangat tidak mungkin akan tumbuh spesies yang benar. Peternak upaya untuk tanaman inbrida yang cenderung menghasilkan perbungaan lebih sering tetapi dalam waktu tanaman sering kembali ke built-in mereka coding DNA dan menghasilkan hanya pada jadwal tertentu alami mereka.Ketika peternak sedang mencoba untuk menghasilkan tanaman dengan daun spektakuler dikombinasikan dengan berbunga sering, sesuatu harus menyerah urutan alami genetiknya.

Sering diberikan sebagai tanaman pemakaman, yang “Perdamaian Lily” adalah anggota dari tanaman Araceae besar keluarga biasa disebut aroid sebuah.Hibrida Spathiphyllum adalah salah satu tanaman yang lebih umum tersedia dijual di toko diskon, pembibitan dan toko bunga.Tanaman spesies benar adalah menemukan sangat jarang di rumah karena hampir semua tersedia untuk dijual diciptakan oleh hybridizers.Bahkan di alam liar beberapa spesies juga cukup langka.Hampir semua tanaman tersedia untuk pembelian tidak tumbuh dari biji tetapi ditumbuhkan dalam tabung reaksi sebagai jaringan kimia dibuat dibudidayakan atau tanaman kloning.Meskipun saya punya pada satu waktu telah dituntun untuk percaya variasi kloning itu “dirancang” untuk membutuhkan air sedikit, yaitu tidak lebih dari mitos.Tanaman secara alami dapat menahan penyalahgunaan karena mereka harus hidup melalui musim kering di habitat asli mereka yang kadang-kadang mengharuskan mereka untuk bertahan ketika sedikit air tersedia tetapi mereka memiliki keterbatasan dan tidak dapat menahan penyalahgunaan abadi dan penelantaran di rumah.

Aglaonema crispum (Pit. & Man.) D.H.Nicol

Sistematika Aglaonema crispum (Pit. & Man.) D.H.Nicol

Kingdom  Plantae

Divisio Magnoliophyta

Clasis  Liliopsida

Ordo  Arales

Familia  Araceae

Genus  Aglaonema

Spesies  Aglaonema crispum (Pit. & Man.) D.H.Nicol

Deskripsi

Habitat :tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.akar : Tanaman ini memiliki serabut batang yang tidak berkambium (Berkayu).Daun Menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem yang tersusun secara acak.

Kini berbagai macam Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.

Aglaonema, sri rejeki, atau chinese evergreenmerupakan tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae. Genus Aglaonemamemiliki sekitar 30 spesies.Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.Tanaman ini memiliki akar serabut serta batang yang tidak berkambium (Berkayu).Daun menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem yang tersusun secara acak.Kini berbagai macam Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.luar biasa! Hebat! Kata itulah yang pas untuk melukiskan sosok turunan Aglaonema cochinchinense.Dialah mung mee srisuk alias rainamira.Puluhan helai daun bergerombol membentuk tajuk yang kompak.Sekitar 80% permukaan daun berwarna merah merona.Pucuk dihiasi warna kuning dengan tepi daun hijau tua. Pantas ia merebut kampiun saat Kontes Piala Raja di Suan Luang.

Aglaonema termasuk tanaman mudah tumbuh dan syarat hidupnya pun tidak banyak.Agar aglaonema tumbuh subur perhatikan faktor cahaya, suhu, kelemba­pan, dan naungan.Aglaonema termasuk tanaman mudah tumbuh dan tidak banyak persyaratan untuk hidupnya.

Aglaonema peka terhadap cahaya mata­hari.Cahaya matahari yang terlalu kuat bisa membuat daunnya kusam, bahkan terbakar dan akhirnya mati.Oleh kare­nanya, tanaman ini populer sebagai indoor plant.Jika ditempatkan di luar rumah dapat diakali, misalnya meletak­kan tanaman di teras rumah, di bawah naungan pohon, atau menggunakan paranet (shadingnet).Hidup dibawah naungan pepohonan menyebabkan aglaonema beradaptasi pada kelembapan yang relatif tinggi.Karenanya, tanaman hias ini menyukai udara dengan kelembaban sekitar 50% yang merupakan perpaduan suhu ideal sekitar 250C pada siang hari dan 160-200C pada malam hari.Kelembaban yang ter­lalu tinggi dapat mengurangi penguapan sehingga dapat mengurangi daya serap tanaman terhadap zat hara.

Tanaman Herbal, abadi, lahan basah atau terestrial, kadang-kadang muncul atau mengambang, [sering epifit atau pendakian], biasanya dengan lateks susu atau berair, jarang berwarna. Rimpang, umbi, atau stolons ini; rimpang vertikal atau horisontal, merayap pada atau dekat permukaan, kadang-kadang bercabang; umbi bawah tanah, tepung; stolons pada atau dekat permukaan.Batang absen [kadang-kadang atas tanah atau udara].Cataphylls biasanya hadir. Daun jarang soliter, alternatif atau berkerumun; tangkai daun jarang yang absen, dengan selubung mulia; pisau sederhana atau senyawa [sesekali melubangi], berbentuk bulat panjang untuk obovate atau spatulate, sesekali sagittate-berbentuk hati, lebih besar dari 1,5 cm; paralel venasi atau menyirip-atau palmate-terjaring . Inflorescences spadices, masing-masing dengan 3-900 biasanya erat dikelompokkan, bunga tetap, subtended oleh seludang perbungaan; seludang perbungaan jarang absen, persisten (kadang-kadang hanya proksimal) atau gugur, dengan berbagai warna; gagang berbentuk silindrik atau bulat telur, berbagai bagian sesekali telanjang atau dengan bunga-bunga steril.

Aglaonema yang juga dikenal dengan nama sri rejeki merupakan anggota family Araceae, satu kelompok dengan tanaman keladi.  Tanaman hias daun ini memiliki 40 jenis, tiga di antaranya yang menjadi favorit pecinta tanaman hias adalah Aglaonema costatum, Aglaonema modestum, dan Aglaonema crispum.Aglaonema ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis seperti di kawasan Asia Tenggara, India, dan Cina.

Habitat alaminya adalah rawa-rawa dan hutan hujan.  Sri rejeki termasuk dalam kelompok tanaman herba yang dapat tumbuh dengan ketinggian 20-150 cm.  Daunnya tersusun berselang-seling pada batang, berbentuk bulat-lonjong, dan memiliki variasi warna dari merah hingga putih-hijau.Getah dari beberapa jenis Aglaonema ada yang mengandung racun.Racun tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit dan peradangan pada bibir, lidah, tenggorokan jika terminum.Aglaonema sangat terkenal sebagai tanaman hias karena tanaman ini memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap berbagai variasi lingkungan dan mudah ditumbuhkan.

Tanaman ini dapat menyesuaikan diri dengan berbagai intensitas cahaya, tidak membutuhkan perhatian ekstra keras dalam perawatannya, dan relatif memiliki daya tahan tinggi terhadap hama.  Sebagian orang Asia (termasuk Cina, Thailand, dan Indonesia) percaya bahwa Aglaonema dapat mendatangkan keberuntungan dan rejeki.  Aglaonema memiliki beberapa varian yang cukup menarik seperti snow white, legacy, cochine, lipstick, dan widuri.  Snow white adalah varian sri rejeki yang memiliki ciri-ciri daun berwarna putih dengan corak-corak hijau yang tersebar rata di permukaannya.Legacy memiliki daun berwarna hijau dengan dominasi corak berwarna merah yang mengikuti alur tulang daun.  Sementara, lipstick memiliki pola warna merah mengelilingi tepi daunnya (jadi seperti bibir yang memakai lipstick).  Cochine merupakan sri rejeki berdaun merah atau warna tembaga.

Bunga biseksual atau berkelamin tunggal, jantan dan betina biasanya pada tanaman yang sama atau fungsional pada tanaman yang berbeda, bunga jantan distal betina ketika berkelamin tunggal; perianth tidak ada atau ini; benang sari 2 – 12, yang berbeda atau yang muncul bersamaan di synandria; ovaryies 1, 1 – 3 (- banyak)-lokulus, sessile atau tertanam di gagang; gaya 1; stigma setengah bulat, berbentuk kepala, atau diskoid Araceae yang terbaik ditandai dengan perbungaan, sebuah berbentuk silindrik atau bulat telur berdaging, gagang bercabang subtended atau dikelilingi oleh seludang perbungaan a. Spathes benar tidak hadir dalam Orontium genus Nearctic dan di Gymnostachys genus Australia. Keluarga tanaman lainnya dengan kompresi seperti gagang perbungaan, seperti Piperaceae dan Cyclanthaceae, juga tidak memiliki struktur yang setara dengan seludang perbungaan (Piperaceae) atau awal gugur bracts (Cyclanthaceae).Tanaman biasanya gundul, jarang puber atau berduri (pubescent di Pistia).Banyak Araceae pameran khas monocotyledonous daun venasi paralel, tetapi beberapa genera memiliki venasi daun bersih lebih khas dikotil.

Klasifikasi Infrafamilial dari Araceae adalah yang diteliti aktif.Klasifikasi hanya keluarga sampai saat ini untuk memanfaatkan teknik filogenetik modern (. SJ Mayo et al, 1997) mengakui tujuh subfamilies, yang tiga direpresentasikan dalam asli Amerika Utara beriklim aroid Flora: Orontioideae (Orontium, Symplocarpus, Lysichiton); Calloideae (Calla ), dan Aroideae (Peltandra, Arisaema, dan Pistia). Acorus, genus historis termasuk dalam Araceae, diperlakukan sebagai keluarga terpisah flora theat berdasarkan morfologi yang luas dan bukti kimia yang mendukung penghapusan dari Arales (Grayum 1987).

Jumlah genus Araceae yang terjadi di Amerika Utara beriklim rendah dibandingkan dengan benua lain, dan taksa primitif secara tidak proporsional terwakili. Orontioideae dan Calloideae, yang meliputi empat dari tujuh marga asli ditemukan di daerah flora, adalah clades basal dalam Araceae.Tanaman dalam subfamilies memiliki negara primitif untuk banyak karakteristik yang Araceae dan karakteristik saham yang berasal beberapa genera dengan aroid lain (MH Grayum 1990). Genera lebih maju asli daerah flora yang mencakup satu genus endemik di selatan Amerika Utara (Peltandra), sebuah genus Lumba dengan distribusi asli pasti (Pistia), dan genus jelas Eurasia di asal (Arisaema).

Araceae mengandung kristal kalsium oksalat, yang sering dikutip sebagai penyebab iritasi intens yang dialami saat menangani atau mengkonsumsi jaringan tanaman baku genera banyak dalam keluarga. Anggapan ini bertentangan dengan fakta bahwa meskipun iritasi umumnya tidak diproduksi oleh tanaman dimasak dengan benar, kristal tetap setelah pemanasan. Senyawa lain karena itu harus terlibat dengan menyebabkan reaksi ini. Studi Dieffenbachia menunjukkan bahwa enzim proteolitik, serta senyawa lain, bertanggung jawab untuk iritasi parah yang disebabkan oleh tanaman ini dan itu raphides kalsium oksalat tidak memainkan peran utama (J. Arditti dan E. Rodriguez 1982). Apakah iritasi disebabkan oleh enzim atau kristal, bahwa aspek Araceae telah menghasilkan genera aroid yang termasuk dalam banyak daftar tanaman.

Tanaman dari beberapa spesies yang dibudidayakan untuk lolos Araceae dan dapat bertahan hidup atau mempelajari ilmu alam, terutama di iklim hangat. Salah satu spesies ini, Colocasia esculenta, tersebar luas cukup untuk menjamin inklusi penuh dalam flora, tetapi spesies lain diperkenalkan Araceae sangat lokal di kejadian. Jarang spesies diwakili oleh spesimen herbarium atau laporan sastra sebagai melarikan diri atau bertahan dari budidaya..Bunga Warna: tidak mencolok, tidak ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ficus elastica Roxb. ex Hornem

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Ficus elastica Roxb. ex Hornem

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Classis   Magnoliopsida
Ordo  Urticales
Familia  Moraceae
Genus  Ficus
Species  Ficus elastica Roxb. ex Hornem

Nama umum

Indonesia         : Karet kebo, karet hutan, kadjai (Sumatra)

Inggris             : Assam rubber

Indian              : rubbertree

Melayu                        : rambong, pokok getah rambong

Pilipina             :balete

 

Habitat

Pohon Ficus adalah tanaman tropis, dan sebagian besar spesies hidup di hutan. Hutan tropis menimbulkan berbagai tantangan untuk flora tinggal di sana, terutama kurangnya cahaya yang tersedia untuk tanaman yang tidak dapat tumbuh cukup tinggi untuk mencapai kanopi (Thumma.2009).

 

Habitus

Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai 20-30 meter. Suku Moraceae biasanya terdiri dari pohon-pohon (Gembong.2009:112). Suku Moraceae berupa pohon, perdu, liana rang herba (Undang.1991:63).

Deskripsi        :

Ara (Ficus, Moraceae) merupakan salah satu marga terbesar tanaman berbunga dengan ca. 750 di seluruh dunia spesies (Ronsted.2008). Sistem akar tunggang,jika lembaga tumbuh terus menadiakar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil (Gembong.2009:92). Batang berkayu, silindris, warna coklat tua, permukaan halus, percabangan meyebar  tak beraturan hingga membentuk pohon yang rindang. Dari batang tersebut keluar akar-akar menggantung dari batang atau cabang yang sudah besar.

Pohon 8-40 meter tingginya. Dalam keadaan liar mula-mula hidupnya ephipthis, banyak akar udara yang menuju ke tanah, yang nantinya masing-masing menjadi batang (steenis.2006:166).

Daun tunggal, bertangkai, tersusun berseling (alternate), bentuk lonjong (elliptica), ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan mengkilat (nitidus), pada pohon yang masih muda panjang daun kurang lebih 35 cm, lebar kurang lebih  15 cm, setelah pohon menjadi dewasa rata-rata panjang daun menjadi lebih kecil dengan panjang kurang lebih  10-15 cm dan lebar kurang lebih  5-7 cm, daun muda berwarna merah hati setelah dewasa menjadi hijau tua, kuncup daun muda tertutup dengan selaput bumbung (ochrea) berbentuk kerucut tajam berwarna merah muda.

Daun dengan tulang daun samping yang halus dan sangat rapat berurutan. Memiliki getah putih (Steens.2006:166). Daun tunggal yang duduknya tersebar dengan daun penumpu yang lebar, kadang-kadang memeluk batang (Gembong.2009:111). Daun tersebar bertangkai cukup panang, seperti kulit, mamanjang atau elips, kerapkali dengan pangkal tumpul dan ujung meruncing, tepi tara. Warna daun dari atas hijau tua mengkilat dan dari bawah berwarna lebih muda dan buram (Steens.2006:167).

Dalam sebuah jurnal penelitian, disebutkan bahwa pada anatomi daun Ficus elastika terdapat kandungan oksalat dan kalsium karbonat kalsium. Kristal kalsium oksalat tersebut terutama ditemukan sebagai druses atau prismatik Kristal (Chih.1997). Kandungan kalium karbonat pada Ficus elastika berupa litosit dan sistolit. Sisitolit adalah Kristal yang dibentuk pada penonjolan ramping dari dinding ke dalam lumen sel. Sedangkan sel yang bersangkutan disebut litosit (Hidayat.1992:32).

Bunga muncul di ketiak daun, berwarna merah kusam, penyerbukan sangat tergantung pada satu jenis kumbang Buah bulat telur, panjang  kurang lebih  1 cm, berwarna kuning kehijauan. Bunga ficus duduk di ketiak, eliptis memanjang dan licin (Steen.2006:166).

Bunga telanjang atau dengan  hiasan bunga yang tidak gugur dan kemudian menjadi tebal berdaging. Bunga jantan dengan tenda bunga yang berbilanga 2-6,  benang sari sama dengan daun hiasan, duduknya berhadapan dengan daun-daun bungabunga batina dengan bakal buah yang tenggelam sampai menumpang, dengan 1 atau 2 tangkai putik,beruang 1 dengan bakal bii yang menggaantung atau terletak di dasarnya (Gembong.2009:112).

Ficus drupacea

Sistematika Ficus drupacea

Kingdom  Plantae

      Divisio  Magnoliophyta

             Classis  Magnoliopsida

                    Ordo  Urticales

                         Familia  Moraceae

                           Genus  Ficus

                                   Species  Ficus drupacea

 

Habitat

Pohon Ficus dapat ditemukan di seluruh dunia. Hampir setiap benua dan pulau di daerah tropis memiliki setidaknya satu jenis ficus asli (Scot.2001). Pohon Ficus adalah tanaman tropis, dan sebagian besar spesies hidup di hutan. Hutan tropis menimbulkan berbagai tantangan untuk flora tinggal di sana, terutama kurangnya cahaya yang tersedia untuk tanaman yang tidak dapat tumbuh cukup tinggi untuk mencapai kanopi (Corine.2008).

Habitus

Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai 20 – 30 m. Suku Moraceae biasanya terdiri dari pohon-pohon (Gembong. 2009:112).  Suku Moraceae berupa pohon, perdu, liana rang herba (Undang.1991:63).

Deskripsi

Ara (Ficus, Moraceae) merupakan salah satu marga terbesar tanaman berbunga dengan ca. 750 di seluruh dunia spesies (Ronsted.2008). Sistem akar tunggang, jika lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil (Gembong.2009:92).

Daun merupakan daun tunggal, berwarna hijau muda. Bangun daun jorong, dengan ujung daun meruncing, pankal daun tumpul, tepi daun rata dan  Peruratan menyirip. Tekstur daunnya seperti kertas (Chui.2002). Daun tersebar bertangkai cukup panang, seperti kulit, mamanjang atau elips, kerapkali dengan pangkal tumpul dan ujung meruncing, tepi tara. Warna daun hijau muda (Steens.2006:167).

Batang berbentuk bundar, berwarna putih kecoklatan, dengan permukaan halus. Pada batang terdapat akar pencekik yang berfungsi sebagai penyimpan air dan nutrisi dari tanah.. Pertumbuhan batangnaya lurus ke atas (Scot.2001). Ketika mengamati buahnya   drupacea Ficus warna merah terang yang besar,  lezat buah ara (Athrea.2001).

 

 

 

 

 

 

 

Adansonia digitata L.

Sistematika Adansonia digitata L.
Kingdom  Plantae

Divisio Magnoliophyta

Classis  Magnoliopsida

Ordo  Malvales

Familia  Bombacaceae

Genus  Adanso

Spesies  Adansonia digitata L.

Habitat:

Pohon raksasa ini dapat tumbuh di daerah panas, hutan kering, daerah berbatu, hingga daerah dengan curah hujan yang rendah.Pohon ini juga disebut-sebut sebagai pohon kehidupan (Tree of Life). Pohon yang berhabitat digurun ini dapat tumbuh antara 25-47 meter dan berdiameter 15. Spesies ini dapat berumur hingga 1500 tahun dan mampu menyimpan air sebanyak 300 liter pada musim hujan.tumbuh di tempat yang cerah, mereka juga dapat menahan suhu sedikit di bawah nol, tetapi untuk waktu yang singkat, dan hanya jika dalam benar-benar kering. Selama musim dingin menimbulkan in berkelana dingin, atau kaca tempered. Penyiraman: Tanaman ini, seperti succulents lainnya, harus disiram hanya selama musim tanam, dari bulan Maret sampai Oktober, selalu memungkinkan tanah benar-benar kering antara waterings. Tumbuh di tanah yang gembur dan berdrainase baik, kaya bahan organik

Habitus:

Jenis pohon, sukulen, succulents yang terbesar di dunia, kebanyakan spesies asli Afrika selatan, hanya A. menonjol dari Australia. Di alam mereka tumbuh pohon-pohon lebih besar, 20-25 meter, dengan laras yang luas dan diperpanjang, yang bisa mencapai 25-30 meter dengan lebar.Baobab ini juga diperbanyak dengan stek.Baobab juga disebut pohon yang terbalik karena minim daun, cabang-cabang Baobab seperti mencuat ke udara, seolah-olah telah ditanam terbalik.

Deskripsi        :

Pohon Baobab atau Asem Buto layak disebut Pohon Raksasa. Pohon bernama latin Adansonia Digitata tingginya ini mampu mencapai 47 meter dengan lingkar batang mencapai 16 meter. Dengan ukurannya yang raksasa itu African Baobab dianggap sebagai pohon terbesar kedua setelah Redwood. Baobab sendiri merupakan nama umum dari tumbuhan anggota genus Adansonia. Genus ini terdiri atas delapan spesies yang 6 di antaranya asli Madagaskar, satu spesies baobab asli Afrika dan satu spesies lagi asli Australia.

Batangnya bisa mengeluarkan air jika lubangi atau dikelet. batang bawah membesar ,permukaan licin ,berkas cabang berlubang,percabangan lateral. batang dan cabang ditutupi dengan kulit kayu tebal coklat keabu-abuan, halus.

Daun berkara. Mereka memiliki daun besar palmate hijau tua, terdiri dari 5-7 daun kecil berbentuk oval, memanjang, pohon-pohon baobab yang gugur, mereka kehilangan saat bulan-bulan musim dingin.

Perbungaan terminal. Pada musim semi, menghasilkan bunga putih besar, terjumbai, kelopak berdaging diikuti oleh buah oval besar. Buahnya mengandung vitamin C yang lebih banyak dari jeruk dan daunnya bisa diolah sebagai sayuran. warna buah putih berbentuk kayak lonceng,kulit buah berbulu.

Manfaat          :

Pohon ini biasa digunakan untuk tempat pemakaman dan sebagai tempat berteduh, lubang-lubang yang terdapat dibatang pohon digunakan sebagai tempat penyimpanan biji-bijian.

Garcinia mangostana L.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Garcinia mangostana L.

Kingdom          Plantae

Divisio  Magnoliophyta

Clasis Magnoliopsida

Ordo: Theales

Familia  Clusiaceae

Genus  Garcinia

Spesies  Garcinia mangostana L.

Nama Lokal    :

Indonesia         : Manggis, Manggu

Inggris             : Mangosteen

Melayu            : Manggis

Vietnam           : Mang Cut

Thailang          : Mangkhut

Pilipina             : Manggis

Habitat

Manggis atau yang sering dijuluki queen of fruit ini memiliki nama kimia Garnicia mangostana. Merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesi. Tanaman ini sukar dikembangkan, terutama karena pertumbuhannya yang sangat lambat dan memerlukan beberapa tahun agar sistem perakaran dapat benar-benar efektif.

Manggis merupakan tanaman budidaya di daerah tropis. Tumbuhan ini tumbuh subur pada kondisi dengan banyak mendapat sinar matahari, kelembaban tinggi, dan musim kering yang pendek (untuk menstimulasi perbungaan). Pada kondisi kering, diperlukan irigasi untuk menjaga kelembapan tanah. Tumbuhan ini ditanam hingga ketinggian 1000 m dpl (20 – 40°C) di daerah tropis, namun pertumbuhan maksimal berlangsung di daerah dataran rendah.

Deskripsi        :

Pohon berumah dua, tinggi mencapai 25 m, berbatang lurus dan bertajuk menyerupai kerucut. Semua bagian tanaman mengelurkan getah kuning apabila dilukai. Daun berhadapan, lonjong atau jorong, kaku menyerupai kulit, permukaan atas lokos dan hijau terang sedang permukaan bawah hijau kekuningan. Bunga tunggal atau berpasangan di ujung-ujung percabangan; berdaun kelopak 4 yang tersusun dalam 2 pasang; daun mahkota 4, tebal dan berdaging, hijau kekuningan dengan pinggir kemerahan; staminodium banyak. Buah bani membulat, apabila masak ungu gelap, kelopak masih tetap menempel pada buah. Berbiji sampai 3, setiap biji dibungkus oleh aril yang putih.

Manfaat          :

Selain buahnya yang enak dimakan, kulit buah Manggis juga dapat digunakan untuk menyamak kulit dan bahan pewarna hitam. Kayunya yang ke-merahan  dapat dimanfaatkan untuk bahan alat pertukangan.  Khasiat buah manggis untuk kecantikan selain itu, menyembuhkan dan pencegahan penyakit kanker, mengurangi berat badan, mencegah penyakit jantung, mengurangi tekanan darah tinggi, mengobati dan mencegah diabetes, menurunkan kolestrol, mengatasi gangguan pernapasan, memelihara kemampuan mental dan mencegah gangguan penglihatan . Buah ungu yang satu ini sering disebut sebagai “buah super”, Karena mengandung banyak antioksidan dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan  dan kecantikan. Sekarang ini buah tersebut umum digunakan sebagai suplemen gizi. Untuk opsi natural, manusia dapat mengkonsumsi segelas jus manggis untuk dosis harian.

Manfaat lainnya bagi kesehatanpun sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah:Membantu tubuh dalam memerangi radikal bebas, yakni tanda-tanda penuaan fisik.Radang dan nyeri juga bisa diatasi dengan kandungan Xanthone yang ada di dalam manggis. Ia berfungsi melawan aneka peradangan di dalam tubuh. Xanthone sendiri adalah zat kimia yang befungsi untuk meningkatkan sistem imun di tubuh. Kandungan Xanthone pada manggis juga sering digunakan untuk membuat aneka obat penahan rasa sakit.Kandungan nutrisi lain yang ada pada buah manggis adalah catechins, polysaccharides, quinones, stilbenes and polyphenols.

Catechins terbukti mengandung lima kali antioksidan dibanding vitamin C, sedangkan Polysaccharides dan Quinones dikenal sebagai anti bacterial, sehingga dapat melindungi tubuh dari bakteri manapun. Keduanya juga berfungsi sebagai pencegah kanker, dan terakhir Stilbenes adalah zat mencegah timbulnya aneka jamur yang merugikan tubuh.

Caryota mitis Lour.

Sistematika Caryota mitis Lour.

Kingdom  Plantae

Divisio Magnoliophyta
Clasis Liliopsida
Ordo  Arecales
Familia  Arecaceae

Genus  Caryota

Spesies  Caryota mitis Lour.

Nama lokal     :

Indonesia : Palem saray, palem sarai, palem ekor ikan, gandhuru

Inggris      : Fishtail palm

Thailand    : Tau Rang

Habitat            :

Hutan hujan dataran rendah hingga tinggi, dari permukaan laut hingga 1500 m.

Deskripsi        :

Daun Bipinnate, 8 sampai 10 daun hijau muda,. Panjang upih daun hingga 150 cm, hancur membentuk jalinan serabut hitam tanpa crownshaft. Tangkai daun pendek hingga panjang, 4-150 cm (lebih panjang waktu muda). Anak daun sekitar 25 disetiap sisi anak tulang perbungaan, berbentuk baji, panjang 8-12 cm, berujung terkoyak, tersusun tersusun teratur, mendatar atau ditepian, irisan dibagian dasar berbentuk V (induplicate), dengan bentuk karakteristik lembar daun berbentuk buntut ikan. Batang clustering ditutupi dengan serat dan sisa-sisa tangkai daun, Di bawah, Trung abu-abu, tertutup lapisan lilin,  4 sampai 8 inci dengan diameter (10 sampai 20 cm).

 

Manfaat          :

Batang untuk bangunan, sebagai bahan pembuat alat perabot rumah tangga, tulang daun dapat dijadikan sebagai alat pancing, buahnya dapat dimakan dan kadang digunakan sebagai pengganti buah pinang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sirsak (Annona muricata L.)

Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisio  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Magnoliales
Familia Annonaceae
Genus: Annona
Spesies: Annona muricata L.

Nama lokal     :

Nama daerah: nongko sabrang (Jawa) Sirsak, nangka belanda, atau durian belanda (Annona muricata L.) adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang,nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris(Madura), srikaya jawa (Bali), deureuyan belanda (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung).

Deskripsi :

Mempunyai Daun sirsak berbentuk bulat telur agak tebal dan permukaan pada bagian atas yang halus berwarna hijau tua sedangkan pada bagian bawahnya mempunyai warna yang lebih muda. akar buah sirsak berupa akar tunggang mempunyai batang berkayu dan dapat hidup menahun bunga tunggal dalam berkas 1-2 berhadapan / disamping daun mahkota daun mahkota segitiga berbentuk majemuk agregat bertekstur empuk daging buahnya berwarna putih berbiji banyak dan mempunyai duri yang pendek mempunyai cita rasa yang manis biji dalam satu buah agregat berjumlah banyak berwarna hitam mengkilat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Musa paradisiacal

 

 

 

 

SISTEMATIKA

Kingdom : Plantae (Tumbuhan )

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga )

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Ordo : Zingiberales

Famili: Musaceae

Genus:Musa
Spesies:Musaparadisiaca

 

DISKRIPSI

Habitat

Habitat Musa paradisiacal berdasarkan pengamatan adalah di Kebun Raya Porwodadi-Pasuruan. Kebun Raya Purwodadi berupa dataran rendah, keadaan tanahnya subur dan juga agak basah. Kelembapannya tinggi dengan pencahayaan matahari yang cukup, sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung secara sempurna.. Pengamatan ini dilakukan pada jam 09.00-13.00 WIB.

 

Habitus
Habitus Musa paradisiacal berupa pohon semu yang berukuran sedang dengan  diameter 20 cm dan bisa lebih besar lagi.

Akar

Akar Musa paradisiacal bisa tumbuh pada batang dan bonggolnya. Akan tetapi tumbuhnya akar pada batang dengan catatan batang itu di tempelkan di tanah.maka akar akan tumbuh dan juga tumbuh tunas. Akarnya termasuk akar tunggang. Akar Batang pisang berakar rimpang dan tidak mempunyai akar tunggang Akar ini berpangkal pada umbi batang. Akar terbanyak berada dibagian bawah sampai kedalaman 75-150 cm. Sedangkan akar yang bearada dibagian samping umbi batang tumbuh kesamping dan mendatar, panjangnya dapat mencapai 4-5 meter. Ada dua macam perakaran yaitu perakaran utama, akar batang yang menempel pada bonggol batang dan perakaran sekunder, akar tumbuh dari perakaran utama sepanjang 5 cm dari pangkal akar (nisa, 2009)

Batang Musa paradisiacal disebut batang semu. Batangnya silindris sempurna, dengan diameter 20 cm dan bisa lebih. Dan tinggi pohon pisang itu antara 2 meter-4meter dan bisa lebih. Batangnya mempunyai ciri berair, lurus dan tidak ada percabangan.

Batang pisang sebenarnya terletak dalam tanah berupa umbi batang. Dibagian atas umbi batang terdapat titik tumbuh yang menghasilkan daun danpada suatu saat akan tumbuh bunga pisang ( jantung) . Sedang yang berdiri tegak diatas tanah yang biasanya dianggap batang itu adalah batang semu. Batang semu ini         terbentuk dari pelepah daun pisang yang saling menelungkup dan menutupi dengan kuat dan kompak sehingga bisa berdiri tegak seperti batang tanaman. Tinggi batang semu ini berkisar 3,5 – 7,5 meter tergantung jenisnya (nisa, 2009).

Bonggol adalah batang pisang yang terdapat didalam tanah. Pada sepertiga bagian bonggol sebelah atas terdapat mata calon tumbuh tunas anakan (nisa, 2009).

Daun Musa paradisiacal merupakan daun tunggal(folium simplek). Daunnya merupakan daun lengkap yang mempunyai upih daun/pelepah daun(vagina), tangkai daun(petiolus), helaian daun(lamina). Permukaan daunnya berselaput lilin, yang   berwarna putih. Pada umumnya warna daun pada sisi atas tampak lebih hijau, licin, atau mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun. Perbedaan warna tadi disebabkan karena warna hijau lebih banyak terdapat pada lapisan atas dari pada di lapisan bawah.

Lembaran daun (lamina) pisang lebar dengan urat  daun utama menonjol berukuran besar sebagai pengembangan morfologis   lapisan batang semu (gedebong). Urat daun utama ini sering disebut  sebagai pelepah daun. Lembaran daun yang lebar berurat sejajar dan tegak lurus  pada    pelepah daun.  Urat daun initidak ada ikatan daun yang kuat ditepinya sehingga daun mudah sobek akibat terkena angin kencang (nisa, 2009).

Bunga Musa paradisiacal berbentuk seperti udang yang mana terdapat lapisan putih dengan stigma warna kuning. Bunga pada Musa paradisiacal ini akan tumbuh menjadi buah.jadi pisang yang selama ini kita makan merupakan metamorfosa dari bunga yang tumbuh besar menjadi buah. Didalam buah juga terdapat biji, yang berwarna hitam, keras, dan agak bulat.

Bunga pisang berupa tongkol yang sering disebut jantung. Bunga ini muncul dari primodia yang terbentuk pada bonggolnya. Perkembangan primodia bunga memanjang keatas hingga menembus inti batang semu dan keluar inti batang semu.          Bunga jantan dan bunga betina terjalin dalam satu rangkaian yang terdiri dari 5-20             bunga. Rangkaian bunga ini nantinya membentuk buah, yang disebut satu sisir. Satu bunga jantung dapat pula terdiri dari 1-2 rangkaian bunga sehingga deretan sisirnya sangat panjang, misalnya pisang seribu (nisa,2009).

Buah Musa paradisiacal rangat lembut, segar dan biasanya berwarna kuning. Akan tetapi ada juga jenis pisang yang pada waktu masak berwarna putih.Didalam buah pisang terdapat biji yang berwarna hitam, dan biji itu akan berwarna hitam dan keras apabila buahnya sudah matang dengan sempurna. Kulitnya buah pisang  memiliki ketebalan 1 cm atau lebih. Lapisan kulit pisang antara yang luar dan dalam sangat berbeda, yakni apabila lapisan yang di dalam terasa lembek dan becek, akan tetapi lapisan yang luar terasa kering dan mengkilat. Aroma pisang sangat khas, berkembangnya buah pisang itu dari atas kebawah.
Kulit buah kuning kemerahan dengan bintik- bintik coklat. Daging buah agak orange. Satu tandan terdiri dari 8-12 sisir. Dalam setiap sisir terdiri dari 12-20 buah. Bentuk, warna dan rasa buah digunakan untuk menentukan klon /jenis tanaman pisang. Adapun pembentukan buah pisang sesudah keluar, maka akan terbentuk sisir pertama, kemudian memanjang lagi dan terbentuk sisir kedua dan ketiga dan seterusnya. Jantungnya perlu dipotong sebab sudah tidak bisa menghasilkan sisir lagi (Nisa, 2009)

            Biji buah Musa paradisiacal berwarna hitam mengkilat, keras dan apabila di makan rasanya pahit. Biji Musa paradisiacal berbentuk agak bulat, kecil-kecil. Pohon pisang ini memang mempunyai biji akan tetapi perkembangbiakannya tidak menggunakan biji tersebut, melainkan dengan menggunakan tunas. Tunas itu bisa tumbuh pada bongkol atau pun pada batangnya.

Manfaat
Manfaat Musa paradisiacal dalam ilmu kesehatan, tidak terlepas dari kandungan gizi pisang yang meliputi( Syakur, 2011):

  • Lemak 0,2 gram
  • Protein 1,2 gram
  • Karbohidrat 25,8 gram
  • Serat 0,7 gram
  • Besi 0,5 gram
  • Fosfor 28 gram
  • Kalsium 8 mg
  • Vitamin C 3 mg
  • Vitamin B 0,08 mg
  • Vitamin A 44 RE

Asam folat merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh janin untuk perkembangannya di dalam rahim. Pisang mengandung asam folat sehingga sangat bagus dikonsumsi untuk ibu hamil. Karena pisang juga mengandung kalori yang cukup tinggi jadi berhati hatilah jangan sampai terlalu banyak mengkonsumsi pisang agar manfaat pisang yang didapatkan oleh ibu hamil akan maksimal. satu butir pisang bisa mempunyai kalori 80-100 kalori( Syakur, 2011).

Penderita hipertensi  dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan rendah garam. Kandungan garam yang rendah dan adanya kandungan kalium yang tinggi pada pisang menjadikan pisang buah yang cocok dikonsumsi untuk penderita darah tinggi/ hipertensi. Kandungan rata rata kalium untuk satu butir pisang adalah 500mg. Jumlah ini mampu menurunkan tekanan darah dan juga bisa menjaga keseimbangan cairan didalam tubuh Hasil penelitian dari Journal of the American College of Cardiology menyimpulkan bahwa asupan kalium harian sebesar 1600mg (setengah dari jumlah yang dianjurkan untuk konsumsi harian yang berjumlah 3500mg) bisa menurunkan risiko stroke lebih dari seperlima. Ilmuwan dari universitas Warwick dan naples mengatakan bahwa saat ini jumlah asupan kalium harian di banyak negara masih dibawah jumlah yang disarankan. Terlalu sedikit asupan kalium akan mengakibatkan gejala gejala mual,denyut jantung tidak teratur, diare serta cepat marah( Syakur, 2011).

Asam lambung yang tinggi dapat dinetralkan jika mengkonsumsi pisang yang dicampur dengan susu cair. Hidangkan segelas susu cair yang dicampur pisang untuk menetralkan asam lambung. Cholik pun dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi pisang yang dicampur susu cair ini, sehingga susu cair dicampur pisang sangat cocok bagi anak anak kecil/ bayi yang sering menderita cholik( Syakur, 2011).

Manfaat pisang tidak hanya dari buahnya saja, namun manfaat daun pisang bisa untuk mengobati luka bakar. Abu daun pisang yang dicampur dengan minyak kelapa mempunyai efek mendinginkan kulit serta meringankan luka bakar jika dioleskan pada daerah yang terbakar tersebut( Syakur, 2011).

Bubur buah pisang dicampur madu dengan sedikit susu dapat dipakai untuk menghilangkan jerawat. Cara pemakaian Ramuan bubur tersebut adalah dioleskan pada wajah selama 30-40 menit. Setelah selesai bilaslah dengan air hangat kemudian bilaslah dengan air dingin, lakukan cara ini secara konsisten selama 2 minggu dan lihatlah hasil dari manfaat pisang bagi kesehatan kulit  ini ( Syakur, 2011).

Setelah memakan pisang , para penderita depresi merasa lebih baik. Setelah diteliti hal ini karena pisang mengandung protein  tryptophan,protein ini kemudian akan diubah menjadi serotonin yang akan memperbaiki mood, menjadi lebih rileks dan membuah bahagia( Syakur, 2011).

kandungan kalsium yang juga tinggi di dalam pisang membantu meningkatkan kemampuan berkonsentrasi serta lebih waspada. Manfaat pisang ini menjadikan pisang akan meningkatkan kemampuan belajar siswa sekolah( Syakur, 2011).

Manfaat pisang bagi penderita anemia adalah pisang bisa merangsang produksi hemoglobin sehingga hal ini akan mengatasi anemia( Syakur, 2011).

Manfaat pisang tidak hanya dari buahnya saja, namun manfaat daun pisang bisa untuk mengobati luka bakar. Abu daun pisang yang dicampur dengan minyak kelapa mempunyai efek mendinginkan kulit serta meringankan luka bakar jika dioleskan pada daerah yang terbakar tersebut( Syakur, 2011).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

            Berdasarkan pengamatan yang telah praktikan lakukan pada hari Minggu tanggal 01 April 2012 pada pukul 09.00 s/d 12.00 Wib, yang bertempat di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan. Pengamatan ini ditujukan untuk memenuhi tugas ( Kuliah Kerja Lapangan) untuk mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Tinggi ( TTT ). Pada saat pengamatan praktikan dapat mengidentifikasi sebanyak 38 jenis spesies yang termasuk kedalam 15 Familia, yang terurai sebagai berikut:

  1. 1.    Araceae

Pothos.sp, Sphatiphyllum, Aglaonema, Monstera, orania aruensis, Pinanga caesia, Actiorhyis, Rhapidophora

  1. Rutaceae

Limonia accidisima

  1. Sapotaceae

Manilkara kauki ( Sawo kecik )

  1. Anacardeaceae

Mangifera indica, Psidium guajava

  1. Mrytaceae

Sysygium, Melalegea alternifolia

  1. Bumbaceae

Ceiba pentandra, Adonsonia digitata , Randu alas

  1. Musaceae

Musa paradiaca. Sp,

  1. Anonaceae

Annona muricata ( Sirsat ), Annona squomosa ( Srikaya )

  1. Brignoneaceae

Kigelia apricano ( Asam afrika )

  1. Rubiaceae

Ixora sp, Ixora Coccinea

  1. Apoceae

Pulmeria alba (Kamboja)

  1. Agaveceae

Sensivierra Arisfosciata

  1. Moraceae

Ficus elastic, Ficus irata, Ficus benjamina, Ficus Binnendijkin, Ficus drupaceae,

  1. Residaceae

Haringtonia asetika ( Pohon Perdamaian )

  1. Santalaceae

Santalum album ( Cendana )

Dari hasil pengamatan kita juga menemukan bebrapa jenis dan prbedaan yang ada pada kaktus yaitu kaktus Entong ( opuntia Sp ), Euporbia laktea ( aktus tak bergetah atau disebut juga kaktus modern ), Opuntia Tomertosa ( Kaktus primitive, tidak adanya duri pada tubuhnya )

Apabila kita simpulkan dari 38 spesies yang tergolong kedalam 15 famili tersebut 90% tergolong kedalam kelompok Magnoliophyta ( Angiosperma ) dan hanya beberapa diantaranya yang msuk kedalam kelas LILIOOPSIDA ( Sensiviera trifosciata ).

5.2 SARAN

            Dari analisis sementara, Pengamatannya sudah Effektife tapi kurag Effisien, Hal ini Dikarenakan waktu yang diberikan untuk pengamatan Hanya sekitar 2 jam saja, Apabila meengingat luas kebun raya purwodadi ±85 hektar, Meskipun kita tidak bisa mengamati secara keseluruhan akan tetapi dengan mengenal saja sudah cukup. Jadi untuk pengamatan selanjutnya diharapkan agar lebih efisien lagi dalam penggunaan waktu yang telah tersedia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Alifan, B. 2008. Jenis Pengelompokan Tumbuhan. Malang: Jurnal Ilmiah. Diakses pada tanggal 29 Desember 2010

Anonim.2003. Laporan Bulanan UPT Balai Konservasi Kebun Raya Purwodadi. Pasuruan: UPT Balai Konservasi Kebun Raya Purwodadi.

Athra, Vava. 2001. Nature Watch Trees with a Difference: The Strangler Figs. American: Natural Article

Bakosurtanal.2001.atlas flora fauna Indonesia. Jakarta : garsindo

Bangun,Sarwono,2002. Sehat dengan ramuan tradisional.Khasiat dan manfaat mengkudu. Jakarta: Agro Media Pustaka

Brotowijoyo, Mukayat, D. 1989. Tumbuhan Tingkat Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Brotowijoyo, Mukayat, D. 1989. Tumbuhan Tingkat Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Chi-Chih Wu, dkk. 2002. Calcium crystals in the leaves of some species of Moraceae. Taiwan:   Botanical Bulletin of Academia Sinica, Vol. 38

Dasuki, Undang Ahmad. 1991. Sistematika Tumbuhan Tinggi. Bandung : ITB.

Dasuki, Undang Ahmad. 1991. Sistematika Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB

Hidayat, Estiti. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bamdung: ITB

Konservasi Flora Nusantara. Bogor: UPT Balai Pengembangan Kebun Raya Bogor

Mabberley.1997.The plant book. Germany : Camridge University Press

Mulyono,Edan T,Marwati.2005.Kajian Prosespemurnian Minyak Kenanga. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian.

Mulyono,Edan T,Marwati.2005.Kajian Prosespemurnian Minyak Kenanga. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian.

Munandjar Widyatmika. 2007. Kapita Selekta Muatan Lokal Nusa Tenggara Timur. Halaman 26 – 30. Pusat Pengembangan Madrasah. Kupang.

Munandjar Widyatmika. 2007. Kapita Selekta Muatan Lokal Nusa Tenggara Timur. Halaman 26 – 30. Pusat Pengembangan Madrasah. Kupang.

Ong hean. 2004. Buah , khasiat makanan dan ubat ubatan . kuala lumpur : taman klang jaya

Radioputro. 1996. Klasifikasi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga.

Ronsted. 2008. Reconstructing the phylogeny of figs (Ficus, Moraceae) to reveal the history of the fig pollination mutualism. Balapan: Symbiosis

Steenis,van.2006. Flora untuk Sekolah di Indonesia. Jakarta: PT. Pradnya Paramitha

Steens, Van. 2006. Flora. Jakarta: Pradnya Paramita

Sudarnadi, H. 1996. Tumbuhan Monokotil. Editor: Guharja, E. Jakarta: Penebar Swadaya

Sutarna,dkk. 2001. Keanekaragaman Flora Hutan Jobolarangan Gunung Lawu: 2 Spermatophyta. Surakarta: Plants Biodiversity of Jobolarangan Forest Mount Lawu: 2. Spermatophyta

Syukur, Chepy. 2001. Tanaman Obat Anti Kanker. Bogor: Swadaya Cipta

tjitrosoepomo, gembong. 1996. spermatophyta. Yagyakarta: ugmpress

Thomas, vein. 2011. Rutaceae : limonia.hoptree.agathosoma. bael.list. of rutaceae genera.  England.  General book

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Taksosnomi Tumbuhan [Spermatophyta]. Yogyakarta: UGM

Widjaja, E. 1997.Konservasi jenis-jenis bambu di Indonesia.Prosiding Seminar Nasional.

yanik, Eni. 2009. tanaman herba. Bandung: Gramedia

%d bloggers like this: